Home » » PBNU & Pemerintah berbeda dalam Menetapkan Maulid Nabi 1431 H

PBNU & Pemerintah berbeda dalam Menetapkan Maulid Nabi 1431 H

Written By admin on Thursday, February 18, 2010 | 1:16 PM


Pemerintah telah menetapkan peringatan Maulid Nabi jatuh pada tanggal 26 Februari mendatang. Namun ketetapan ini bertentangan dengan ketetapan PBNU yang menyatakan Maulid Nabi jatuh pada 27 Februari.

Perbedaan itu terungkap dari kalender NU dengan versi pemerintah untuk penetapan awal bulan maulid atau bulan Rabiul Awal tahun ini, 1431 Hijriah. Perbedaan ini tentunya akan menyebabkan perbedaan dalam penentuan tanggal 12 Rabiul Awal atau Peringatan Maulid Nabi yang menjadi hari libur nasional.

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH Ahmad Ghazalie Masroeri menyatakan perbedaan ini tidak perlu disikapi secara berlebihan. Masyarakat diharapkan bersikap arif dan mengedepankan ukhuwah islamiyah dalam menyikapi perbedaan peringatan hari kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Wong Idul Fitri aja bisa beda. Apalagi Maulid Nabi. Ini tidak masalah. Yang penting adalah kapan saja dan di mana pun kita perlu melakukan perenungan dan mencari uswatun hasanah (teladan yang baik) dari peringatan Maulid Nabi ini,” katanya seperti dilansir dari NU Online.

Kalender pemerintah dalam konteks ini mengacu pada Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama yang menetapkan tanggal 1 Rabiul Awal 1431 H bertepatan dengan 15 Februari 2010, sementara dalam kalander NU 16 Februari 2010.

Menurut Kiai Ghazalie, perbedaan ini disebabkan kriteria yang digunakan masing-masing tidak sama. Ada dua macam kriteria yang digunakan dalam menetapkan awal bulan, yaitu kriteria wujudul hilal dan kriteria imkanurrukyah. Pemerintah mengacu pada kriteria pertama, sementara NU mengacu pada kriteria kedua.

“Indikator secara empirik kriteria imkanurrukyah minimal tinggi hilal (TH) 2 derajat, umur bulan (UB) 8 jam, letak antara matahari dan bulan (BA) 3 derajat,” kata Kiai Ghazali.

NU tidak menetapkan awal bulan Rabiul Awal pada Senin, 15 Februari 2010 karena pada hari Ahad (malam senin) ketika matahari terbenam hilal baru 0047’18”, berarti belum memenuhi kriteria imkanurrukyah.

“Ini berbeda dengan almanak-almanak lain yang menggunakan kriteria wujudul hilal
(asal hilal sudah di atas ufuk), sehingga awal bulan Rabiul Awal 1431 H jatuh pada hari Senin, 15 Februari 2010 dan tanggal 12 Rabiul Awal 1431 H jatuh pada hari Jumat, 26 Februari 2010,” katanya.



MUI: Perbedaan Maulid Tak Penting


MUI sendiri tidak pernah membahas secara khusus penetapan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad tersebut. "Maulid ada kan setelah ribuan tahun Nabi Muhammad wafat. Selain tidak esensial untuk dibahas dan diperdebatkan, MUI juga tidak pernah merayakan Maulid," tandasnya.

Pemerintah telah menetapkan peringatan Maulid Nabi jatuh pada tanggal 26 Februari mendatang. Namun ketetapan ini bertentangan dengan ketetapan PBNU yang menyatakan Maulid Nabi jatuh pada 27 Februari.

Perbedaan itu terungkap dari kalender NU dengan versi pemerintah untuk penetapan awal bulan maulid atau bulan Rabiul Awal tahun ini, 1431 Hijriah. Perbedaan ini tentunya akan menyebabkan perbedaan dalam penentuan tanggal 12 Rabiul Awal atau Peringatan hari lahir Nabi Muhammad yang menjadi hari libur nasional.

Kalender pemerintah dalam konteks ini mengacu pada Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama yang menetapkan tanggal 1 Rabiul Awal 1431 H bertepatan dengan 15 Februari 2010, sementara dalam kalander NU 16 Februari 2010.(ful/okezone)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERITA -BERITA PILIHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger