Home » , » Sosok yang diduga 'Salim' yang meninggal 1,5 tahun yang lalu ternyata Dondon

Sosok yang diduga 'Salim' yang meninggal 1,5 tahun yang lalu ternyata Dondon

Written By admin on Saturday, January 30, 2010 | 7:34 PM

Terjawab sudah siapa sebenarnya sosok lelaki penderita down syndrome atau keterbekalangan mental yang sempat menggegerkan warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, karena dikira bangkit dari kubur setelah satu tahun lebih dimakamkan.

Sosok pria yang sempat diduga dan bahkan diakui sebagai Salim, pria yang sudah dimakamkan sejak September 2008 itu. Ia adalah Dondon (24), dan kini sudah diambil keluarganya yang tinggal di Tambora, Jakarta Barat.

Wakil Ketua RT 10/RW 8 Warakas I, Laode Asrul Karim, mengatakan, "Salim" telah dibawa oleh keluarga aslinya pada Jumat (29/1/2010) malam kemarin. Dia ternyata bernama Dondon, berumur 24 tahun. Ia dijemput oleh kakak kandungnya yang ditemani suami dari kakaknya itu.

"Saya ditelpon sama petugas Polsek Tanjung Priok. Katanya ada keluarga yang datang melapor bahwa anak itu keluarga mereka. Lalu saya bawa anak itu semalam Jam 22.00 ditemani ibu Salim ke polsek untuk dipertemukan," jelas dia ketika dihubungi, Sabtu (30/1/2010).

Sebelum dipertemukan dengan anak itu, kata Laode, perempuan yang mengaku kehilangan adiknya itu diminta polisi menjelaskan ciri-ciri khusus anak yang mirip Salim itu. "Ternyata semua ciri-cirinya cocok. Jadi polisi yakin bahwa anak itu keluarga mereka. Mereka bawa bukti-bukti lain juga," ujarnya.

Anak yang mirip Salim itu tiba-tiba datang ke rumah salah satu keluarga pasangan Bunyamin (70) dan Kaswina (60) di Warakas. Mereka lalu meyakini bahwa anak itu adalah Salim, anak mereka yang telah meninggal akibat penyakit paru-paru

Keluarga pasangan Bunyamin dan Kaswina ikhlas melepas Dondon

Keluarga pasangan Bunyamin (70) dan Kaswina (60) telah ikhlas melepas Dondon (24), pemuda yang mirip dengan anak kandung mereka bernama Salim, kepada keluarga aslinya. Dondon telah dijemput kakak kandungnya semalam setelah sempat dirawat keluarga Salim selama dua hari.

"Mereka sudah ikhlas memberikan," ucap Wakil Ketua RT 10/RW 8 Warakas I, Laode Asrul Karim, ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu ( 30/1/2010 ).

Laode menyaksikan penyerahan Dondon kepada keluarga aslinya di Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat itu, Dondon diantar oleh Kaswina dan anggota keluarga Salim lainnya ke Polsek.

Laode mengatakan, orangtua Salim rela setelah yakin bahwa anak muda itu adalah anggota keluarga yang bermukim di Tambora, Jakarta Barat. "Mereka (keluarga Dondon) jelasin dulu ke polisi ciri-ciri anak itu. Ternyata sesuai dan Ibu Kaswina dan Pak Bunyamin ikhlas melepasnya," ucapnya.

Keluarga Salim, kata Laode, juga telah melihat langsung makam Salim di Tempat Pemakaman Umum Budi Dharma, Jakarta Utara, ditemani kru televisi. "Kemarin sudah ke makam Salim dan ternyata baik-baik saja. Nggak ada yang aneh," ucap dia.

Dondon Sudah Hilang Dua Tahun

Dondon (24), penderita down syndrome ternyata telah hilang sejak dua tahun lalu.

Selama dua tahun itu, keluarga Dondon telah melaporkan kehilangan pemuda penderita keterbelakangan mental itu ke Kepolisian Sektor Metro Tambora, Jakarta Barat, serta terus berusaha mencarinya.

Demikian dikatakan Wakil Ketua RT 10/RW 8 Warakas I, Laode Asrul Karim, Sabtu (30/1/2010), terkait Dondon yang telah dijemput oleh kakak kandungnya pada Jumat malam. Penyerahan anak itu disaksikan Laode dan polisi di kantor Polsek Metro Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Menurut pengakuan perempuan yang menjemput anak itu, kata Laode, Dondon pergi dari rumah saudara kandungnya yang lain di Tambora tanpa diketahui. "Katanya mereka cari terus. Mereka lihat berita di TV soal Salim yang hidup lagi. Mereka yakin itu keluarga mereka, terus langsung lapor ke Polsek (Metro) Tanjung Priok," ucap dia.[kompas]

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERITA -BERITA PILIHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger