Home » » Mengapa Bunuh diri terjun dari gedung tinggi menjadi Trend?

Mengapa Bunuh diri terjun dari gedung tinggi menjadi Trend?

Written By admin on Wednesday, December 16, 2009 | 9:07 AM


Loncat dari gedung tinggi akhir-akhir ini menjadi tren bunuh diri di Jakarta. Bayangkan saja, dalam beberapa hari terakhir setidaknya ada lima orang melakukan aksi bunuh diri dari lantai tinggi.

Gedung bertingkat atau lantai atas pusat perbelanjaan menjadi pilihan ideal bagi para korban karena di tempat-tempat seperti ini mereka yakin upaya bunuh diri akan berhasil.

Psikolog dari Klinik Daya Insani, Sali Rahadi Asih menyatakan orang yang ingin bunuh diri akan mencari model yang paling efektif menghilangkan nyawa. Karena pada dasarnya orang akan takut bila proses kematian yang terlalu lama.

"Mereka yang ingin melakukan bunuh diri akan mencari cara yang paling gampang," kata Sali melalui sambungan telepon dengan VIVAnews, Rabu pagi, 16 Desember 2009. "Memotong pembuluh darah mungkin akan terasa sakit dan belum tentu akan mati."

Menyoal apakah kasus bunuh diri beruntun ini karena para pelaku terilhami kasus sebelumnya, Sali tidak dapat memastikan. Akan tetapi Sali mengakui fenomena bunuh diri juga dapat dipicu oleh bunuh diri yang menular (suicide contagion).

"Sehingga saat melihat orang loncat dari gedung tinggi langsung meninggal, akan memberi inspirasi bagi pelaku bunuh diri yang lain," ujarnya

Fenomena bunuh diri yang menular dapat pula dipicu pemberitaan media yang tidak proporsional. Media yang memuat foto korban secara lengkap atau yang mengungkap secara detail teknik korban melakukannya. Hal ini akan memunculkan pikiran berulang (preokupasi) bunuh diri, dan tidak menutup kemungkinan akan memberi ilham metode pelaksanaan bunuh diri.

Menurut dia, pelaku bunuh diri biasanya akan berpikir bahwa kematian adalah solusi terbaik untuk menghilangkan masalah. Mereka tidak berpikir setiap masalah ada solusinya. "Biasanya ini dialami oleh orang yang terkena depresi," ujarnya.

Kondisi ini sangat berbeda dengan orang yang ingin melakukan percobaan bunuh diri. Dalam kasus ini, pelaku sebenarnya tidak berani mengakhiri kematian. Mereka hanya ingin mencari perhatian agar bisa menyelesaikan masalah yang ia hadapi. "Bagi mereka, bunuh diri hanya sebagai ajang cari perhatian saja," katanya.

Sali mengimbau kepada orangtua agar melakukan komunikasi yang intensif kepada anak-anaknya. Ini untuk menghindari anak melakukan bunuh diri, karena kondisi paling rentan melakukan bunuh diri pada remaja. Bila orangtua susah melakukan komunikasi, paling tidak harus orangtua harus memperhatikan perilaku anaknya.[vivanews.com]
Share this article :

+ comments + 1 comments

December 18, 2009 at 7:44 PM

Bunuh diri adalah produk dari perilaku masyarakat
yang tidak peduli pada sesama
kalau ada orang yang bunuh diri
maka semua orang terdekat juga akan ikut dosa
karena mereka tidak peduli
pada saat dia hidup
dan lagi
pada saat sudah mati

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERITA -BERITA PILIHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger