Home » » Pelapor sudah cabut Laporan tetapi PWI belum mau damai sama Luna Maya

Pelapor sudah cabut Laporan tetapi PWI belum mau damai sama Luna Maya

Written By admin on Monday, February 22, 2010 | 10:57 AM

"Ada permintaan mencabut laporan dari pelapor sehingga kasusnya tidak ditindaklanjuti karena ini masuk delik aduan," ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Agus Sutisna, ketika dihubungi wartawan, Kamis (18/2/2010).

Agus menjelaskan, pihak pelapor diwakili R Prio Wibowo, telah membuat surat pernyataan mencabut laporan dan tidak akan menuntut secara hukum. Surat itu ditandatangani pelapor dan Luna Maya dengan disaksikan oleh penyanyi Camelia Malik di atas materai Rp 6.000.

Kasus ini berawal ketika kekasih Ariel itu membuat komentar pedas di microblogging Twitter. Lewat akunnya @Lunmay, ia menulis, "Infotemnt derajatnya lebih HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH. May ur soul burn in hell!!.."

Tindakan Luna itu langsung menuai reaksi keras dari para pekerja infotainment yang kemudian melaporkan Luna ke Polda Metro Jaya. Ia lalu dijerat Pasal 27 Ayat (3) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE Jo Pasal 310 dan Pasal 311 tentang Fitnah, Penghinaan, dan Perbuatan Tidak Menyenangkan secara Lisan maupun Tulisan dengan ancaman penjara enam tahun.

PWI belum mau berdamai dengan Luna Maya, dan menganggap Kasus tersebut belum selesai

Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang mengatakan, kasus artis Luna Maya (LM) belum selesai karena perdamaian dilakukan Priyo Wibowo dari Rumah Produksi Indigo, Rabu (17/2/2010), dilakukan tidak di depan publik dan melibatkan institusi wartawan.

Priyo hanya mewakili dirinya pribadi, belum mewakili PWI. Lagi pula, karena kasusnya sudah memasuki ranah publik, harusnya perdamaian itu dilakukan di depan publik pula, kata Ilham Bintang kepada Antara di Jakarta, Jumat malam.

"Ini masalah etika saja. Selayaknya perdamaian dilakukan di depan publik pula," katanya menjelaskan.

Sebelumnya, Ketua Departemen Wartawan Infotainmen PWI Pusat Farid Ridwan Iskandar dalam siaran persnya menyebutkan bahwa pencabutan laporan polisi wartawan infotainment terhadap artis LM yang dilakukan Priyo Wibowo dari Rumah Produksi Indigo, Rabu lalu, mengejutkan komunitas wartawan yang tergabung dalam Departemen Wartawan Infotainmen.
Perdamaian antara wartawan infotainment dan LM yang disebut sebagai dasar pencabutan laporan polisi adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi, kata Farid Ridwan Iskandar, menanggapi berita perdamaian wartawan infotainment dan Luna Maya di banyak media online pada Kamis (18/2/2010) sore.

Menurut Farid, laporan polisi Desember lalu memang dilakukan atas nama Priyo waktu itu. Namun, laporan tersebut mengatasnamakan korps wartawan infotainment. Dengan kata lain, kasus Luna Maya bukanlah persoalan pribadi antara artis bersangkutan dan pribadi Priyo. Namun, persoalan Luna Maya dengan seluruh korps wartawan infotainment anggota PWI.

"Maka tidaklah pada tempatnya, jika kasus yang berkait dengan korps itu diselesaikan secara pribadi," katanya menegaskan.

Senada dengan Ilham Bintang, Ketua Wartawan Infotainmen mengakui bahwa upaya perdamaian dengan Luna Maya tetap terbuka. Perdamaian itu memang menjadi salah satu syarat pencabutan laporan polisi. Namun, perdamaian itu sendiri harus dilakukan di depan publik, dalam forum terbuka yang dihadiri seluruh wartawan infotainment karena kasus itu telah menjadi ranah publik.

Perdamaian yang dilakukan Priyo secara diam-diam telah menimbulkan berbagai syak-wasangka dan fitnah.

Berdasarkan fakta fakta tersebut di atas Farid menegaskan, wartawan infotainment anggota PWI belum pernah merasa telah berdamai dengan Luna Maya. Terhadap Priyo, PWI menjanjikan akan memberi sanksi karena perbuatannya dianggap telah mencemarkan organisasi dan mencatut nama korps wartawan infotainment.

"Memang ada usul untuk mengadukan Priyo ke polisi dengan tuduhan memanipulasi/mencatut atas nama wartawan dan organisasi. Namun, usul itu baru kami wacanakan. Nanti kita lihat perkembangannya," kata Farid.[kompas]
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERITA -BERITA PILIHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger