Home » , » Pro Kontra Demonstrasi menyambut 100 Hari SBY-Boediono

Pro Kontra Demonstrasi menyambut 100 Hari SBY-Boediono

Written By admin on Thursday, January 28, 2010 | 10:01 AM


Aksi demo besar-besaran akan menggoyang Jakarta hari ini, Kamis 28 Januari 2010, bertepatan dengan 100 hari pemerintahan SBY-Boediono.

Diperkirakan lebih dari 70 ribu massa dari 64 elemen masyarakat akan turun ke jalan. Aksi ini akan dimulai pada pukul 08.00. Ada tiga titik yang menjadi pusat demo besar itu, yakni Istana Presiden, KPK, dan Gedung DPR.

Demo kali ini mengusung lima isu. Yakni kegagalan Presiden SBY melindungi kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional. Lalu, ketidakmampuan Yudhoyono menegakkan negara hukum dan memberantas korupsi.

Para pengunjuk rasa juga menilai Yudhoyono gagal menyejahterakan dan melindungi petani, guru, nelayan, kaum miskin perkotaan, dan buruh migran. Selain itu, Yudhoyono dianggap gagal mencerdaskan kehidupan bangsa, serta menyehatkan bangsa.

Aksi demo akbar ini juga menjadi perdebatan di Yahoo! Answers, ada yang pro, ada juga yang menentang aksi hari ini.

Di barisan pendukung, salah satunya, Borisraw. Dia memilih pro dengan aksi demo.

"Demo itu peristiwa politis..jika demo di lakukan oleh lawan politik itu wajar dan biasa..tapi banyaknya demo saat ini dilakukan oleh siapapun elemen, baik itu kemarin yang memilih SBY dan partainya, maupun elemen masyarakat yang netral ditambah musuh politik..ini yang jadi luar biasa. Pasti ada sesuatu yg perlu dipertanyakan dari kredibilitas pemerintahnya."

Demikian pula dengan Oji, dia menilai aksi demo terjadi karena rakyat ingin menuntut janji dan merasa tidak puas atas kinerja pemerintah.

"Menurut saya demonstrasi terjadi dikarenakan, SBY - Boediono dinilai oleh rakyat telah gagal dari awal dilantik hingga sekarang, dalam menjalankan roda pemerintahan..

Terbukti dalam 100 hari tugas, SBY - Budiono belum dapat menyelesaikan berbagai persoalan, di bidang hukum, ekonomi, dan sosial yang ada selama ini di Indonesia.

Jadi wajar saja, rakyat atau mahasiswa sering menggelar demo untuk menyampaikan aspirasi nya, agar pemerintah lebih serius dan berhasil menyelesaikan persoalan yang ada di negara ini..," kata dia.

Ada juga yang menolak dan tak setuju dengan aksi demo.

Misalnya, Konyil. Komentator di Yahoo! Answer ini menganggap aksi demo merugikan masyarakat.

"Kasihan masyarakat/rakyat kita, terlalu banyak disuguhi pertunjukan yang tidak sesuai porsinya, rakyat butuh perbaikan ekonomi, tapi banyak pe-demo yang justru merusak perekonomian (baik secara langsung dan tidak langsung).
Mungkin banyak politisi yang menganggap rakyat kita masih sangat bodoh, sehingga kalau ada demo mereka pikir rakyat akan ikut-ikutan menghujat pemerintah.

Terlebih kasihan lagi para pe-demo, mereka menjadi korban berita yang tidak berimbang.

Sebetulnya wajar saja ada demo, kalau memang ingin menyampaikan aspirasi, tapi kalau cuma cari sensasi justru akan merusak tatanan yang ada, bahkan nama baik negara bisa ikut tercemar."

Ada juga yang sinis, misalnya akun MeloDlc. "Yang demo goblok," kata dia.

Sementara, Rico, dia memilih kontra dan menyampaikan imbauan pada para pendemo.

"Buat negara kita indonesia yang tercinta....Buat yang demo? Coba kalian simak baik-baik aja, coba bayangkan buat kita sebagai manusia biasa buat ngurus 1 keluarga aja kita aja udah kerepotan, apalagi buat Pak Presiden kita yang ngurus negara kita ini dari Sabang sampai Merauke...

Apa buat ngurus keluarga kita yang lagi ada masalah juga bisa diselesaikan dengan 100 hari juga?? Nggak bisa kan ??? Hormati lah Pak presiden kita yang terpilih dan tidak gampang dibudak-budakin ama orang-orang yang ingin menghancurkan martabat negara kita.... Demo buat kepentingn bersama asal kan bener?? Dan mudah-mudahan demo ini tidak mengganggu ketertiban umum?? Terima kasih!!!"

Lalu, ada Bowox yang berusaha memberikan analisa. Kata dia, demo ada karena ada tiga kemungkinan besar.

"1.Digerakan oleh kelompok atau kepentingan. 2. Curahan hati dan masukan yang mungkin belum terpuaskan/terpenuhi atau paling tidak ada perbedaan persepsi antara kebutuhan dan pemenuhan kebutuhan. 3. Ingin meramaikan saja karena rakyat indonesia suka latah, kalau nggak demo nggak ramai dan ikut-ikut yang lain, makin rame makin bagus meski nggak tahu esensi demo, pokoke turun ke jalan

Pokoke mau demo sebanyak apapun dengan ide apapun juga dilaksanakan dengan hati dan inget-inget yee kalau yang demo, yang jaga, wartawan, yang didemo semua bangsa indonesia ..sodara nih jadi baekk-baekk demonya nyakk..

Apa perlu dibuat paket wisata demo khusus di indonesia ??? Nggak kan....heheheh."

Diskusi soal ini masih berlangsung di Yahoo! Answers, silahkan jika mau bergabung[VIVAnews]

foto :inilah.com

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERITA -BERITA PILIHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger