Home » » Kisah Gadis Cantik Sukses Menjebak Perampok

Kisah Gadis Cantik Sukses Menjebak Perampok

Written By admin on Saturday, December 19, 2009 | 11:41 AM

Cinta lokasi (cinlok) di kalangan artis mungkin bisa berujung bahagia. Tetapi lain jadinya jika perampok naksir korbannya yang baru dia rampok, tentu saja bisa berujung penjara.

Itulah yang dialami Sahril Alwi Jaya (40) warga Perum Citra Graha, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Perampok ini berharap bisa bercumbu dengan anak gadis korbannya setelah ia menjarah di rumah Achmad Harsono, mantan pejabat Pemkot Batu. Namun apes menimpanya, ia termakan jebakan sang gadis.

Kejadian langka ini berawal saat Sahril sengaja menguntit anak Harsono, Esti Hidayati Wahyuni (22) warga Dusun Junwatu, Desa Junrejo, Kota Batu, dari Kota Malang menuju rumahnya di Junrejo, Kamis (17/12). Mahasiswi Universitas Brawijaya itu tak sadar telah dikuntit tersangka sejak pukul 17.00 WIB.

Setelah itu, Sahril terus mengawasi gerak-gerik semua anggota keluarga Yuni, panggilan akrab Esti. Sahril pun rela menunggu hingga Jumat (18/12) pukul 00.30 WIB untuk niatnya menyantroni rumah korban. “Saat saya masuk rumah, sudah sepi dan pintu tidak terkunci,” aku Sahril di Polsek Junrejo, Kota Batu, Jumat (18/12).

Begitu masuk rumah, penghuni rumah sudah terlelap tidur. Usai memarkir sepeda motor Yamaha AE6918 EN di depan rumah korbannya, Sahril masuk ke dalam kamar mencari barang-barang berharga. Di saat itulah ia melihat Yuni tertidur pulas di kamarnya, Syahril mengambil ponsel Nokia 6600 dan E-63 milik Yuni. Namun tak lama kemudian, tersangka dikejutkan pemilik rumah, Achmad Harsono (56), bersama sopirnya yang baru saja memasuki halaman rumah.

“Saat masuk rumah, semua ruangan gelap. Dari ruang tengah saya melihat seorang lelaki menghunus golok menyuruh saya segera masuk,” jelas Harsono, yang juga mantan Kepala Dinas Pertanian Kota Batu itu.

Dalam keadaan bingung dan heran, Harsono mengikuti perintah perampok. Namun saat sang perampok hendak keluar untuk kabur, Harsono mengikutinya dari belakang. “Saat itulah lengan kiri saya dibacok. Dia langsung lari keluar rumah dengan membawa sepeda motornya,” kata Harsono yang setelah itu langsung dilarikan ke RS Baptis, karena luka sepanjang 5 cm semakin menganga.

Berhasil lolos dari pemilik rumah ternyata tak membuat Sahril puas. Entah karena sudah jatuh hati kepada Yuni atau perasaan apa, tersangka kemudian menghubungi gadis tersebut melalui nomor fleksinya yang tak ikut dicurinya.

“Waktu itu saya ditelepon sekitar jam 8 pagi. Kami sekeluarga juga heran, udah merampok kok berani telepon,” ujar Yuni, mahasiswa berparas cantik ini.

Diungkapkan oleh Yuni bahwa dalam pembicaraan itu tersangka memaksa ingin bertemu langsung dengan Yuni, dengan alasan saat mencuri itu, tersangka mengaku sempat mengabadikan Yuni yang sedang tidur dengan pakaian terbuka. Demi meyakinkan Yuni, Sahril pun mengancam akan menyebarkan foto itu, dan akan mendatangi rumahnya di Malang.

“Padahal saat tidur itu saya pakai selimut tebal dan baju tertutup. Tapi saya juga khawatir karena KTP yang berisi alamat di Malang juga hilang,” ungkap Yuni.

Ajak Kencan

Mendapat teror telepon dari pelaku, Yuni pun langsung melapor ke Polsek Junrejo, dan oleh pihak Intel Junrejo, Yuni diminta untuk menjebak agar tersangka keluar dari persembunyiannya. Yuni pun menuruti saran polisi.

Sedikitnya 10 kali tersangka terlibat pembicaraan dengan Yuni, termasuk melayani pembicaraan yang agak nakal. “Saya terpaksa melayani omongan joroknya, untuk mengundangnya ketemu saya langsung. Dan, ternyata dia tak hanya ingin kenal saya, tetapi juga mengajak kencan ke kebun teh di Lawang,” kata Yuni.

Menurut pengakuan Yuni, sang perampok sempat meragukan Yuni yang curiga dirinya sedang dijebak. Tetapi berkat kelihaian Yuni bercerita dan berpura-pura tertarik dengan ajakan kencan itu, sang perampok akhirnya percaya. “Mas umurnya berapa? Kalau sudah tua saya nggak mau kencan dengan mas. Saya kan masih 22 tahun mas,” kata Yuni menirukan kembali rayuannya ketika itu.

Kepada Yuni, Sahril mengaku masih berumur 31 tahun. Mendapat rayuan maut dari Yuni, ternyata otak tersangka sudah dipenuhi dengan sensasi liar. Akibatnya, tersangka pun langsung mengajak Yuni bertemu hari itu juga di Alun-alun Kota Malang.

Sesuai ajakan itu, Yuni pun berangkat ke Alun-alun Kota Malang. Sesampai di alun-alun, Yuni langsung tahu dimana posisi lelaki itu, karena sudah janjian. Begitu bertemu, Sahril bahkan langsung memberikan helm untuk diajak naik sepeda motornya menuju Lawang.

“Sebelum motor berjalan, saat itu saya beranikan diri langsung mengambil kunci motornya agar dia tidak bisa lari. Dan, saat itu juga polisi yang sudah mengintai langsung menangkapnya,” ceita Yuni.

Kapolres Batu Tedjo Wijanarko mengatakan akan menyelidiki kasus ini lebih dalam. Meskipun tersangka sudah dibekuk, tak menutup kemungkinan jika tersangka melakukan bersama temannya. “Kami akan mengembangkan kasus ini. Apalagi golok yang digunakan untuk membacok korban hingga kini belum ditemukan,” tandas Tedjo. st11[kompas.com]
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERITA -BERITA PILIHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger