Home » » Dalam 5-7 Tahun, Es di Laut Arktik Lenyap

Dalam 5-7 Tahun, Es di Laut Arktik Lenyap

Written By admin on Tuesday, December 15, 2009 | 2:29 PM


Es di Laut Arktik (Kutub Utara) akan berkurang drastis hingga nyaris lenyap dalam kurun lima hingga tujuh tahun mendatang. Ini berarti, menurut proyeksi, laut yang termasuk ke dalam Samudra Atlantik tersebut akan menjadi laut yang nyaris tanpa es, paling cepat pada 2014.

Demikian ungkap mantan wakil presiden Amerika Serikat (AS), Al Gore, di Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Kopenhagen, Denmark, Senin 14 Desember 2009.

Gore mengungkapkan proyeksi baru yang berbeda dengan prediksi sebelumnya. Delapan bulan lalu, proyeksi yang dikeluarkan lembaga pemerintah AS menyebutkan bahwa es di Laut Arktik akan lenyap pada 2030.

Mendengar proyeksi baru tersebut, salah seorang ilmuwan AS menganggap prediksi itu terlalu berlebihan. Namun ilmuwan lain sebelumnya memang sudah mengira bahwa es di Laut Arktik akan mencair sebelum 2030.

"Sulit menangkap rasa heran yang dirasakan para ahli tentang es saat melihat kondisi ini," kata Gore bersama para pejabat negara-negara Skandinavia dan ilmuwan dihadapan wartawan dan delegasi. Ini merupakan penampilan pertama Gore dalam konferensi yang berlangsung dua pekan ini.

Suhu global rata-rata meningkat 0,74 derajat Celcius di abad sebelumnya, tetapi kadar merkuri meningkat sedikitnya dua kali lebih cepat di Arktik. Ilmuwan mengatakan, pada musim panas 2007, es di Arktik menyusut hingga rekor terendah 4,3 juta kilometer persegi pada September.

Penyusutan es pada 2008 dan 2009 tidak terlalu besar, tetapi masih berada di peringkat kedua dan ketiga penurunan terbesar.

Kelompok Gore menyajikan dua laporan baru mengenai perkembangan terkini di Antartika, wilayah otonomi Denmark di Greenland, dan Laut Arktik. "Saat untuk bersatu dan bertindak untuk mengatasi perubahan iklim adalah saat ini," kata menteri luar negeri Denmark, Per Stig Moeller.

Namun, delegasi dari 192 negara masih berselisih terkait beberapa isu kunci mengenai pemanasan global. Keadaan ini semakin memadamkan harapan masyarakat dunia untuk segera bertindak memangkas emisi rumah kaca. (AP)[vivanews.com]

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERITA -BERITA PILIHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger