Home » » SBY evaluasi Mitra Koalisi acuannya Hasil Kerja Pansus Century

SBY evaluasi Mitra Koalisi acuannya Hasil Kerja Pansus Century

Written By admin on Thursday, January 7, 2010 | 9:17 AM

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan melakukan evaluasi terhadap kesepakatan koalisi yang pernah ditandatangani oleh partai-partai koalisi karena tidak ingin dinilai gagal.

Menurut pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia Pinckey Triputra, evaluasi kinerja atau capaian adalah hal wajar. Hal ini pasti dilakukan Presiden SBY karena tidak ingin dikatakan gagal dalam pemerintahan lima tahunnya ke depan.

Dengan cara ini, SBY juga mengkomunikasikan peringatan dini kepada mitra koalisi agar tetap dalam konteks kontrak kinerja, pakta integritas.

"Dalam memerintah lima tahun ke depan, SBY tidak ingin dikatakan sebagai Presiden yang gagal, maka dengan segala cara menunjukan semua program yang dibuat agar sukses," paparnya.

Pinckey menjelaskan, evaluasi ini dibutuhkan sebab dalam politik segala macam bisa terjadi. Dalam koalisi partai politik dapat berjalan berdampingan, tapi dalam kasus yang krusial masing-masing akan menapakan posisinya yang lain. "Itu wajar dalam politik," imbuhnya.

Kendati demikian, kinerja kabinet maupun komitmen koalisi tidak cukup diukur dari pencapaian program 100 hari. Masih banyak aspek lainnya yang menjadi parameter berhasil tidaknya.

Terkiat dengan isu-isu sensitif yang bisa menimbulkan riak-riak disharmoni di antara mitra koalisi misalnya kasus Bank Century, sedikit banyak berpengaruh. "Intinya semakin tinggi pohon, maka semakin kencang terpaannya," terang dia yang mengatakan staf ahli SBY tidak akan mampu melawan arus opini di media massa yang menyudutkan lingkaran Istana.

Sebelumnya, Presiden SBY mengatakan dengan evaluasi ini diharapan semua partai yang berkoalisi akan setia dan konsisten dengan apa yang telah ditandatanganinya. "Sekali lagi, baik kontrak kinerja, pakta integritas, dan di luar itu ada kesepakatan koalisi, akan dievaluasi," tegasnya.

Hasil Kerja Pansus Century dijadikan acuan

Hasil kerja Pansus DPR ini nantinya akan menjadi acuan dalam memutuskan gerbong koalisi Partai Demokrat ke depan.

“Masih menunggu hasil pansus, itu nanti menjadi tolok ukur Pak SBY untuk memutuskan koalisi ini ke depan,” ungkap anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Achsanul Qosasi saat berbincang dengan okezone, Kamis (7/1/2010).

Achsanul menjelaskan, pertemuan untuk membicarakan arah koalisi belum dilakukan. Karena hal tersebut baru akan diputuskan setelah agenda pemeriksaan Pansus Century tuntas. Pertemuan dengan Pak SBY belum ada. Jadi, masih menunggu Pansus Century ini dulu,” imbuhnya.
Lebih lanjut Achsanul menambahkan, hasil kinerja pansus khususnya dari mitra koalisi akan menjadi pertimbangan Partai Demokrat apakah koalisi tetap dilanjutkan atau tidak. “Kita akan melihat sejauhmana komitmen koalisi itu dengan Demokrat, termasuk juga dilihat dari segi etika politik,” tandasnya.

Menurut Achsanul, sudah mulai terlihat ada riak-riak dalam koalisi selama Pansus Century bekerja. Namun, riak tersebut menurutnya masih dalam batas kewajaran. “Koalisi diharapkan tetap solid, karena koalisi ini kan juga di semua tingkatan termasuk pilkada nanti,” terangnya.

Mengenai Pansus Century, Achsanul berharap pemeriksaan selesai sebelum memasuki bulan Maret 2010. Dia juga mengatakan, pansus saat ini masih dalam posisi menganalisa persoalan akuisisi dan merger terkait krisis likuiditas yang dialami Bank Century.

“Mudah-mudahan sebelum Maret sudah selesai, termasuk pansus juga tentu akan mengkonfrontir para saksi nanti, agar tidak saling lempar (argumentasi) lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, rencana evaluasi koalisi ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di sela-sela acara pelantikan wakil menteri. Presiden Yudhoyono menegaskan dirinya akan melakukan evaluasi terhadap kesepakatan koalisi yang pernah ditandatangani oleh partai-partai koalisi kepada partai pemenang pemilu, yakni Partai Demokrat.
[okezone.com]
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERITA -BERITA PILIHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger