Home » » Berita infotainment disinyalir sering tidak berimbang dan melebih-lebihkan fakta

Berita infotainment disinyalir sering tidak berimbang dan melebih-lebihkan fakta

Written By admin on Thursday, December 24, 2009 | 9:55 AM


Berita infotainment disinyalir sering tidak berimbang dan melebih-lebihkan fakta sehingga sebagian narasumber merasa dirugikan.

"Infotainment juga sering memberitakan hal-hal yang sebenarnya tergolong wilayah pribadi. Padahal, acuannya jelas, mana wilayah publik dan mana wilayah privat," kata Fajar Junaedi, pengamat media dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (24/12/2009), menanggapi perseteruan pekerja infotainment dengan artis Luna Maya.

Dia mengatakan, jika ada suatu hal berimplikasi pada wilayah publik dan masyarakat akan rugi ketika tidak mengetahui berita tersebut, maka hal itu harus diberitakan. Namun, jika tidak berimplikasi pada kepentingan publik, maka hal itu tidak perlu masuk ke wilayah pribadi seseorang.

"Kesalahan fatal infotainment adalah ketika melakukan proses liputan. Pekerja infotainment sering kurang menghargai atau menghormati narasumber," kata dosen Jurusan Ilmu Komunikasi UMY itu.

Menurut Fajar, narasumber mempunyai hak untuk menolak bicara atau
mengatakan off the record ketika diminta menanggapi suatu persoalan yang menyangkut dirinya atau keluarganya.

"Namun, ketika ada narasumber yang bersikap seperti itu, kemudian dicap tidak kooperatif, tidak menghargai profesi mereka, dan tidak menghargai hak publik untuk tahu, ini yang keliru," katanya.

Berkaitan dengan perseteruan pekerja infotainment dengan Luna Maya, Fajar mengatakan, kedua pihak sebaiknya bersikap lebih dewasa dengan mengupayakan penyelesaian melalui jalan damai atau dengan mediasi Dewan Pers.

"Di era keterbukaan seperti saat ini, citizen journalism membuat semua orang bisa menjadi jurnalis. Tentunya para wartawan harus lebih berhati-hati dalam mencari dan melaporkan sebuah berita," katanya.

Menurut Fajar, dengan munculnya berbagai media baru, wartawan perlu lebih berhati-hati dalam proses peliputan dan pelaporan berita. Sekarang hak jawab masyarakat menjadi lebih luas, tidak sekadar terbatas pada media yang bersangkutan, tetapi berkembang pada media sosial.

"Media-media, seperti Twitter, Facebook, dan blog, bisa menjadi media untuk masyarakat mengungkapkan hak jawab mereka," kata Fajar Junaedi.[kompas.com]
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERITA -BERITA PILIHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger