Home » » Ilmuwan Spanyol Teliti Kaligrafi Istana Alhambra

Ilmuwan Spanyol Teliti Kaligrafi Istana Alhambra

Written By admin on Wednesday, April 8, 2009 | 10:45 PM

Selama berabad-abad lamanya, para peneliti dibuat heran dengan makna yang tersirat di balik ukiran-ukiran (kaligrafi) di dinding dan di langit-langit Istana Alhambra.

Sekarang para peneliti tengah berusaha membuat katalog dan menguraikan maksud dari ukiran yang menghiasi tempat pariwisata yang paling sering dikunjungi di Spanyol itu.

"Sepertinya sangat tidak masuk akal bahwa di abad 21 seperti ini belum ada katalog lengkap yang menjelaskan ukiran-ukiran Islam ini,"demikian dinyatakan Juan Castilla, seorang penyidik kajian Arab di Dewan Peneliti Ilmiah di Spanyol, kepada AFP sebagaimana dilansir Islamonline (6/4).

Ukiran "Tidak ada pemenang selain Allah" merupakan frase yang paling sering dijumpai di dinding.

"Ungkapan itu diulang ratusan kali," ujar Castilla yang juga merupakan pengarah dalam penelitian kali ini.

Frase tersebut merupakan motto dari Dinasti Nasrid yang memerintah Granada di Andalusia sejak 1238 sampai dengan pendudukan tentara Spanyol pada 1492.

Pesan selanjutnya yang sering muncul pada ukiran-ukiran tersebut adalah "kebahagiaan abadi", yang merupakan ungkapan pengharapan kepada Allah bagi para penguasa di Granada.

Ukiran-ukiran lainnya terdiri dari pesan atau pepatah yang mewujudkan sebuah kebenaran yang menyeluruh, seperti "Bersedikitlah dalam berkata-kata, maka kau akan merasakan kedamaian" dan "bersyukurlah dalam kesenangan, karena Allah selalu menolongmu."

Sampai sekarang, hanya ada sedikit kajian mengenai hal-hal yang dimaksud dalam ukiran tersebut.

Permata Eropa

Saat ini, para peneliti tengah mencari maksud dari ukiran tersebut dengan menggunakan teknologi modern seperti kamera digital dan pemindai laser tiga dimensi. Teknologi tersebut memungkinkan para peneliti membaca ukiran-ukiran tersebut tanpa harus menyentuhnya.

Banyak dari kaligrafi di istana Alhambra yang terukir di tiang-tiang penyangga sehingga sulit dibaca dengan mata telanjang dari bawah.

Hal lain yang tidak kalah beratnya bahwa para pengukir Islam di masa itu menggunakan tulisan kursif yang cukup sukar dibaca.

Para peneliti berharap dapat menyelesaikan katalog yang berisi paling tidak 65 persen dari ukiran-ukiran kaligrafi yang menghiasai Alhambra dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Spanyol pada akhir tahun ini. Diharapkan selesai pada tahun 2011.

Setelah itu, hasil terjemahan dalam bahasa Spanyol tersebut akan diterjemahkan pula ke dalam bahasa Inggris dan Perancis.

Sejak penelitian tersebut dilakukan pada 2002, sudah ada sekitar 3.116 dari 10.000 ukiran kaligrafi yang sudah berhasil diketahui maksudnya.

Istana Alhambra dibangun pada abad ke-13 di bagian selatan Granada. Istana tersebut merupakan permata bagi Eropa dari arsitektur Islam. Kini, istana tersebut menjadi pusat pariwisata Spanyol yang paling menyedot perhatian.

Sejak tahun 1236 M, kekuasaan Islam di Spanyol kian melemah. Wilayah Muslim yang semula meliputi hampir seluruh semenanjung Iberia, hanya tersisa wilayah Granada di bawah kekuasaan Muhammad ibn Alhamar.

Pada tahun 1497 Kerajaan Islam Granada rubuh oleh tentara gabungan kerajaan Aragon dan Castilla (Isabella-Ferdinand). Mereka mengusir orang-orang Islam untuk keluar dari bumi semenanjung.

Raja terakhir dinasti Muslim, Abu Abdillah (Boabdil), dikisahkan meninggalkan Granada dengan air mata berlinang. Ia juga dipaksa untuk meyerahkan istana Alhambra kepada pihak Kristen-Spanyol.

Istana Alhambra didaftarkan oleh Unesco sebagai salah satu warisan dunia. Pada 2008, istana warisan Islam tersebut dikunjungi oleh sekitar 3,1 juta wisatawan.


sumber :[iol/L2&atj/www.hidayatullah.com]

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERITA -BERITA PILIHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger