Latest Post
Showing posts with label Amerika. Show all posts
Showing posts with label Amerika. Show all posts

WikiLeaks Bocorkan Bualan Israel di Balik Palestina

Written By admin on Wednesday, July 4, 2012 | 6:43 PM

TEL AVIV  – Sebuah potret komentar di balik layar tentang isu-isu Palestina dirinci dalam serangkaian laporan koran Israel mengenai dokumen non-publik AS yang dimulai minggu lalu.
Kabel itu dirilis oleh pendiri website pembocor WikiLeaks Julian Assange pada koran Israel beberapa minggu terakhir. Cerita-cerita itu mulai diterbitkan pada hari Rabu (4/5) tapi segera tersingkirkan dalam agenda berita oleh meningkatnya kekerasan Israel di Gaza.
Laporan diplomatik itu mencantumkan bualan-bualan ke pejabat AS dari petinggi Israel, di parlemen, militer, dan gerakan pemukiman.
Kabel itu memperlihatkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengkritik Presiden Mahmoud Abbas di bulan November 2009 karena "ngambek", menyatakan dalam percakapan dengan sekelompok legislator AS bahwa ngambek bukan sebuah kebijakan yang bagus.
Laporan itu melanjutkan, "Perdana menteri juga menuduh Palestina mengeksploitasi stereotip bahwa Netanyahu adalah seorang penghalang perdamaian, meskipun dia telah banyak bergerak ke arah mereka."
Netanyahu mengeluh bahwa dia telah mendukung solusi dua pihak, menghapus pembatasan pergerakan di Tepi Barat, dan melunakkan pembangunan pemukiman dengan sedikit respon.
"Apa yang telah mereka (Palestina) lakukan?" keluh perdana menteri. "Persyaratan di atas persyaratan."
Tepat sebelum Netanyahu menjabat di bulan Maret 2009, Perdana Menteri Ehud Olmert saat itu memberikan evaluasi yang berbeda terhadap para pemimpin Palestina, juga bertemu dengan anggota Kongres AS.
Abbas tidak seperti Arafat, kabel itu mengutipnya mengatakan, "Arafat adalah pembunuh, tapi Abbas adalah ‘orang yang menyenangkan’."
Abbas dan perdana menteri Israel menghabiskan banyak waktu dalam "pembicaraan yang menyenangkan," ujar Olmert.
Mayoritas pemilih Abbas di tahun 2005 memberinya kewenangan, tapi dia tidak menggunakannya, menurut opini Olmert.
"Namun, pengurus Perdana Menteri Salam Fayyad adalah seorang manajer yang baik, bukan politisi," ujar Olmert.
Ditanya nasihat apa yang akan diberikan Olmert pada penerusnya, dia mengatakan tidak mau mempermalukan Netanyahu, memperhatikan bahwa penerusnya akan memberikan ide-idenya pada Abbas tapi presiden mungkin akan mengabaikannya.
Serangkaian pengungkapan itu didasarkan pada 10,000 kabel yang terkait dengan Israel, termasuk dokumen dari kedutaan AS di Tel Aviv dan konsulat di Yerusalem, yang mengandung beberapa informasi militer paling sensitif, menurut koran The Guardian.
Gelombang pertama dokumen yang bocor disebarkan di media internasional pada bulan November 2010, setelah mana Netanyahu mengatakan bahwa "Israel tidak terganggu sama sekali dengan publikasi di WikiLeaks."
Assange mengatakan pada Al Jazeera di bulan Desember 2010 bahwa dia memiliki 2,500 arsip terkait ke Mossad, badan intelijen Israel.

Gereja AS Terguncang!! Lebih dari 200 pemimpin Gereja di As Pilih Murtad

Written By admin on Wednesday, June 27, 2012 | 12:30 PM

Lebih dari 200 pemimpin gereja di seluruh negeri di Amerika Serikat menyatakan sudah tidak percaya kepada Tuhan, membuang iman kristiani dan tak mau lagi membaca Alkitab (Bibel). Sebagian mereka mengumumkan kepada publik, tapi sebagian memilih untuk merahasiakannya agar bisa melayani gereja, meskipun mereka tidak lagi percaya dengan apa yang mereka khotbahkan.

Mike Aus, pendeta di wilayah Houston, menjadi pendeta yang pertama kali mengumumkan keputusannya ke publik.

Pendeta di Gereja Theophilus di Katy itu mengumumkan keputusannya untuk menjadi ateis dalam suatu acara televisi Minggu pagi di MSNBC.


...Hardly anyone reads the Bible. If they did, the whole thing would be in trouble...

“Hardly anyone reads the Bible. If they did, the whole thing would be in trouble,” ujar Pendeta Aus dalam acara ‘Up with Chris Hayes,’ salah satu program MNSBC. (Hampir tidak ada orang yang membaca Alkitab. Jika mereka membacanya, maka semuanya akan berada dalam masalah).

Jemaat-jemaat di Gereja Theophilus sendiri, kepada Local 2, mengaku tidak tahu apa-apa tentang perubahan kepercayaan Aus sampai ia mengumumkannya sendiri melalui siaran televisi itu.

“Apakah Anda akan berkhotbah Minggu depan?” tanya Chris Hayes, pemandu acara tersebut.

“Saya akan kembali minggu depan dan bertemu dengan atasan Saya untuk membicarakan bagaimana selanjutnya. Kita lihat saja nanti,” tukas Aus. ...Hampir tidak ada orang yang membaca Alkitab. Jika mereka membacanya, maka semuanya akan berada dalam masalah...

Aus adalah seorang pendeta Lutheran yang telah berkhotbah di gereja selama hampir 20 tahun. Sekarang, ia justru mengatakan tidak lagi percaya kepada pesan-pesan yang telah dikhotbahkannya itu. Ia pun telah menolak permintaan wawancara dari Local 2. Menurutnya, ia telah kehilangan imannya.

“Ketika saya mulai membuang iman saya, saya pun menyadari belakangan ini bahwa tidak banyak yang harus saya tinggalkan,” tegas Aus.

Dampak pernyataan Aus sangat dirasakan oleh gerejanya yang beranggotakan sekitar 80 orang. Sepekan setelah pengumumannya, gerejanya pun dibubarkan. Jemaatnya tidak mau berbicara lagi dengan Local 2, tetapi mereka mengatakan bahwa pendeta mereka telah menghancurkan mereka.

“Ketika seorang pendeta muncul dan berkata, ‘Saya tidak lagi beriman,’ maka itu akan mengguncangkan dunia mereka. Jemaat melihat pendeta sebagai superhero spiritual,” kata Dr Keith Jenkins, seorang pendeta Methodist, mantan presiden Houston Graduate School of Theology.

Menurut Jenkins, banyak pemimpin gereja yang bertanya-tanya dan kemudian kehilangan iman mereka, tapi belum pernah ada sebelumnya yang kemudian menjadi fenomena umum.

Para pendeta, pelayan dan pemimpin gereja yang tidak lagi percaya Tuhan itu telah membentuk kelompok pertemuan rahasia melalui situs clergyproject.com. Menurut mereka, jumlah anggota yang ada sekarang telah mencapai 240 orang. Beberapa di antaranya, seperti Aus, telah terang-terangan mempublikasikan keputusan mereka. Sementara, pada umumnya memilih untuk merahasiakannya.

Mereka yang memilih untuk merahasiakan keputusan mereka, tetap aktif melayani di gereja-gereja dan lembaga-lembaga pelayanan, meskipun mereka tidak lagi percaya dengan apa yang mereka khotbahkan.

“Saya yakin, ada banyak pendeta yang aktif melayani di gereja-gereja, tetapi sedang mengalami krisis iman dan bahkan kehilangan iman mereka, tetapi mereka belum keluar karena memikirkan kehidupan mereka,” kata Jenkins.

“Mereka harus segera mengambil keputusan. Mereka tidak perlu tetap bertahan dalam gereja kemudian menggunakan posisi mereka sebagai pendeta dan mencoba mempengaruhi yang lain.”

Sekjen PBB Kecewa Israel Sahkan Pos Permukiman di Tepi Barat

Written By admin on Monday, May 14, 2012 | 2:28 PM

Metrotvnews.com, New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon mengaku sangat khawatir atas keputusan Israel melegalkan status tiga pos permukiman terluar di Tepi Barat. Ia menyebut itu sebagai tindakan ilegal yang melanggar hukum internasional.

Pernyataan itu dikeluarkan juru bicara Ban Ki-moon di Markas Besar PBB, New York, Selasa (24/4). Israel melalui kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan telah melegalkan status tiga pos permukiman terluar, yaitu Bruchin dan Rechelim di bagian utara Tepi Barat serta Sansana di bagian selatan.

Pada pertemuan sehari sebelumnya (Senin, 23/4), Komite Menteri Israel memutuskan melegalkan status tiga komunitas yang didirikan tahun 1990-an. Tiga pos terdepan, Bruchin, Rechelim dan Sansana, tidak memiliki status hukum Israel sejak permukiman itu dibangun.

Ban menekankan, semua kegiatan pembangunan permukiman oleh Israel merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Itu bertentangan dengan kewajiban yang harus dijalankan Israel, seperti yang digariskan dalam Peta Jalan. "Juga bertentangan dengan seruan-seruan yang disuarakan oleh Kuartet kepada pihak-pihak (terkait) untuk tidak melakukan tindakan provokatif," kata Ban mengingatkan. (ant/DOR)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERITA -BERITA PILIHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger