Latest Post
Showing posts with label Tantangan Muslim. Show all posts
Showing posts with label Tantangan Muslim. Show all posts

Terungkap Ada Materi Kuliah di Militer AS,Menempatkan Islam sebagai Musuh

Written By admin on Saturday, May 12, 2012 | 10:29 AM



 Media AS yang mengungkapkankan pertama kali adalah  majalah teknologi terkemuka, Wired, mengulas temuan dan doktrin mengerikan materi tersebut dalam rubrik Danger Room. Hasutan, tuduhan dan kebencian menjadi bahan presentasi kuliah di Kampus Militer AS hampir dua tahun ini


 Mata kuliah yang menyusupkan ajaran bahwa musuh mereka adalah Islam telah menjadi pelajaran wajib.

Mata kuliah yang disebut 'Perspectives on Islam and Islamic Radicalism' telah diajarkan sekitar lima kali dalam setahun sejak 2004, dengan sekitar 20 siswa dalam tiap pertemuan.
Ini berarti sekitar 800 siswa telah mengambil mata kuliah ini selama bertahun-tahun sebelum akhirnya dihentikan April lalu menyusul adanya aksi protes.



Militer AS mengajarkan anggotanya bahwa 'perang total' terhadap dunia Muslim dengan 1,4 milyar pemeluk diperlukan untuk melindungi Amerika dari teroris Islam, begitu isi dokumen yang dirilis oleh Danger Room, rubrik majalah teknologi terkemuka, Wired. Salah satu di antara opsi konflik ialah menggunakan pelajaran 'Hiroshima', untuk menghapus seluruh kota-kota Islam dalam sekali pukul, menyerang 'populasi sipil di mana pun diperlukan'

Penggalan materi pelatihan AS tersebut diulas di situs Majalah Wired, Kamis (10/5). Materi itu, pertama kali dilaporkan oleh Danger Room bulan lalu dan kini telah berada di tangan Departemen Pertahanan (DOD) Amerika dan dibatalkan penyebarannya oleh para perwira militer di Pentagon. Namun, detail dan kelas-kelas dan materi dalam ratusan halaman serta dokumen referensi terlanjur diberikan kepada anggota militer.




Informasi lebih lanjut, sekomplotan orang yang menyebut diri pakar terorisme berupaya mencari jalan memasuki militer, intelijen dan komunitas aparat hukum AS, mencoba meyakinkan siapa pun bahwa musuh teroris nyata AS bukanlah Alqaidah, melaikan keyakinan Islam itu sendiri. Dalam pelatihannya, Dooley membawa para pakar anti-Islam itu sebagai dosen tamu dan membawa argumen mereka sebagai kesimpulan akhir.

"Kini kita memahami bahwa tidak ada istilah 'Islam moderat," ujar Dooley dalam presentasi pada Juli 2011 seraya menyimpulkan pemahaman itu dalam manifesto musuh Amerika. "Karena itu waktu bagi Amerika Serikat untuk memperjelas tujuan. Ideologi barbar ini tak bisa lagi ditoleransi. Islam harus mengubah diri atau kita fasilitasi penghancuran diri mereka."

Dooley sejauh ini tak bisa dimintai komentarnya. Jurubicara Pasukan Gabungan, Steven Williams menolak untuk mendiskusikan presentasi Dooley atau statusnya dalam sekolah pendidikan tentara.
Namun saat ditanya apakah Dooley bertanggung jawab atas material pelatihan, ia menjawab, "Saya tak tahu apakah ia (Dooley) yang bertanggung jawab, seharusnya itu tanggung jawab komandan sekolah, yakni Mayor Jendral Joseph Ward. Dengan demikian jenderal bintang dua itu memilik potensi dihukum atas materi pelatihan mengejutkan itu.

Kembali menyoal presentasi pelatihan, Dooley juga memunculkan gagasan rencana perang empat fase untuk memaksa transformasi dalam Agama Islam. Fase ketiga disebutkan, 'Islam harus direduksi tak lebih dari status sebuah sekte' dan Arab Saudi mesti diancam dengan bencana kelaparan. Saran itu dianggap ironis mengingat dalam berita-berita terkini menyebut intelijen Arab Saudi justru membantu membongkar plot terorisme."

Tak berhenti sampai di situ, Dooley mengatakan hukum internasional yang melindungi warga sipil di era perang tak lagi relevan. Tujuannya, agar terbuka kemungkinan untuk menerapkan cara terdahulu di Dresden, Tokyo, Hiroshima dan Nagasaki, terhadap kota-kota tersuci Islam, menghancurkan Makkah dan Madinah.

''Mereka (Muslim) membenci segala hal tentang kamu (warga Amerika) dan tidak akan mau hidup berdampingan dengan kamu hingga kamu lenyap,'' ungkap sang instruktur, Letkol Matthew Dooley dalam sebuah presentasi Juli 2011 lalu, seperti dilaporkan AP.


Saat menyampaikan kuliahnya di Kampus Militer Gabungan AS, Letnan Kolonel Matthew A Dooley, memang selalu menambahkan peringatan bahwa pandangannya 'bukanlah Kebijakan Resmi Pemerintah Amerika Serikat'. Pandangan tadi, dalihnya, dimaksukan untuk memunculkan diskusi dan pemikiran dinamis.
Namun ia mendidik rekan perwira militer yang ditugaskan oleh Obama. Materi tadi yang juga terdapat tudingan terhadap presiden menyiratkan bahwa pemimpin tertinggi militer AS, yakni Obama ialah semacam pengkhianat.

"Menurut perkiraan konservatif, 10 persen dunia Muslim, berarti 140 juta orang, membenci apa pun pandangan yang Anda pegang dan tak bisa hidup berdampingan dengan anda kecuali anda masuk Islam," ujar Dooley. "Sumpah anda sebagai tentara profesional diuji disini, membuat anda harus membuat pilihan di sisi mana anda berdiri." Tak jelas apakah konsep 'perang total' Dooley juga berlaku pada rekan-rekan komandan muslim di militer AS.

Setelah para petinggi Pentagon memeriksa presentasi Dooley, perwira militer tertinggi, Kepala Militer AS, Jenderal Martin Dempsey, mengeluarkan perintah kepada setiap kepala militer dan komandan senior untuk menyingkirkan semua materi instruksi anti-Islam dan sejenisnya. Perintah dikeluarkan Dempsey menyusul instruksi Gedung Putih kepada seluruh departemen keamanan pemerintahan, baik militer dan sipil, untuk mengubah materi pelatihan kontraterorisme usai mengkaji materi FBI yang memburukkan Islam.

Ketika perintah itu dikeluarkan, Dooley hampir dua tahun menyajikan materi visi apokaliptik perang agama global. Letnan Jendral, George Flynn, deputi pendidikan bawahan Dempsey, memerintahkan investigasi bagaimana tepatnya Dooley bisa lolos dengan materi presentasi semacam itu di kuliah resmi Departemen Pertahanan. Hasil penyelidikan itu akan dievaluasi pada 24 Mei nanti.

Ironisnya, Dooley dan para dosen tamu pilihannya telah melukiskan gambaran mengerikan atas barisan ekstremisme Islam. Padahal, menengok pada sejumlah dokumen hasil sitaan di Abbottabad yang telah diungkap ke publik, Usamah justru frustasi dengan metode brutal sel-sel Alqaidah dan praktek penyerangan memakan banyak korban sipil tak berdosa. Taktik itu, menurut bin Ladin hanya membuat Alqaidah terasing dari mayoritas Muslim untuk mendukung perang Suci.

Lembaga pendidikan untuk para personel militer profesional itu menargetkan para pegawai pemerintah dan pejabat militer level menengah. Mereka mengajarkan berbagai topik terkait perencanaan dan eksekusi perang.

Letnan Kololonel Matthew A Dooley bergabung di Kampus Militer Gabungan AS pada Agustus 2010. Saat bertugas memberi pelatihan dalam kuliah berdurasi delapan pekan ia langsung memulai dengan dua bagian sejarah Islam yang disampaikan lewat berbagai presentasi. Kuliah itu dulu diberikan oleh mantan profesor sejarah West Point, David Fatua.

Begini ucapan Dooley ketika membuka kelasnya pertama kali. "Sayangnya, jika kita hanya mengandalkan itu, anda tak akan memiliki pandangan seimbang yang tepat. Anda pun tak memiliki pandangan akurat bagaimana Islam mengartikan dirinya." Beberapa pekan ke depan, ia mengundan tiga dosen tamu yang terkenal atas pandangan anti-Islamnya.

Mereka ialah tokoh-tokoh yang mendukung ideologi Dooley dan berulang kali menyatakan bahwa sebagian besar Muslim berbahaya karena secara alami mereka cenderung pada kekerasan. Pertama ialah Shireen Burki. Wanita ini pada pemilu AS 2008 silam menyatakan keras bahwa "Obama ialah kandidat impian bin Ladin,". Dalam kuliah yang ia sampaikan di Kampus Militer AS, ia menyajikan presentasi yang menyatakan Islam adalah Agama Imperialis dan Penakluk.

Dosen tamu kedua, Sthepen Coughlin, ialah sosok yang pernah membuat thesis kontroversial untuk gelar masternya pada 2007. Saat itu ia mengklaim bahwa pernyataan Presiden George W Bush untuk menjalin persahabatan dengan dunia Muslim memberi 'efek mengerikan' terhadap mereka yang diberi tugas mengidentifikasi doktrin musuh.

Coughlin kemudian melepaskan posisinya sebagai konsultan di Pasukan Gabungan namun ia terus memberikan kuliah di Kampus Perang Angkatan Laut dan juga di Kantor petugas lapangan FBI di Washington. Saat berbicara di kelas Dooley, Coughlin-lah yang menyimpulkan bahwa Alqaidah telah membantu  menggulingkan Husni Mubarak dan diktator Libya, Moammar Qaddafi. Semua tadi, ujarnya, ialah bagian skema dunia Islam untuk menaklukkan dunia. Ia juga mengejek mereka yang tidak melihat adanya plot ini sejelas dirinya dan menuduh mereka 'orang ruwet'.

Saat menyampaikan materinya, Coughlin memberi judul presentasinya. "Pemaksaan Hukum Islam--atau--Ini Bukanlah Robot yang Anda Cari!'

Kemudian sosok ketiga ialah mantan anggota FBI, John Guandolo, yang menulis di situs konspiratorial World Net Daily, tahun lalu, bahwa Obama ialah satu-satunya presiden AS terkini yang jatuh di bawah pengaruh ekstremis Islam.

"Tingkat penetrasi Islam dalam tiga pemerintahan terakhir begitu dalam," tuding Guandolo. Dalam materi acuannya untuk kuliah di Kampus Militer, Guandolo, tidak hanya berbicara mengenai Muslim saat ini sebagai musuh Barat. Ia juga menjustifikasi keberadaan tentara Salib, seraya menulis, bahwa mereka "dibentuk ratusan tahun lalu setelah serangan Musllim ke tanah Barat."

Makalah Guandolo berisi klaim bagaimana muslim bersikap mengelabui orang lain ketika 'kebenaran' disodorkan pada mereka berjudul, “Usual Responses from the Enemy When Presented With the Truth” (.pdf), menjadi salah satu materi utama. Tulisan itu dijadikan presentasi, dokumen, video, dan tautan web yang didistribusikan secara elektronik di kalangan mahasiswa Kampus Militer AS.

Tak hanya itu materi kontroversial lain ialah tulisan sarat tuduhan yang berbunyi “It is a permanent command in Islam for Muslims to hate and despise Jews and Christians”. Ada pula kuliah video dari mantan guru besar, saksi pembela di sejumlah sidang pemimpin Serbia yang didakwa melakukan kejahatan perang termasuk pembantaian Muslim. Materi lain berupa tautan di web berjudul “Watch Before This Is Pulled,” berisi tudingan dan klaim pembuktian bahwa Presiden Obama, pemimpin tertinggi militer AS, mengakui bahwa ia adalah muslim.



Pejabat militer AS memang telah memerintahkan untuk meninjau ulang penggunaan materi pelatihan tentara yang menggambarkan bahwa AS bukan berperang dengan Alqaidah melainkan melawan Islam. Materi kontroversi sarat dengan kebencian itu menuai keprihatinan.
Juru bicara Pentagon, Kapten John Kirby mengatakan peninjauan itu ialah bentuk tanggung jawab pemerintah bahwa AS tidak memerangi Islam melainkan terorisme. "Dari materi berjudul "Perspektif dan Radikalisme Islam" harus diakui bahwa AS seolah berperang melawan Islam. Padahal itu sama sekali tidak benar," ungkapnya. Kirby mengatakan Menteri Pertahanan, Leon Panetta juga merasa "keprihatinan mendalam" atas temuan itu.

Pemimpin Gabungan Kepala Staf, baru-baru ini memerintahkan milter AS untuk mengevaluasi ulang materi pelatihan militer dan memasitkan agar tak mengandung kebencian semacam, sebuah proses yang masih berlanjut. Namun, salah satu perwira yang memberikan pelatihan, Letnan Kolonel AD, Matthew A. Doley, sosok yang pertama kali membawakan materi kontroversi itu masih bertugas di Norfolk, Virginia, karena investigasi sedang dilakukan terhadap dirinya.
Ironisnya, sejumlah komandan, letnan kolonel, kapten dan kolonel yang dulu duduk di kelas Dolley mendengarkan materi penuh hasutan itu minggu demi minggu, kini sudah menyebar dan bertugas dengan jabatan lebih tinggi di kemiliteran AS.


SEKALI waktu, tengoklah status Facebook anakmu

Written By admin on Wednesday, November 23, 2011 | 11:17 AM


Oleh: Mohammad Fauzil Adhim 

SEKALI waktu, tengoklah status Facebookanakmu. Jelajahilah alam pikirannya. Pahamilah apa yang sedang terjadi padanya. Dan bersiap-siaplah untuk terkejut disebabkan apa yang berharga bagi hidupnya, membanggakan dirinya, menyenangkan hatinya dan menjadi keinginannya justru perkara yang kita membencinya. Mereka sangat berhasrat justru terhadap apa-apa yang kita ajarkan kepada mereka untuk menjauhi. Astaghfirullahal ‘adzim.

Sekali saat, periksalah status Facebook anak-anakmu. Ketahuilah apa yang sedang berkecamuk dalam dirinya. Rasakan apa yang menjadi keinginan kuatnya. Rasakan pula yang membuatnya terkagum-kagum. Dan bersiap-siaplah untuk terperangah jika anak-anak itu lebih fasih mengucapkan kalimat-kalimat yang tak berharga, ucapan yang tak bernilai, pembicaraan yang mendekatkan kepada maksiat, dan bahkan ada yang mendekati kekufuran. Mereka berbicara kepada kita dengan bahasa yang kita inginkan, tetapi mereka membuka dirinya kepada manusia di seluruh dunia dengan perkataan-perkataan ingkar. Mereka menyiarkan keburukan dirinya sendiri, tetapi mereka tidak menyadarinya. Astaghfirullahal ‘adzim.


Kalau suatu saat ada kesempatan, cermatilah apa yang ditulis oleh anakmu, gambar apa yang ditampilkan dan siapa yang dielu-elukan di Facebooknya. Sadari apa yang telah terjadi dan sedang terjadi pada diri mereka. Ketahui perubahan apa yang menerpa jiwa mereka. Dan bersiaplah untuk terkejut bahwa apa yang tampak di depan mata tak selalu sama dengan apa yang terjadi di belakang kita. Mereka bisa bertutur tentang keshalihan karena berharap terhindar dari kedukaan atau bahkan kemurkaan kita. Tetapi diFacebook, mereka merasa merdeka mengungkapkan apa pun yang menjadi kegelisahan, keinginannya dan kebanggaannya yang benar-benar terlahir dari dalam diri mereka.

Beberapa waktu saya memeriksa akun Facebook anak-anak SDIT, alumni SDIT dan mereka yang masih belajar di SMPIT maupun SMAIT. Hasilnya? Sangat mengejutkan. Harapan saya tentang isi pembicaraan anak-anak yang telah memperoleh tempaan bertahun-tahun di sekolah Islam terpadu itu atau yang sejenis dengannya adalah sosok anak-anak yang hidup jiwanya, cerdas akalnya, tajam pikirannya dan jernih hatinya. Tetapi ternyata saya harus terkejut. Sekolah-sekolah Islam itu ternyata hanya mampu menyentuh fisiknya, tetapi bukan jiwanya. Betapa sedih ketika melihat anak-anak yang dulu jilbabnya besar berkibar-kibar, hanya beberapa bulan sesudah lulus dari SDIT atau SMPIT, sudah berganti dengan busana yang menampakkan auratnya dan ia perlihatkan kepada orang lain melalui foto-foto yang mereka pajang di Facebook.

Tentu saja saya tidak dapat mengatakan bahwa pendidikan Islam terpadu, integral atau apa pun istilahnya telah gagal total. Tetapi apa yang dapat dengan mudah kita telusuri dari tulisan mereka di Facebook maupun media sosial lainnya memberi gambaran betapa kita perlu berbenah dengan segera. Selagi aqidah, akhlak dan secara umum agama ini hanya kita sampaikan secara kognitif, maka tak banyak perubahan yang dapat kita harapkan. Jika yang kita berikan adalah pelajaran tentang agama, dan bukan pendidikan beragama yang dikuati oleh budaya karakter yang kuat di sekolah, maka anak-anak itu mampu berbicara agama dengan fasih tapi tidak menjiwai. Tak ada kebanggaan pada diri mereka terhadap apa-apa yang datang dari agama; apa-apa yang menjadi tuntunan Allah Ta’ala dan rasul-Nya.

Astaghfirullahal ‘adzim. Na’udzubillahi min dzaalik.

Lalu apa yang merisaukan dari anak-anak itu? Sekurangnya ada tiga hal. Pertama, cara mereka berbahasa. Ini menggambarkan alam berpikir sekaligus kesehatan mental mereka. Kedua, sosok yang mereka banggakan dan mereka elu-elukan kehadirannya maupun tingkah-lakunya. Sosok yang menjadi panutan (role model). Ketiga, nilai-nilai dan keyakinan yang mereka banggakan sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku mereka, meskipun tak tampak di mata orangtua dan guru.

Betapa Mengenaskan Bahasa Mereka

Salah satu kelebihan Bani Sa’diyah adalah kefasihannya berbahasa. Kepada Halimah dari Bani Sa’diyah Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam disusukan, sehingga masa kecilnya memperoleh pengalaman berbahasa yang baik. Tampaknya sepele, tetapi bagaimana kita berbahasa sangat mempengaruhi pertumbuhan mental dan perkembangan cara berpikir.
Adalah Alfred Korzybski, ahli semantik asal Rusia yang menunjukkan bahwa cara berbahasa yang salah berhubungan erat dengan mental yang sakit pada masyarakat. Terlebih jika kesalahan serius dalam berbahasa itu secara intens dilakukan oleh seseorang, utamanya lagi yang masih dalam tahap perkembangan sangat menentukan, yakni anak atau remaja. Dan kondisi mengenaskan inilah yang sedang terjadi pada anak-anak kita; dalam pergaulan dan terutama terlihat dari SMS maupun status facebook mereka.

Mari kita ingat kembali ketika Lev Vygotsky, seorang psikolog yang juga asal Rusia. Ia menunjukkan bahwa apa pun kecerdasan yang ingin kita bangun, kuncinya adalah bahasa. Ia juga menunjukkan betapa erat kaitan antara bahasa dan pemikiran. Penggunaan bahasa mempengaruhi cara berpikir. Siapa diri kita tercermin dari bagaimana kita berbahasa. Sebaliknya, cara kita berbahasa akan berpengaruh besar terhadap diri kita.

Nah, lalu apa yang bisa kita katakan terhadap anak-anak yang berbahasa alay dan berbicara dengan perkataan yang tak berguna penuh sampah? Sungguh, tengoklah status Facebook dan SMS mereka. Dan bersiaplah terkejut dengan apa yang terjadi pada diri mereka. Khawatirilah apa yang akan terjadi pada diri mereka di masa-masa mendatang.

Astaghfirullah. Laa ilaaha illa Anta subhanaKa ini kuntu minazh-zhaalimin.

Bukan Rasulullah Saw. yang Mereka Kagumi

Cara berbahasa mempengaruhi apa yang berharga dan apa yang tidak. Sulit bagi seseorang untuk mengagumi dan menjadikan seseorang yang cara berbahasanya sangat berbeda –apalagi bertolak-belakang—sedang sosok yang ingin mereka tiru, mereka banggakan dan mereka pelajari kehidupannya. Maka jangan heran jika mereka lebih terharu-biru oleh Justin Bieber daripada para shahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in. Jangan terkejut pula jika Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam justru sosok yang sangat asing bagi mereka. Ironisnya, anak-anak yang seperti itu justru banyak lahir dari lembaga-lembaga Islam; sejak jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Apa pengaruhnya? Jika Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam yang menjadi sosok panutan (role model) yang mereka banggakan, maka mereka akan berusaha untuk mempelajari jejak-jejaknya, mengingati kata-katanya dan mencoba melaksanakan apa yang mereka mampu dalam hidupnya. Mereka juga bangga terhadap orang yang meniru sosok panutannya. Itu juga berarti, jika sosok panutan mereka adalah Justin Bieber atau Lady Gaga, maka atribut, kata-kata dan segala hal yang berkait dengan mereka akan mereka buru dengan penuh kebanggaan. Mereka juga berusaha mengidentifikasikan diri dengan sosok panutannya.

Na’udzubillahi min dzaalik. Laa haula wa laa quwwata illa biLlah.

Pacaran Online Pun Terjadi

Maka, jangan terkejut jika anak-anak alumni SDIT yang masih belajar di SMPIT atau sekolah Islam sejenis justru amat liar pikirannya. Jangan terkejut juga jika menemukan anak seorang ustadz asyik pacaran online, mengungkapkan perasaan yang tidak sepatutnya ia ungkapkan kepada lawan jenis, apalagi membiarkannya diketahui oleh orang banyak. Sungguh, kemaksiatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi lebih ringan nilainya dibanding kemaksiatan yang ia umumkan sendiri.

Ingin sekali berbincang lebih panjang. Tetapi tak tega rasanya berbicara blak-blakan tentang masalah ini.

Semoga catatan sederhana ini dapat menjadi pengingat untuk kita semua. Semoga Allah mudahkan kita menempuh kebaikan. Semoga pula Allah Ta’ala menjaga iman kita dan anak-anak kita.

Sebelum kita akhiri perbincangan ini, mari sejenak kita ingat firman Allah ‘Azza wa Jalla:
ูˆَู„ْูŠَุฎْุดَ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู„َูˆْ ุชَุฑَูƒُูˆุงْ ู…ِู†ْ ุฎَู„ْูِู‡ِู…ْ ุฐُุฑِّูŠَّุฉً ุถِุนَุงูุงً ุฎَุงูُูˆุงْ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูَู„ْูŠَุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„ّู‡َ ูˆَู„ْูŠَู‚ُูˆู„ُูˆุงْ ู‚َูˆْู„ุงً ุณَุฏِูŠุฏุงً  
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisaa’, 4: 9).

Wallahu a’lam bishawab
Muhammad Fauzil Adhimpenulis buku-buku parenting

Sumber : Hidayatullah.com

Menengok Kampung Muslim Ambon pasca Kerusuhan 11 september 2011

Written By admin on Tuesday, September 27, 2011 | 11:11 AM

AMBON – Sepuluh hari pasca insiden Ambon 9/11, aparat dan media gencar memberitakan Ambon sudah kondusif, tanpa memberitakan nasib para pengungsi yang tak menentu. Warga menyayangkan berita yang tak seimbang, karena meski sudah kondusif, ribuan pengungsi itu tak bisa menempati rumahnya yang telah menjadi puing-puing, sebelum dibersihkan dan direnovasi.
Warga yang paling merasakan penderitaan akibat konflik dengan massa Salibis 9/11 (baca: 9 September 2011), adalah masyarakat Muslim di Kampung Waringin Ambon. Selama lima jam, seratusan warga Muslim bertahan mati-matian menghadapi serbuan ribuan massa Salibis, tanpa ada pengamanan dari kepolisian.


Saat kejadian, usai shalat ashar pada Ahad (11/9/2011), dalam bentrokan massa Muslim dan Kristen, karena massa kalah banyak, maka massa Muslim pun mundur sampai ke Kampung Waringin.
Kepada voa-islam.com, seorang tokoh pemuda Waringin yang tidak ingin dituliskan namanya dengan alasan keamanan, menyayangkan absennya aparat keamanan saat insiden penyerangan. Menurut pria yang berada di lokasi saat kejadian 9/11, saat insiden pecah tidak ada satupun aparat yang berjaga di perbatasan kedua belah pihak khususnya kepolisian. “Tak satu pun aparat yang datang, padahal jarak Polres cuma 200 meter dari kampung Waringin. Tapi mereka baru datang 5 jam kemudian, setelah Kampung Waringin hangus dibakar massa Kristen,” geramnya, Rabu (21/9/2011).
Malam kelabu, ratusan rumah beserta harta dan seluruh isinya di kampung Islam dibakar Salibis dalam insiden 11/9.
Karena aparat absen, maka seratusan warga Muslim bertahan mati-matian mempertahankan Kampung Waringin. Tapi jumlah massa yang jauh tidak seimbang, sehingga jebollah pertahanan pemuda Muslim di tangan ribuan perusuh Kristen yang datang dari arah timur dan selatan. Warga Muslim pun dipukul mundur ke gedung telkom di sebelah kampung Waringin. Saat itulah pembakaran masjid dan ratusan rumah di kampung Waringin dilakukan dengan beringas sambil meneriakkan kalimat-kalimat SARA (yang tak pantas dituliskan di sini, red.)
Satu-satunya masjid jami' di perkampungan Islam, kampung Waringin Ambon, jadi sasaran pembakaran dalam serangan pihak Salibis, Ahad (12/09/2011).
Yang lebih menyakitkan, ujarnya, pada saat yang sama aparat kepolisian sangat sigap mengamankan wilayah Kristen saat kerusuhan, meski lokasinya sangat jauh dari Polres. “Di titik lain, saat wilayah Kristen yang jaraknya lebih jauh dari Polres terancam, belum setengah jam aparat sudah datang. “Kami minta perhatian dari aparat Polres dan Polda Maluku terhadap kampung Waringin ini, kami minta aparat membuat pos pengamanan tetap di sini,” ujarnya.
198 unit rumah warga Muslim yang dirusak dan dibakar perusuh Salibis dalam serangan 11/9
Tokoh pemuda kampung Muslim ini menambahkan, penyerangan dan pembakaran Kampung Waringin Ambon 9/11 ini bukan yang pertama dilakukan oleh perusuh Kristen. Kampung Muslim ini sudah menjadi langganan penyerangan sejak kerusuhan pertama tahun 1999.
“Ini sudah kali ketiga Kampung Waringin dibakar sejak kerusuhan pertama 1999 lalu, kami tidak ingin kejadian semacam ini terus terulang kembali,” jelasnya dengan mata berkaca-kaca.
Meski terus-menerus diintimidasi dan rumahnya berkali-kali dibakar, jelasnya, warga Muslim bertekad akan mempertahankan hak dan tanah kelahirannya. “Kami akan tetap bertahan di kampung Muslim tersebut apapun yang akan terjadi ini,” tutupnya dengan mata berkaca-kaca.
Berdasarkan pantauan voa-islam.com, pasca insiden 9/11, sebanyak 160 rumah warga Kampung Waringin dibakar perusuh Kristen dan 38 rumah tidak dibakar tapi dirusak. Akibat kerusuhan itu, 376 KK yang terdiri dari 1.382 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat lain, dengan rincian: warga RT 001/03 sebanyak 80 KK (320 jiwa), warga RT 002/03 88 KK (280 jiwa), warga RT 003/03 sebanyak 102 KK (402 jiwa), dan warga RT 004/03 106 KK 380 jiwa. Lokasi pengungsian antara lain: SD 30, SD 29, SD 68 silale, kompleks THR, Masjid Jami', Masjid Al-Fatah dan rumah keluarga yg tidak terbakar.
Almarhum Syahroni Elly, gugur diterjang timah panas saat insiden 9/11. Luka peluru tembus dari dagu hingga belakang kepala, mengenai otak.
Dalam kerusuhan tersebut, delapan orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Rata-rata warga kampung Waringin terluka di akibat lemparan batu dan terkena mimis (peluru senapan) dari perusuh Kristen.
Insiden ini bermula dari tewasnya Darmin Saiman di Gunung Nona, daerah perkampungan Kristen. Mayat tukang ojek Muslim ini ditemukan dalam kondisi tragis di tempat sampah, dengan luka tusuk di punggung, luka sayat di pundak, dan beberapa luka mengenaskan di wajah, kaki dan pinggang.
Ada bekas luka tusuk di punggung Darmin Saimin. Jika ia tewas kecelakaan atau menabrak pohon seperti kata media, mungkinkah pohon bisa melakukan penusukan?
Kaos putih Darmin yang berubah jadi merah bersimbah darah, dan adanya lubang bekas tusukan. Jika ia tewas kecelakaan sepeda motor, mungkinkah sepeda motor melakukan penusukan?
Meski jelas ada luka tusuk yang terlihat pada punggung dan tiga lapis bajunya, anehnya aparat dan Komnas HAM menyatakan Darmin tewas murni kecelakaan motor. [cuk/UP, ahmed widad/voa-islam]

Hati-Hati, Doktrin Islamophobia Merambah Majalah Anak-Anak.

Written By admin on Saturday, April 11, 2009 | 12:44 AM

Sebuah badan amal yang dibiayai pemerintah menjadi sorotan utama kemarin malam ketika sebuah majalah anak anak yang diterbitkannya beredar dengan cover depan bergambar kartun seorang Kristen Islamophobia yang menunjuk seorang gadis berjilbab sebagai teroris.

Dalam kartun tersebut, terlihat seorang anak laki laki dengan kalung salib yang berkata pada temannya bahwa seorang gadis Muslim berkerudung yang sedang tersenyum di depannya terlihat seperti seorang teroris.

Anak tersebut mendatanginya dan berteriak: ‘Hei, kamu, apa yang kamu sembunyikan di balik kerudungmu?’

Gadis itu menjawab bahwa kain yang dia kenakan tersebut disebut Jilbab dan itu adalah bagian dari ajaran agamanya, ‘sama seperti kalung salib yang kau kenakan’

Gadis tersebut kemudian terlihat sedang membela anak laki laki lainnya, yang sedang dipermainkan, dan terlihat bahwa tingkah lakunya terlihat sangat kontras dengan anak laki laki yang mengenakan kalung salib tersebut.

Kartun tersebut, yang berjudul Teguhlah Pada Apa Yang Kau Yakini, muncul dalam edisi terbaru Klic!, sebuah majalah triwulanan untuk anak berusia delapan hingga dua belas tahun.

Diterbitkan oleh ‘Who Cares? Trust’, badan amal tersebut berdiri pada tahun 1992, dengan deskripsi ‘majalah terbaik untuk anak anak’ tercetak pada sampulnya dan didistribusikan secara luas oleh dewan kota.

Badan amal tersebut menerima £100.000 dari Departemen Anak, Sekolah dan Keluarga, dipimpin oleh Ed Balls, pada 2007 dan 2008, dan menerima £80.000 tahun ini.

Meskipun kartun tersebut tidak secara gamblang merujuk kepada agama yang dianut anak laki laki tersebut, kartun tersebut telah membuat berang kelompok Kristen yang khawatir bahwa kartun tersebut akan mengirimkan pesan yang salah.

Mike Judge dari Institut Kristen,berkata, "Bagaimana dengan anak Kristen dalam masa asuhan yang membaca majalah ini? Bagaimana perasaan mereka dapat ketika dipandang sebagai Islamophobia yang berpikiran sempit?’

"Karikatur ini sangatlah ceroboh, gejala dari budaya sakit yang berpendapat bahwa memperolok atas nama keberagaman adalah hal yang wajar."

Philip Hollobone, Anggota Parlemen Kettering menyatakan, "Sangatlah disayangkan ketika anak yang menunjuk ke gadis berkerudung itu mengenakan salib".

"Anda pasti sangat sulit membayangkan jika peran dalam kartun tersebut dibalik bahwa gadis tersebut yang menunjuk ke orang lain."

Gary Streeter, Anggota Parlemen South West Devon, menyatakan bahwa parodi religius tersebut ‘tidak dapat diterima’, menambahkan, "Jika majalah tersebut dibiayai dengan menggunakan uang publik, penyelidikan lebih lanjut harus dilakukan dan majalah tersebut harus ditarik dari peredaran."

Namun kepala eksekutif Who Cares?Trust Natasha Finlayson menyatakan bahwa mereka tidak berniat menarik majalah tersebut karena ‘salib’ yang dimaksud hanyalah perhiasan ‘bling - bling’ milik rapper semata, dan tidak merujuk pada agama tertentu.

Dia menyatakan bahwa badan amal tersebut memang menerima beberapa komplain, namun mereka tetap menolak jika kartun tersebut dikatakan menghina Kristen.

"Saya sendiri juga seorang Kristen, jadi ketika seorang wanita menelpon kami, Saya berusaha membaca kembali komik tersebut dengan sudut pandangnya," Finlayson berkata.

‘Kami minta maaf karena dia tersinggung, namun saya tidak memiliki pandangan yang sama sepertinya. Ketika saya melihat kartun tersebut, saya tidak memikirkan bahwa karakter anak laki laki tersebut sebagai seorang Kristen karena saya melihat kalung tersebut hanya sebagai perhiasan biasa."

"Bagi saya kartun ini hanya sekedar bercerita cerita tentang seseorang yang memperolok orang lain dan bukannya diskriminasi agama."

Namun siapapun yang melihat dua orang dengan identitas agama yang berbeda melakukan penghujatan pastilah berpikir masalah yang tengah terjadi merupakan masalah agama.

Pesawat Baru Penyebar Injil

Kabarnya, pesawat desain baru ini merupakan “buah pertama” selama 11 tahun pencarian pesawat dengan biaya paling efisien untuk pelayanan yang lebih baik bagi agen-agen misionaris Kristen.

Perusahaan pembuatan pesawat Quest Aircraft Co. di Sandpoint, Idaho mengirimkan KODIAK 100 yang pertama dari generasi terbaru dari pesawat pengangkut yang diproduksi untuk MAF pada Kamis lalu.

Pesawat tersebut telah lama ditunggu-tunggu sebagai hasil dari pertukaran visi antara MAF dan Quest untuk mendesain sebuah pesawat terbang dengan bahan bakar jet yang lebih murah daripada bahan bakar gas (avgas), selain persediaannya juga lebih banyak.

Kebanyakan armada yang dimiliki MAF adalah Cessna 206 (C206), membutuhkan bahan bakar avgas yang persediaannya seringkali terbatas dan harganya mahal di daerah-daerah tempat kelompok misi beroperasi.

Selain itu juga, KODIAK 100 dapat membawa hampir dua kali muatan – seperti bantuan obat, makanan atau logistik untuk bencana melalui C206 dan juga akan membantu MAF dalam meningkatkan penyaluran secara dramatis, selain juga dapat memangkas biaya.

"Penerbangan, dalam banyak pandangan, merupakan hati dan jiwa untuk dapat menjangkau orang-orang yang tidak terjangkau di dunia,” ujar John Boyd, presiden sekaligus direktur utama MAF-USA.

Pesawat terbang bagi misionaris ini dapat membawa orang ke daerah-daerah yang tidak memiliki sarana jalan. Mereka dapat mengirimkan makanan, obat-obatan, dan persediaan lainnya ketika fasilitas jalan dianggap mustahil.

"KODIAK ini merupakan “buah pertama” dari hasil komitmen kerjasama, dan merupakan suatu mimpi menakjubkan yang menjadi kenyataan,” katanya. Sungguh tangan Tuhan turut bekerja keras di dalamnya. Pekerjaan-Nya akan terlaksana, karena kami telah dapat bekerjasama untuk membuat apa yang terjadi pada hari ini menjadi kenyataan.”

Pada beberapa tahun berikutnya, MAF akan mengganti 20 Cessna 206-nya dengan pesawat berbahan bakar jet, juga untuk KODIAK 100’s atau Cessna Caravan.

Keuntungan dari penjualan komersial pesawat udara akan mensubsidi sebagian biaya masing-masing ke-11 pesawat yang akan diproduksi. Ke-11 pesawat tersebut akan diberikan kepada organisasi nirlaba Kristiani dan organisasi penerbangan kemanusiaan.

Sebelas tahun lalu, MAF telah membantu dalam upaya pengumpulan dana dan penanaman modal guna terealisasinya pembuatan KODIAK 100.

Kelompok-kelompok misi penerbangan lainnya yang tergabung dalam MAF dalam penggalangan dana untuk dimulainya proyek Quest meliputi: Air Serv International, New Tribes Mission, Wycliffe Bible Translators JAARS, Mercy Air South Africa, Zululand Mission Air Transport, Misio’n Padamo, Proyek AmaZon, Gereja Advent Hari Ketujuh, Adventist World Aviation, Flying Mission, Moody Bible Institute, Samaritan Aviation, Arctic Barnabas Ministries, Christian Light Foundation, dan Asas de Socorro.

Di samping agen-agen misionaris, KODIAK 100 juga akan dipakai oleh kelompok-kelompok kemanusiaan dan operator penerbangan komersial bagi negara-negara tertinggal.

"Pesawat Quest dibuat untuk situasi sulit, penerbangan bagi negara tertinggal dalam mengoperasikan organisasi penerbangan misi di seluruh dunia berbasis “biaya,” ujar Paul Schaller, presiden sekaligus direktur utama Quest Aircraft Co.”Pengiriman pesawat bernomor seri SN0011 kepada MAF adalah yang pertama di antara beberapa pesawat yang didedikasikan untuk membantu orang-orang dalam penyebaran Injil.”

Penyerahan KODIAK 100 terbaru ini dilakukan dalam sebuah upacara resmi di depan publik bertempat di markas besar MAF di Nampa, Idaho, pada 2 Mei mendatang. Pesawat akan melakukan tur penerbangan ke beberapa kota pada musim panas ini, sebelum kemudian diangkut ke Papua, Indonesia, untuk tujuan pelayanan.

Didirikan pada 1945, MAF telah memberikan dukungan bantuan kepada kelompok-kelompok misionaris berupa transportasi untuk menjangkau lokasi-lokasi terpencil serta menyediakan ahli-ahli komunikasi, teknologi, dan pendidikan bagi orang-orang yang terisolasi di seluruh dunia.

Kelompok misi tersebut bekerjasama dengan lebih dari 1.000 organisasi Kristiani dan kemanusiaan yang memerlukan untuk dapat pergi ke daerah-daerah terisolasi di dunia. MAF, dengan 134 pesawat terbang pengangkut, melayani di 54 negara dan rata-rata melakukan 281 penerbangan lintas Afrika, Asia, Eurasia, dan Amerika Latin setiap hari.

sumber : [chtp/www.hidayatullah.com]

Waspadai Dendeng/Abon Sapi mengandung Babi

Written By admin on Thursday, April 2, 2009 | 10:59 PM

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dinas Peternakan Jawa Barat mengimbau masyarakat konsumen umum di Kota Bandung dan Kota Bogor, agar berhati-hati dalam membeli produk dendeng/abon. Imbauan itu dilontarkan terkait ditemukannya beberapa merek dendeng/abon, yang berdasarkan pengujian laboratorium ditemukan kandungan daging babi namun mencantumkan label halal pada kemasannya.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Peternakan Jabar H. Koesmayadie, didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan-Kesmavet, Nana M. Adnan, di Bandung, Selasa (24/3).

Koesmayadie mengatakan, ditemukannya produk dendeng/abon mengandung daging babi, setelah melalui pengujian rutin oleh Balai Penyidikan Penyakit Hewan dan Kesmavet (BPPHK) Cikole, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat.

Di Bandung mereka mengambil 31 sampel bakso sapi dan 15 sampel dendeng sapi dari Pasar Baru, Pasar Andir, Pasar Ujungberung, Pasar Antapani, Pasar Cicaheum, Pasar Cicadas, Pasar Kosambi, dan Pasar Basalamah. Di Bogor diambil 17 sampel bakso sapi dan 4 sampel dendeng sapi dari Pasar Balekambang, Pasar Anyar, dan Pasar Bogor, masing-masing pada 11 dan 26 Februari 2009 lalu.

Dari hasil pemeriksaan, menurut Koesmayadie, ditemukan adanya daging babi pada produk dendeng/abon yang diedarkan oleh penjual di pasar tradisional. Lain halnya bakso sapi, sejauh ini belum terbukti adanya penggunaan campuran daging babi.

�Kendati ditemukan adanya merek-merek dendeng/abon tertentu yang menggunakan bahan daging babi, masyarakat konsumen umum tak perlu panik dan tinggal berhati-hati dalam menentukan pilihan produk yang akan dibeli. Kami juga terus memantau sejauh mana peredaran dendeng/abon yang berbahan daging babi di Jabar, demi kenyamanan dan keamanan para konsumen umum,� kata Koesmayadi.

Mereka menyebutkan, produk dendeng/abon yang sudah terbukti menggunakan bahan daging babi, mereknya berinisial CKS No. SP:0094/13.06/92 dan dendeng berinisial CPM No. SP:030/1130/94, di mana pencantuman Halal pun tak sesuai dengan prosedur.

Selama ini, nomor SP berangka 92 dan 94 diketahui berasal dari Jawa Tengah, namun oleh tim penguji merek CKS ditemukan di Pasar Kosambi dan Pasar Basalamah Bandung, sedangkan merek CPM diambil dari Pasar Anyar Bogor.

Menurut Koesmayadie, pihak-pihak tak bertanggung jawab yang mengedarkan produk dendeng/abon sapi campuran daging babi, dapat mengganggu ketenteraman batin manusia, terutama umat Islam di Jabar. Padahal, Pemprov Jabar melalui Dinas Peternakan Jabar sejak lama selalu menyosialisasikan moto HAUS (Halal, Aman, Utuh, dan Sehat) bagi produk-produk konsumsi berbahan baku hewani serta memasyarakatkan usaha peternakan secara islami bekerja sama dengan MUI.

Jika hanya dilihat dari kepentingan ekonomi, produsennya diduga bertujuan mengambil keuntungan lebih besar dengan mengambil bahan campuran daging babi. Selama ini, bahan yang sering digunakan terutama babi hutan alias bagong, karena harganya jauh lebih murah.

Koesmayadie mengakui, sejumlah kalangan di Dinas Peternakan Jabar mengetahui adanya kebiasaan sejumlah pehobi berburu bagong, yang menjual daging hasil buruannya kepada pembuat dendeng/abon untuk pangsa pasar non-Muslim.

Koesmayadie mempertanyakan motif penjualan produk dendeng/abon yang mengandung daging babi, tetapi dikemas dengan mencatumkan daging sapi dan tulisan halal yang dijual ke pasaran umum. Bahkan, produk ini juga ditemukan di beberapa swalayan dengan harga cukup murah.

Secara terpisah, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LP POM) MUI Jabar, Prof. Dr. H.A. Surjadi, M.A. mengatakan, produk/merek dendeng/abon merek CPS dan CPM sampai kini belum mendapat sertifikat halal dari MUI. Bahkan, tulisan Halal yang mereka cantumkan dalam kemasan tersebut dibuat oleh perusahaan sendiri secara sepihak.

�Kami juga mendesak pedagang yang menjual merek bersangkutan, agar segera menarik produk tersebut dari peredaran dan tak menjual lagi stok yang ada. Kami juga mengimbau agar konsumen Muslim selalu berhati-hati dan cermat saat berbelanja, dan menyampaikan terima kasih kepada BPPHK Cikole atas laporan hasil pengujian oleh mereka,� katanya. (PR/halalguide)



Mendag: 99 Persen Produk Tak Berlabel Halal

sumber :www.swaramuslim.net

Virus Merah Jambu, Bernama St Valentine

Written By admin on Friday, February 13, 2009 | 9:39 PM


Perayaan Valentine�s day bagian syiar Nasrani

Boleh jadi tanggal 14 Pebruari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Itulah hari valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Lalu Bagaimana islam memandang Valentine ?

Dan seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresinya, menyemarakkan suasan valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun.

Perayaan Valentine�s Say adalah Bagian dari Syiar Agama Nasrani
Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia , yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.

Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.

Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.

Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Valentine�s Day menurut literatur ilmiyah yang kita dapat menunjukkan bahwa perayaan itu bagian dari simbol agama Nasrani.

Bahkan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal ari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine�s Day.

The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: �Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine�s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998).

Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno. Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi kuno.

Katakanlah: �Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.� (QS. Al-Kafirun: 1-6)

Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama. Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam.

Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.


Virus Pink Valentine's day bahkan sudah menjadi epidemik dinegara negara Islam Arab

Valentine Berasal dari Budaya Syirik.
Ken Swiger dalam artikelnya �Should Biblical Christians Observe It?� mengatakan, �Kata �Valentine� berasal dari bahasa Latin yang berarti, �Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa�. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi�.

Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi �to be my Valentine�, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi �Sang Maha Kuasa�. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si �Cupid (bayi bersayap dengan panah)� itu adalah putra Nimrod �the hunter� dewa matahari.

Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini.

Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka, naudzu billahi min zalik.

" src="http://english.peopledaily.com.cn/200702/12/images/xinsrc_46202041117158121248218.jpg" border="0" height="275" hspace="2">

Semangat valentine adalah Semangat Berzina
Perayaan Valentine�s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.

Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa.

Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.

Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat memang tidak bisa membedakan antara cinta dan zina. Ungkapan make love yang artinya bercinta, seharusnya sedekar cinta yang terkait dengan perasan dan hati, tetapi setiap kita tahu bahwa makna make love atau bercinta adalah melakukan hubungan kelamin alias zina. Istilah dalam bahasa Indonesia pun mengalami distorsi parah.

Misalnya, istilah penjaja cinta. Bukankah penjaja cinta tidak lain adalah kata lain dari pelacur atau menjaja kenikmatan seks?

Di dalam syair lagu romantis barat yang juga melanda begitu banyak lagu pop di negeri ini, ungkapan make love ini bertaburan di sana sini. Buat orang barat, berzina memang salah satu bentuk pengungkapan rasa kasih sayang. Bahkan berzina di sana merupakan hak asasi yang dilindungi undang-undang.

Bahkan para orang tua pun tidak punya hak untuk menghalangi anak-anak mereka dari berzina dengan teman-temannya. Di barat, zina dilakukan oleh siapa saja, tidak selalu Allah SWT berfirman tentang zina, bahwa perbuatan itu bukan hanya dilarang, bahkan sekedar mendekatinya pun diharamkan.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al-Isra�: 32) (dakta)


Valentine ternyata sudah sangat melekat di Indonesia

St. Valentine's Day - The part of the story you never heard

sumber :swaramuslim.net

Proyek Isa, Mengajak Muslim Menuju Kristiani

Proyek Isa, Mengajak Muslim Menuju KristianiOrganisasi misionari neo-evangelis kini tengah bergiat menyebarkan ajaran Kristiani di kalangan Muslim Asia melalui program radio berjudul Kasih Sayang Muslim dan penghormatan terhadap Yesus Kristus.


"Kami meminta Tuhan setiap orang untuk berdoa dan melindungi kami sebagaimana kami berupaya membawa cinta kasih Yesus ke dunia Muslim, "demikian ujar Gregg Haris, presiden dari Far East Broadcasting Company (FEBC), seperti yang dikutip oleh Mission Networ News (MNN) pada 12 Februari lalu.

"FEBC sendiri telah mengudara di dunia Muslim sejak beberapa tahun lalu, dan kami menemukan jika Muslim mendengar tentang cinta kasih Tuhan, mereka semakin ingin tahu lebih dalam," ujar Gregg

FEBC yang menyiarkan program-program Kristiani di dunia lebih dari 150 bahasa, telah meluncurkan rencana jangka panjang untuk menyebarkan Kristen kepada Muslim secara internasional.

Program misionari bernama Proyek Isa itu akan menarget Muslim di Indonesia, Bangladesh, India, dan Pakistan, yang merupakan separuh dari populasi Muslim dunia.

FEBC, menurut Gregg sedang dalam tahap penyelesaian Proyek Isa pertama di Indonesia, negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Organisasi itu juga berencana menarget negara mayoritas Muslim, Kazaktan.

"Banyak orang percaya jika Kazaktan akan menjadi kunci berpengaruh dalam iklim keberagamaan di Asia Tengah.

Nama Proyek Isa sengaja dipilih setelah melalui penelitian menyeluruh. "Yesus bukanlah nama asing bagi Muslim," ujar organisasi tersebut dalam situs mereka.

Muslim mempercayai keberadaan Yesus sebagai salah satu nabi besar Tuhan dan ia adalah putra Mariam, namun bukan Anak Tuhan. I dituturkan lahir dalam keajaiban.

FEB meyakini dengan menggunakan nama Yesus seperti dalam kitab suci Al Qur'an akan menjadi jalan terbaik untuk menarik para Muslim.

"Kami cukup beruntung untuk dapat mengatakan pada mereka, "Hei inilah kebenaran Tuhan sesungguhnya dan Anak Tuhan Yesus Kristus. Anda dapat mengenal Dia," ujar Gregg yang juga menjadi direktur program.

FEBC sendiri adalah radio Kristen Internasional yang menyiarkan program dari transmisis lokal di berbagai penjuru dunia.

Radio itu didirikan pada 1945 oleh veteran Perang Dunia II dengan tujuan menciptakan siaran keagamaan yang membawa Gospel kepada jutaan orang di Asia.

Evangelisasi oleh Pantekosta dan misionaris evangelikal, yang umumnya mengincar area Muslim bermasalah, miskin dan dilanda bencana telah lama memicu kemarahan Muslim.

Begitupun dalam General Synod, sebuah pertemuan Gereja Inggris di London pada Rabu pekan ini, tetap memberi dukungan melimpah terhadap mosi pertanyaan pendeta dengan memberi saran, "tetap lakukan dan lakukan envangelisasi,"

"Setiap orang dalam pemikiran saya memiliki potensi untuk beralih," ujar Rev Nezlin Sterling.

Oktober tahun lalu, Gordon Showell-Rogers, Sekretaris Jenderal Aliansi Evangelikal Eropa (EEA) mengajak untuk melakukan upaya membawa Muslim di daratan Eropa beralih menuju Kristiani, dan menganggap imigrasi Muslim pada benua itu sebagai sebuah ''celah evangelistik"./iol/it

sumber :republika online

VALENTINE DAY = Hari Raya Mengenang Pendeta

Introduction

Di hari-hari ini, sesekali pergilah ke mall atau supermarket besar yang ada di kota Anda. Lihatlah interior mall atau supermarket tersebut. Anda pasti menjumpai interiornya dipenuhi pernak-pernik—apakah itu berbentuk pita, bantal berbentuk hati, boneka beruang, atau rangkaian bunga—yang didominasi dua warna: pink dan biru muda.

Dan Anda pasti mafhum, sebentar lagi kebanyakan anak-anak muda seluruh dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang lebih tenar distilahkan dengan Valentine Day.

Momentum ini sangat disukai anak-anak remaja, terutama remaja perkotaan. Karena di hari itu, 14 Februari, mereka terbiasa merayakannya bersama orang-orang yang dicintai atau disayanginya, terutama kekasih.

Valentine Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang momentum ini dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri Islam besar seperti Indonesia.

Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari Valentine Day. Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya. Padahal kenyataannya sama sekali berbeda.

Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung muatan religius. Sedangkan Valentine Day sarat dengan muatan religius, bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakannya, hukumnya bisa musyrik, karena merayakan Valentine Day tidak bisa tidak berarti juga ikut mengakui Yesus sebagai Tuhan. Naudzubilahi min Dzalik. Mengapa demikian?

Sejarah Valentine Day

Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku ‘Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya:

Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.

Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.

Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.

Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Santo Valentinus
Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

A family portrait.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.

Today I Want To Say... Say 'I love you' to your sweetheart again and again with this classy ecard.A Kiss For You... Send this elegant ecard to your sweetheart to say 'I love you' with a kiss.3 Very Special Words! They are so powerful! Keep it simple. Guaranteed your sweetheart will simply love it!Key To Your Heart! This will unlock oodles of praise for you from your sweetheart!Special Place In My Heart... Let your sweetheart know that he/she stays in your heart and nowhere else.Cupid's Here With My Message... Send roses and chocolates to the special person in your life on Valentine's Day.

Tradisi Kirim Kartu
Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di Perancis.

Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya.

Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.

Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi “To be my Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.

Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!

Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.

Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.

Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja `di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.

Kepentingan Bisnis
Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.

Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.

Peta Kemaksiatan
Christendom adalah sebutan lain untuk tanah-tanah atau negeri-negeri Kristen di Barat. Awalnya hanya merujuk pada daratan Kristen Eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan sebagainya, namun dewasa ini juga merambah ke daratan Amerika.

Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika. Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor oleh daerah koloninya di Amerika Utara.

Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk memproduksi kartu di Amerika dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya hingga kini.

Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary" kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.

Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di selutuh dunia. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat ‘dating’ yang sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan) ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, ke guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day.

Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu. Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.





Ikut Megakui yesus sebagai Tuhan
Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…, ” demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?

Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.

Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik!

“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ” Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. ”

Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." Wallahu'alam bishawab.(Rz/eramuslim)

sumber : swaramuslim.net

TULISAN TERKAIT :

Virus Merah Jambu, Bernama St Valentine
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERITA -BERITA PILIHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger