Latest Post

Sosiolog Imam Prasodjo hampir dipukul dan diludahi Sopir taksi

Written By admin on Friday, March 12, 2010 | 3:48 PM


Jika Anda punya pengalaman buruk pada ulah sopir taksi yang coba ditertibkan oleh pengelola Stasiun Gambir, Anda tak sendirian. Sosiolog Imam Prasodjo dan istri pernah nyaris dipukul dan diludahi.

"Kami pernah kejebak di sana. Hampir diludahi dan dipukul sopir taksi," kata Imam pada detikcom, Jumat (12/3/2010).

Peristiwa pahit itu bermula ketika seorang turis mendatangi istrinya. Sang turis menanyakan di mana taksi Blue Bird ngetem. Imam menduga, turis itu mencari taksi Blue Bird setelah sebelumnya harus tawar menawar dengan sopir taksi non-argo.

Istri Imam lalu menunjukkan pool Blue Bird di lingkungan stasiun. Setelah turis berlalu menuju ke arah yang ditunjukkan, tiba-tiba saja ada seorang sopir taksi yang datang dan membentak-bentak istrinya.

"Mungkin sopir taksi merangkap calo. Dia datang mau mukul, lalu saya bilang, ada apa?" cerita akademisi UI ini.

Sopir taksi itu menyatakan agar istri Imam tidak mengambil rezekinya. "Dia mulutnya juga sudah monyong-monyong, mau meludahi, langsung saya tengahi. Lalu kami masuk mobil kami, ternyata dia kejar dan mau mukul," katanya.

Beruntung, Imam dan istri tak sampai kena pukul. "Kayaknya orangnya juga sudah ditangkap," tuturnya.

Imam mengaku kesal, sebab sopir taksi itu seperti menyalahkan dia dan istrinya. Sang sopir digambarkan seperti baru saja mendapatkan seorang mangsa namun tak berhasil memakannya.

"Padahal kan kita hanya menjawab orang yang tanya, kok dimarahin?" komentarnya.

Pengelola Stasiun Gambir baru-baru ini mengeluarkan aturan tukang ojek, bajaj dan sopir taksi yang tidak menyewa pool, dilarang mangkal di dalam stasiun. Pelarangan ini bermula dari komplain penumpang KA yang merasa mereka menawarkan jasa dengan nada memaksa dan tidak memakai argometer.[Detik]

Menelaah Berita Kompas dan Republika tentang 'Berita Dulmatin'

Oleh: Nuim Hidayat*

Kematian Dulmatin (9/3) menjadikan media massa berlomba-lomba menyiarkan berita tentang ‘teroris’. TVOne dan MetroTV bersaing menyajikan liputan langsung beberapa hari dari Pamulang. Bahkan TVOne telah mendahuluinya dengan siaran langsung operasi polisi di pegunungan Aceh, sebelum terjadinya ‘operasi pembunuhan‘ Densus 88 di Gg Asem dan Gg Madrasah di Pamulang.

Kedua TV ini juga menghadirkan pengamat-pengamat teroris, jaringan Noordin atau jaringan al Qaida. Ada siaran langsung dari TVOne pada 10 Maret yang ‘cukup nakal’ ketika seorang reporternya (perempuan) menyiarkan langsung dari tempat kejadian dengan mewawancarai seorang laki-laki tua di Pamulang, tempat kejadian. Saksi yang melihat kejadian penembakan itu menyatakan melihat langsung bagaimana seorang polisi membekuk korban yang akhirnya terjatuh, kemudian didor tiga kali disitu. Ia mengucapkan kesaksian itu, sambil mempraktikkan penembakannya dengan memegang reporter itu!

Beberapa pengamat menyesalkan operasi tembak langsung di tempat yang dilakukan Densus 88. Karena belum jelas di pengadilan kesalahan-kesalahan mereka. Entah mendapat tekanan siapa, Densus 88 akhir-akhir ini menjadi garang dan cenderung menafikan pengadilan untuk menghukum para ‘teroris’. Beberapa pengamat lainnya membuat stigmatisasi dengan mengaitkan Dulmatin dan kawan-kawannya dengan pengalaman mereka di Afghanistan, Moro, dan Ambon. Seolah-olah adalah perbuatan kriminal yang tak terampunkan bagi mereka yang merelakan dirinya berjihad di ketiga tempat itu. Apa yang dikatakan pengamat, memang tergantung pada ideologi dan keilmuan yang dimiliki mereka.

Menarik apabila kita membandingkan sekilas (untuk detilnya Anda bisa baca sendiri) apa yang diberitakan Kompas dan Republika hari ini (10/3/2010) tentang peristiwa yang menyangkut Dulmatin ini. Dari sini, kita akan melihat bagaimana ideologi sebuah media berjalan dalam meliput atau menyikapi sebuah peristiwa. Seperti kita ketahui, berita adalah laporan suatu peristiwa. Dan lebih jelas lagi, sikap sebuah media semakin terang dengan melihat tajuknya.

Tentang Dulmatin atau teror ini, Kompas di halaman depan membuat tiga artikel di halaman satu (halaman paling bergengsi). Artikel pertama berjudul “Aliansi Susun Taktik Baru (judul besar), Dulmatin Persiapkan Semua Proyek Pelatihan (judul kecil)”. Artikel kedua berjudul “Ada Harapan Hubungan RI dengan Australia Cerah”, dan artikel ketiga bertitel “Teroris Memanfaatkan Kelompok di Aceh”.

Di artikel-artikelnya Kompas terlihat pro dengan tindakan Polri/Densus 88 dalam menangani kasus Dulmatin. Kompas mengutip panjang lebar keterangan dari Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Kepala Desk Antiteror Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Ansyaad Mbai. Dengan Ansyaad Mbai Kompas juga menurunkan artikel wawancara khusus.

Ada satu hal yang menarik ketika Kompas mau mengutip ucapan yang ‘sedikit berseberangan’ dengan keterangan Polri. Meski hanya satu alinea.

Kompas menulis: “Direktur Eksekutif Yayasan Prasasti Perdamaian Noor Huda Ismail, justru menilai, operasi pemberantasan terorisme saat ini masih jauh dari komprehensif. Pemerintah hanya menerapkan cara legal formal melalui operasi kepolisian. Fenomena kembalinya aksi mantan napi teroris adalah cermin kegagalan upaya deradikalisasi.”

Selain menurunkan artikel berita, Kompas juga menurunkan dua artikel opini tentang Dulmatin. Artikel pertama berjudul “Aceh Bukan Rumah Teroris” (Hamid Awaluddin) dan artikel kedua berjudul “Ancaman Terorisme Baru” (Arianto Sangaji).

Dalamn tajuknya, Kompas hari ini menurunkan judul ‘Setelah Tewasnya Dulmatin’. Kita cuplikkan :

“Kepastian tewasnya Dulmatin, satu dari tersangka teroris di Pamulang, setelah Noordin M Top dan Azahari, melengkapi keberhasilan polisi. Polisi perlu kita apresiasi. Mengutip Kepala Polri, masih ada satu target. Namanya dirahasiakan, tetapi diduga Umar Patek –ahli perakit bom berdaya ledak tinggi. Dulmatin dan Umar Patek masuk dalam daftar pencarian orang. Upaya Polri, bahkan sampai tiga personel Densus 88 tewas dalam penyergapan di Aceh, tidaklah sia-sia. Perlu disyukuri. Keberhasilan ini bukanlah titik akhir. Terorisme masih hidup, tidak hanya di Indonesia, juga di berbagai belahan dunia lain. Sebagai gerakan, terorisme bermakna strategis dalam bentuk peledakan bom dan simbolis dalam bentuk penanda keberadaan. Terorisme merupakan bentuk nihilisme dengan ciri matinya kebebasan, dominasi kekerasan dan pemikiran yang diperbudak….”

Di alinera terakhir tajuk Kompas tertulis :

“Apa tindak lanjut konkret? Upaya kuratif perlu dibarengi sikap terus ngeh yang diwujudkan memoderasi pemahaman keagamaan secara progresif dan proaktif! Membangun sikap keberagamaan sebagai sesama peziarah, terbuka dan bersemangat plural, jati diri Indonesia.”

Koran Republika


Republika di halaman depan juga membuat tiga artikel. Artikel pertama berjudul “DNA Dulmatin Cocok (judul besar), The 10 Million Dollar Man (judul kecil).” Artikel kedua berjudul “Presiden SBY: Hilangkan Saling Curiga.” dan artikel ketiga berjudul “Yang Pulang untuk Berpulang.” Republika tidak menurunkan artikel opini tentang Dulmatin.

Berlainan dengan arah Kompas, Republika cenderung kritis dengan tindakan Polri/Densus 88 dalam menangani kasus Dulmatin. Republika menyindir pengumuman terbunuhnya Dulmatin pertama kali ke publik dilakukan Presiden SBY di depan Parlemen Australia. Republika menulis lead beritanya: “Ratusan orang di gedung parlemen Australia menyambut pengumuman itu dengan tepuk tangan” dan memberikan judul gambar Presiden SBY sedang berpidato dengan tulisan: “Makin Mesra”.

Empati Republika kepada Dulmatin (meski Republika tidak setuju dengan aksi teror), makin terlihat di artikelnya yang ditulis oleh wartawannya Darmawan Sepriyosa: “Yang Pulang untuk Berpulang.” Di artikel itu Darmawan menceritakan riwayat hidup Dulmatin, kehebatannya, dan kebohongan pemerintah Filipina yang berulang-ulang mengumumkan kematian Dulmatin.

Di akhir tulisannya, Darmawan menulis: “Sudah lama wanita itu mengaku menyerahkan nasib sang anak kepada Tuhan. Ia bahkan berujar, jika Dulmatin meninggal, tak usah repot membawa jenazahnya pulang ke rumah. “Mati dimana saja tidak masalah karena semua di tangan Allah,” kata dia, wanita tegar itu. “Bila ajal tiba, tak soal tempat berkubur…”

Di tajuknya yang berjudul Sampai Kapan Terorisme? Republika mengritik sikap pemerintah dalam menangani terorisme. Republika menulis:

“Cara Indonesia membasmi terorisme benar-benar mengikuti cara Amerika Serikat. Awalnya penegakan hukum, yaitu tangkap, interogasi dan adili. Kini hanya ada satu cara: tembak di tempat…”

“Selama ini pemerintah menyebut bahwa jaringan terorisme berakar pada pejuang Indonesia di Afghanistan serta mujahidin Muslim di Ambon dan Poso. Mereka awalnya adalah orang-orang yang memiliki semangat membela sesama umat Islam yang dibiarkan dunia internasional terus dijajah Uni Soviet. Mereka juga awalnya orang-orang yang bersemangat membela umat Islam di Poso dan Ambon yang dibiarkan oleh polisi dan tentara dibantai pihak lain. Namun setelah wilayah konflik tersebut damai, mereka tak mampu beradaptasi dengan situasi normal. Sebagai masyarakat sipil, tentu mereka tak memiliki sistem dan prosedur adaptasi. Hal itu berbeda dengan pasukan militer. Selesai bertugas di medan perang, mereka harus mengikuti terapi dan proses adaptasi terlebih dulu sebelum kembali ke keluarganya…”

Selamat membaca![Hidayatullah.com]

Penulis adalah Dosen Ilmu Jurnalistik, STID M Natsir

Kasus Prita dan Luna Maya masuk catatan HAM Amerika Serikat

Pemerintah Amerika Serikat pada Kamis mengeluarkan laporan yang berisi catatan-catatan mengenai praktik dan masalah hak asasi manusia yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2009, dari korupsi dalam sistem peradilan dan praktek main hakim sendiri hingga kasus Prita Mulyasari dan artis Luna Maya. Catatan HAM di Indonesia itu terangkum dalam Laporan Praktek HAM 2009 yang disusun oleh Departemen Luar Negeri AS di negara-negara di berbagai belahan dunia.

"Laporan yang dikeluarkan hari ini merupakan catatan tentang dimana kita sekarang berada. Laporan ini menyajikan fakta sebagai informasi bagi kebijakan diplomatik, ekonomi dan strategis Amerika Serikat terhadap negara-negara tersebut di tahun berikutnya," kata Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton di Washington DC pada peluncuran "2009 Country Reports on Human Rights Practises" itu.

Dalam laporan, secara umum Pemerintah Indonesia dinilai telah menghormati hak asasi warga negaranya dan menegakkan kebebasan sipil. Selama tahun 2009, Indonesia juga dinilai terus menghasilkan kemajuan dalam penguatan demokrasi, yang antara lain terlihat dari sikap Pemerintah Indonesia yang terus mengadili para pejabat tinggi dalam kasus korupsi.

Kasus Luna Maya dan Prita Mulyasari menjadi sorotan Pemerintah AS, masing-masing menyangkut pembatasan kebebasan berpendapat dan kebebasan internet. "Undang-undang dan hukum setempat memberikan kebebasan berpendapat dan kebebasan pers. Namun, pada prakteknya kadang-kadang pemerintah membatasi hak-hak tersebut," kata laporan itu.

AS mencatat aktris Luna Maya pada 24 Desember 2009 dilaporkan ke kepolisian Jakarta karena dituduh melakukan penghinaan terhadap para `wartawan` melalui komentar yang ia tulis di blog Twitter miliknya.

Sementara pada 13 Mei, demikian menurut catatan AS, Prita Mulyasari ditahan dan didakwa melakukan penghinaan --sehingga melanggar UU Informatika dan Transaksi Elektronik (ITE)-- setelah surat elektronik yang ditulisnya berisi keluhan terhadap pelayanan di sebuah `rumah sakit lokal` beredar di milis-milis internet. Pada akhirnya, yaitu 29 Desember, Pengadilan Negeri Tangerang menyatakan bahwa surat elektronik yang ditulis Prita tidak dianggap sebagai penghinaan dan karena itu Prita dibebaskan dari semua tuduhan.

Namun demkian, AS melihat masih ada berbagai masalah di Indonesia sepanjang tahun 2009, yaitu dalam hal: pembunuhan oleh pasukan keamanan, praktek main hakim sendiri; kondisi penjara yang kejam; kekebalan hukum bagi petugas penjara dan pejabat-pejabat lainnya; dan korupsi dalam sistem peradilan.[Republika]

Ini dia 3 calon Deputi Gubernur BI yang siap fit and profer test

Written By admin on Thursday, March 11, 2010 | 11:48 PM

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan melakukan uji kelayakan dan kepantasan (fit and profer test) terhadap tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia. Adapun untuk calon Gubernur BI, DPR hingga kini belum menerima usulan nama dari pemerintah.

Menurut Wakil Ketua Komisi XI Achsanul Qosasih ketiga nama calon deputi itu adalah Direktur Riset Ekonomi dan Kajian Moneter BI Perry Warjiyo, Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah, dan komisaris PT Bank Danamon Tbk Krisna Wijaya. “Fit and profer test akan kami lakukan pada masa persidangan mendatang. Kira-kira awal April,” kata Achsanul saat dihubungi Tempo, Kamis (11/30).

Achsanul mengatakan tiga nama itu telah diusulkan pemerintah sebagai calon pengganti Siti Ch. Fadjrijah. Deputi Gubernur BI ini menderita sakit yang berkepanjangan.

Achsanul mengatakan, DPR tidak mempermasalahkan darimana asal tiga kandidat pengganti Siti Fadjrijah. “Terserah pemerintah mengusulkan dari internal BI atau pihak luar BI, atau bisa juga kombinasi. Yang jelas, mekanisme fit and profer test akan kami lakukan untuk memilih yang paling pantas diantara tiga nama itu,” kata dia.

Komisi XI, Achsanul menambahkan, hingga kini belum menerima usulan nama untuk posisi Gubernur BI. Menurut keterangan yang dia terima, pengusulan nama calon Gubernur BI akan dilakukan setelah DPR memilih deputi Gubernur BI. [Tempo]


Chili Diguncang Gempa lagi dengan Kekuatan 7,2 SR


Belum selesai pemulihan akibat gempa beberapa waktu lalu, Chili kembali diterpa gempa. Kali ini gempa tersebut berkekuatan 7,2 SR.

Seperti dilansir dari situs Reuters, gempa itu terjadi di Ibukota Chili, Santiago, Kamis (11/3/2010). Gempa itu berpusat di 77 mil sebelah barat daya kota Santiago dengan pusat kedalaman 6,2 Km.

Sebelumnya, gempa hebat sebesar 8,8 SR juga melanda negara ini. Bahkan gempa ini menimbulkan gelombang tsunami.[Detik]

berita terkait :

Di Angola selain Perang saudara terjadi Perang Hewan Vs Manusia


Peperangan di Angola seakan tiada akhir. Tidak lama setelah selesai perang saudara, ternyata terjadi lagi peperangan di situ.

Kali ini peperangan antara hewan dan manusia di dusun Mucusso. Gerombolan gajah liar mengamuk di sebuah kampung kecil di Angola akhir pekan lalu. Hewan-hewan besar itu merusak ladang dan puluhan rumah.

Akibat serangan tersebut, sebagian besar penduduk desa yang berjumlah 4.000 orang kabur ke wilayah tetangga, Namibia. Bahkan, salah seorang penduduk tewas terbunuh di dusun itu. Situasi di Mucusso sangat memprihatinkan karena penduduk harus makan apa saja untuk bertahan hidup.

Pejabat setempat mengatakan, gajah liar itu berasal dari Botswana. Perang sipil di Angola tidak hanya membuat kehidupan manusianya terusik, tetapi juga membuat kehidupan gajah terganggu. Lebih dari 100.000 gajah, badak, dan banteng terbunuh sepanjang masa peperangan tersebut.[kompas]

Nama Paus terseret kasus Skandal Gereja di Jerman


Skandal di gereja Jerman menyeret nama kakak tertua Paus Benedictus XVI dan dikabarkan mulai merayap semakin dekat kepada Paus sendiri. Meski belum ditemukan kesalahan yang dilakukan oleh Paus, sebuah penyelidikan mulai dilakukan oleh petinggi Gereja Katholik Jerman setelah sang kakak mengaku menampar anak-anak tahun lalu. Vatikan mengkhawatirkan bakal terjadi krisis besar kepausan jika benar hal itu terjadi.

Paus Benedict, 82 tahun, sebelumnya adalah uskup Munich dari tahun 1977 hingga 1982, saat dia kemudian berangkat ke Vatikan untuk mengepalai badan yang bertanggung jawab untuk menyelidiki kasus-kasus pelecehan dan penyalahgunaan. Saat itu, nyaring terdengar kritik dari sejumlah pihak bahwa pimpinan badan itulah yang harus pertama-tama diinvestigasi secara internal. Namun kritik itu diabaikan Vatikan.

Seiring dengan berjalannya waktu dan dia mengepalai badan itu, suara-suara soal pengusutan pelecehan di gereja bagai hilang ditelan waktu.

Kritikan kembali terdengar beberapa minggu sebelum ia menjadi paus. Kardinal Joseph Ratzinger saat itu melontarkan adanya "kotoran" di dalam gereja dan di antara para pastor. Sejumlah pihak menafsirkan, yang dimaksudnya dengan "kotoran" adalah tindak pelecehan seksual.

Gereja Katholik Jerman mengumumkan, mereka akan segera melakukan investigasi untuk membuktikan keterlibatan Benediktus dalam pelecehan selama dia menjabat sebagai Uskup Agung Munich. "Kami tidak tahu apakah Paus tahu tentang kasus pelecehan pada waktu itu," kata juru bicara gereja, Karl Juesten, kepada Associated Press. Dia mengatakan gereja "mengasumsikan" Benediktus tahu tentang kasus-kasus seperti itu.

Di tempat terpisah, Keuskupan Regensburg menyatakan akan melakukan investigasi adanya pelecehan fisik dan seksual terhadap anak-anak yang tergabung dalam korp paduan suara yang dipimpin oleh kakak tertua Paus, Pastor Georg Ratzinger.

Para pejabat Vatikan tidak mampu menyembunyikan alarm tentang kemungkinan implikasi bagi kepausan. Mereka menyebut, hal itu hanyalah upaya orang-orang tertntu untuk merusak citra gereja dan Paus.[Republika]

Mengejutkan!!.. Baru Tiga jam divonis hamil tiba tiba melahirkan Bayi

Ibarat mendapat durian runtuh, itulah mungkin pepatah yang pas bagi peristiwa yang dialami Belinda Waite. Wanita muda asal Inggris ini tidak menyangka kalau dirinya akan mendapatkan seorang bayi mungil.

Perempuan berusia 21 tahun itu secara mengejutkan melahirkan seorang bayi, hanya berselang tiga jam setelah divonis hamil oleh dokter di rumah sakit.

Hampir selama sembilan bulan terakhir, Belinda memang sering bolak-balik ke rumah sakit karena mengeluh sakit. Ia sempat dinyatakan dokter mengalami gangguan fungsi usus yang disebut irritable bowel syndrome (IBS) dan encok.

Namun faktanya, penderitaan sembilan bulan itu bukanlah karena gangguan usus. Perempuan yang berprofesi sebagai penata rambut itu ternyata sedang hamil dan ia pun akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki sebulan lalu di rumahnya.

”Anda mungkin membaca kisah-kisah seperti ini di majalah, tetapi Anda tak pernah berpikir akan terjadi secara nyata. Saya tak pernah berpikir dan menyangka akan terjadi pada diri saya,” ungkap Waite yang tinggal di wilayah Bampton, Devon, Inggris.

Waite tinggal bersama pasangannya, Wyane Boyles (28), ketika ia harus menjalani proses persalinan secara mendadak. Bayi laki-laki bernama Louise Boyles lahir dengan bobot sekitar 3,9 kilogram berkat bantuan ibu Wyane, Syliva.

”Sungguh merupakan sebuah kejutan besar bagi kami, tetapi kami harus menerimanya dan sungguh menikmatinya,” ujar Waite.

Ia juga mengaku kerap merasakan ketidaknyamanan selama beberapa bulan sebelum persalinan yang mengejutkan ini. ”Saya merasakan seperti ada yang bergerak di dalam perut saya dari bulan ke bulan. Namun, saya tak pernah mempertimbangkannya sebagai kehamilan dan itu tak pernah terlintas dalam pikiran dokter,” tuturnya.

Waite pernah diperiksa di rumah sakit lokal di Tiverton dan dokter kala itu menyatakan kemungkinan mengidap sindrom IBS. Pada saat perayaan Natal, ia kembali mengunjungi rumah sakit karena kaki dan tangannya mengalami pembengkakan. Dokter saat itu meyakinkan Waite bahwa ia hanya menderita encok atau semacam alergi.

Lalu pada 6 Februari–pada malam sebelum lahirnya Louise–Waite kembali datang ke rumah sakit karena mengeluhkan sakit di seluruh badannya. Pada pukul 10 malam, dokter memastikan kalau Waite sedang mengandung tiga bulan–namun faktanya kehamilannya sudah mencapai usia sembilan bulan–dan Louise pun kemudian lahir pada pukul 02.30 dini hari.

”Saya benar-benar shock. Saya kira Wyane takkan percaya dengan kejadian ini. Kami tak pernah punya waktu untuk memikirkan ini. Tak satu pun percaya kalau kami tiba-tiba punya seorang anak,” ujar Waite.

Pihak rumah sakit sendiri sejauh ini belum mau memberikan keterangan atas peristiwa tersebut. [Kompas]

SBY dinilai Utamakan Australia daripada Dalam Negeri?

Written By admin on Wednesday, March 10, 2010 | 10:53 PM

Penilaian tersebut terkait dengan penjelasan tentang Identitas Korban penembakan di Pamulang

SBY menyampaikan Kabar Gembira kepada Australia, bahwa korban tertembak Densus di Pamulang adalah Dulmatin. Padahal rakyat Indonesia belum dapat informasi apapun dari Polri, soal identitas korban penembakan di Pamulang tersebut.

Tindakan Presiden SBY yang cepat-cepat mengemukakan identitas korban tembak Dulmatin di hadapan parlemen Australia dinilai melecehkan publik dalam negeri. Sebab, publik di Tanah Air belum mendapat informasi resmi dari Polri tentang kematian Dulmatin.

"Seolah-olah publik itu dilecehkan, kenapa di luar diumumkan duluan sementara di dalam masih dibuat bingung," kata pakar komunikasi politik Tjipta Lesmana, Rabu (10/3/2010).

...Seolah-olah publik itu dilecehkan, kenapa di luar diumumkan duluan sementara di dalam masih dibuat bingung," kata pakar komunikasi politik Tjipta Lesmana...

Jika informasi yang disampaikan SBY berasal dari Kapolri, kata Tjipta, mengapa Polri juga tidak memberikan informasi cepat kepada masyarakat. Seperti diketahui, Polri baru melakukan proses identifikasi terhadap tiga jenazah yang tewas dalam penggerebekan di Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa kemarin. Polri baru mengumumkan identitas pasti tersangka Rabu siang pukul 13.30.

"Kalau 100 persen benar, kenapa Polri tidak cepat di publik dalam negeri?" tanya dia.

Tjipta mengatakan, Australia adalah negara yang cukup membantu Indonesia, baik secara moril maupun finansial, dalam upaya pemberantasan terorisme. Hal ini yang dinilai melatarbelakangi SBY mengungkapkan cepat-cepat identitas Dulmatin ke pihak Australia.

"Australia membantu banyak, Densus kan latihan di sana dan kasih uang," kata dia.

Disesalkan, SBY Lebih Takut pada Bule!

Senada itu, sikap SBY juga disesalkan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Effendi Choirie. Politisi yang akrab disapa Gus Choi ini sangat menyesalkan sikap Presiden SBY yang lebih dulu mengungkapkan identitas Dulmaltin ke parlemen Australia sebelum rakyatnya di dalam negeri, mengetahui kepastian tersebut.

“Hari ini, orang nomor satu di Indonesia itu lebih memilih mengumumkan kematian teroris, Dulmatin, di hadapan parlemen negeri Kangguru. Aneh memang!" ujar Gus Choi, Rabu (10/3).

...SBY lebih mementingkan masyarakat Australia dibanding rakyatnya sendiri. Artinya, SBY lebih takut pada orang bule ketimbang dengan rakyatnya yang sawo matang...

Menurut Gus Choi, SBY lebih mementingkan masyarakat dunia internasional dibanding rakyatnya sendiri. Artinya, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu lebih takut pada orang bule ketimbang dengan rakyatnya yang sawo matang.

"Itulah memang SBY. Ini menandakan SBY lebih mementingkan internasional ketimbang dalam negeri. Lebih melayani kepentingan internasional ketimbang melayani rakyat Indonesia sendiri," kritik Gus Choi lewat sambungan telepon, Rabu (10/3/2009).

Gus Choi mengatakan, seharusnya informasi penting itu diumumkan dulu di dalam negeri, baru setelahnya disampaikan ke luar negeri.

"Memberi apa adanya secara terbuka kepada rakyat, baru disampaikan ke luar negeri. Dia kan presiden Indonesia, bukan presiden Australia," kata politisi PKB ini.

...Memberi apa adanya secara terbuka kepada rakyat, baru disampaikan ke luar negeri. Dia kan presiden Indonesia, bukan presiden Australia...

Gus Choi menilai, sikap SBY itu dilatarbelakangi kepentingan memperoleh dukungan internasional. Apalagi, katanya, upaya pengejaran dan pemberantasan terorisme di Indonesia juga selalu mendapat dukungan dari negeri Kangguru itu.

"Dia menyampaikan itu ingin memperoleh credit point dan dukungan internasional," tegas Gus Choi. [Voa-islam]

Mahasiswa Tingkat Akhir FH Unej dihukum 3 bulan Penjara gara gara Memaki Di Facebook

Muhammad Wahyu Muharam, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej), dijatuhi hukuman tiga bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember, Selasa (9/3/2010).

Majelis hakim yang diketuai Jhony Aswar memutuskan, Wahyu terbukti bersalah dan telah melanggar Pasal 310 Ayat 2 KUHP tentang pencemaran nama baik lewat tulisan. Wahyu dinilai mencemarkan nama Tri Basuki, pelatih Jember Marching Band melalui tulisan di status Facebook-nya.

“Dengan putusan ini, Wahyu tidak perlu masuk penjara karena hukuman kurungan hanya akan dilakukan jika dalam masa percobaan enam bulan tersebut Wahyu melakukan tindak pidana,” ujar Jhony.

Putusan tersebut lebih ringan tiga bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Lusiana SH, yang menuntut Wahyu enam bulan penjara dengan masa percobaan 10 bulan. Hal tersebut dikarenakan Wahyu telah berdamai dengan pelatihnya yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermeterai. Wahyu juga telah meminta maaf yang ditulis di status Facebook-nya. Bahkan kedua orangtua Wahyu juga ikut meminta maaf kepada Tri Basuki.

Pada sidang pemeriksaan saksi, majelis hakim juga telah mendamaikan kedua belah pihak. Kala itu, Tri Basuki juga mengaku telah memaafkan Wahyu. “Itu yang menjadi dasar pertimbangan yang meringankan,” lanjut Jhony.

Wahyu didakwa mencemarkan nama Tri Basuki, setelah mencelanya pada akun status Facebook miliknya. Tri basuki yang mengetahui status tersebut melaporkan Wahyu ke polisi.(uni/kompas)

Inilah Kronologis Lengkap Penggrebekan di Pamulang

Written By admin on Tuesday, March 9, 2010 | 9:41 PM

Tiga orang tewas dalam penggerebekan di dua lokasi di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (9/3/2010). Dalam penggerebekan di Ruko Multiplus di Jalan Siliwangi, pasukan Densus 88 menembak mati seorang lelaki. Lelaki itu ditembak di lantai dua di Ruko Multiplus.Sementara dalam penggerebekan di Gang Asem, Jalan Setiabudi, tidak jauh dari Jalan Siliwangi, pasukan Densus 88 menembak mati dua orang, yaitu laki-laki dan perempuan. Keduanya terkapar di tengah jalan. Keduanya bersimbah darah dan tergeletak tertelungkup di tengah gang.

Berikut Kronologi Penggrebekan tersebut :

Kronologis di Warnet MultiPlus

Menurut Feri (31) seorang warga Pamulang mengatakan sebelum kejadian, ada dua mobil mengintai warnet Multiplus, warga setempat menduga kendaraan tersebut adalah polisi.

"Ada dua mobil tiap malam datang ke depan warnet, " ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Jalan Siliwangi, Pamulang, Banten, Selasa(9/3/2010).

Menurut penuturan Feri, dua mobil tersebut tidak biasanya hilir mudik di depan warnet Multiplus.

dan menurut petugas warnet bernama Sidik, yang melihat langsung penggerebekan tersebut di lantai 2 Toko Multiplus. Ia mengatakan, sebelum kejadian laki-laki dan perempuan tersebut masuk ke warnet sekitar pukul 11.15. Laki-laki yang berperawakan tinggi sekitar 170 sentimeter menggunakan komputer, sedangkan sang perempuan turun kembali ke bawah. Perempuan tersebut belakangan diketahui masuk ke salon untuk creambath.

Selang beberapa menit kemudian, satu orang lagi dengan perawakan berewokan datang ke warnet. Di dalam warnet sendiri saat kejadian total ada lima pengunjung. Kebetulan Sidik menjadi petugas yang mengaktifkan komputer di warnet tersebut.

Setelah lima menit pengunjung berewokan itu menggunakan komputer, seorang berpakaian preman masuk ke atas. Begitu melongok ke dalam, ia tiba-tiba turun kembali dan memanggil tujuh rekan lainnya yang menggunakan seragam. Dalam waktu singkat, tiba-tiba ada dua kali tembakan ke arah pengunjung yang berewokan itu.

Ia mengatakan, pasukan yang belakangan diketahui sebagai Densus 88 itu menembak mati satu orang pengunjung warnet tersebut. Satu pria lainnya yang datang bersama perempuan saat masuk ke warnet hanya ditodong senjata, kemudian diamankan bersama tiga pengunjung lainnya.

Selain itu, petugas juga mengamankan dua orang perempuan untuk dimintai keterangan, yaitu masing-masing perempuan pemilik Multiplus bernama Rainia dan seorang konsumen perempuan yang sebelumnya mengantar laki-laki ke warnet. Saat ditangkap, sang perempuan tengah melakukan creambath sehingga masih mengenakan handuk di kepalanya.

Penggrebekan di gang Asem di depan rumah dokter Fauzi

Sementara dalam penggerebekan di Gang Asem, Jalan Setiabudi, tidak jauh dari Jalan Siliwangi, pasukan Densus 88 menembak mati dua orang, yaitu laki-laki dan perempuan. Keduanya terkapar di tengah jalan. Keduanya bersimbah darah dan tergeletak tertelungkup di tengah gang.

Si wanita yang tewas tersebut terlihat mengenakan kerudung dan bercadar. Sementara si pria mengenakan kaus hitam dan celana hitam pendek sebetis. Sebuah sepeda motor Suzuki Thunder berwarna biru tergeletak tidak jauh dari keduanya.

Rumah yang digrebek Detasemen Khusus (Densus 88) di daerah Jl Setiabudi, Pamulang, Tangerang Banten, tepatnya di Gang Asem adalah milik dokter Fauzi, Selasa (9/3).

Didepan rumah dua lantai itu masih terlihat sebuah mobil jeep dengan warna biru dan motor Suzuki Thunder yang tergeletak tepat posisinya di depan mobil itu. Di dekat motor tergeletak mayat pria yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya, selain satu mayat itu tidak jauh dari situ ada juga mayat wanita yang diduga ikuit tewas dalam penggrebekan itu.

Diduga saat mereka akan ditangkap keduanya melarikan diri, menurut seorang saksi yang melihat kejadian itu secara langsung mengatakan beberapa saat setelah motor itu jalan motor jatuh dan anggota densus melakukan penembakan. Diduga dua orang yang mencoba melarikan diri saat itu dalam keadaan membawa bom aktif.

Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Edward Aritonang, menjelaskan, di Jl Setiabudi, polisi terpaksa menembak dua orang berinisial R dan H karena melawan petugas dengan senjata api. Keduanya ditembak ketika berada di atas motor Suzuki Thunder. R dan H tewas dan terkapar bersimbah darah di tengah jalan. "Sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri," ucap dia.

Menurut warga sekitar penggrebekan yang dilakukan di gang Asem itu terjadi pada pukul 12.30 WIB atau hampir bersamaan dengan penggrebekan yang terjadi di Ruko Multiplas. Warga juga mengungkapkan dokter Fauzi adalah dokter umum, rumah dua lantai milik dokter itu


Tidak ditemukan Bom,Polisi sita Laptop Dokter Fauzi

Polisi melalui Tim Gegana dan Indonesian Automatic Fingerprint Identification System atau Inafis selesai menyisir rumah dokter Fauzi di Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang Barat, Selasa (9/3/2010). Di sana tidak ditemukan bahan peledak ataupun bom seperti dugaan sebelumnya.

Polisi hanya menyita barang-barang yang dijadikan alat bukti, berupa buku-buku yang ditengarai berisi ajaran jihad, sejumlah CD, camcorder, laptop, dan senapan angin. "Tadi semua sudah dibawa sama polisi. Enggak ada bom," kata Ketua RT 03 RW 05 Zaini di rumah dokter Fauzi.

Zaini menjadi salah satu saksi saat polisi menyisir dan mengamankan sejumlah barang bukti tersebut. Saat penggerebekan di Gang Asem, rumah dokter Fauzi diduga sedang kosong. Tidak ada orang di dalamnya.

Hingga saat ini, meski proses penyisiran sudah dilakukan, puluhan aparat polisi masih berjaga-jaga di sekitar lokasi. Ratusan warga juga masih mengerubung di lokasi karena ingin mengamati langsung lokasi kejadian. Arus lalu lintas di Jalan Setiabudi, Pamulang, menjadi tersendat karena kehadiran warga.


3 Jenazah Tiba di RS Polri Sukanto

Tiga jenazah yang diduga teroris telah tiba di RS Polri Sukanto Jakarta, Selasa (9/3/2010). Ketiga jenazah yang terbungkus dengan kantung mayat berwarna jingga dibawa menggunakan dua mobil ambulans.

Satu jenazah lainnya dibawa menggunakan satu mobil ambulans lain dari Yayasan Bunga Melati bernomor polisi B 1415 IN, tiba pukul 13.45 WIB. Sedangkan dua jenazah lainnya yang dibawa menggunakan mobil ambulans milik RS Sukanto tiba pukul 15.30 WIB.

Ketiganya kini berada di ruang Instalasi Kedokteran Forensik. Sebelum ketiga jenazah tiba, polisi yang berjaga telah memasang garis kuning atau police line dalam radius 10 x 30 meter di depan ruang ketiga jenazah itu.

Terlihat sekitar 30 personel kepolisian menjaga tempat tersebut. Bahkan, dua anggota Densus 88 yang memang mengawal ketiga jenazah dari TKP Pamulang ke rumah sakit masih ada di tempat.

Humas Polri : Yang tertembak di Warnet Multiplus berinisial YU alias M

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang mengatakan, satu orang anggota teroris yang tewas saat penggerebekan di salah satu ruko di Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan, pukul 11.30 hari ini berinisial YI alias M.

"Mereka sebagai pemasok senjata api dan pendukung dana untuk kelompok teroris Aceh," ucap Edward saat jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (9/3/2010).

Edward menjelaskan, dia ditembak karena melawan dengan menembakkan satu peluru ke arah petugas. YI tewas dengan membawa senjata revolver enam peluru. "Satu ditembak ke petugas. Lima tersimpan di pistolnya," jelas Edward.

Inisial YI, kata dia, diketahui berdasarkan identitas yang ditemukan di tubuh korban. Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai identitas itu. "Bisa saja identitas palsu atau memang sebenarnya," ucap dia.

Adapun informasi yang berhasil dihimpun Persda Network, YI merupakan kepanjangan nama dari Yahya Ibrahim. Diduga, teroris yang tewas adalah Dulmatin, gembong teroris yang selama ini dalam perburuan.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti berupa senjata api dan peluru yang disimpan sebagai cadangan. Adapun jumlah peluru mencapai 13, yang 12 di antaranya masih utuh.

Dari lokasi penggerebekan, Polri juga mengevakuasi satu perempuan dan tiga anak-anak. "Masih didalami keterlibatan mereka," tandas Edward.[kompas/sriwijayapos/suaramerdeka]

Hasil Survey Indonesia jadi 'Juara Korupsi' Tingkat Asia

Written By admin on Monday, March 8, 2010 | 10:15 PM


Indonesia, salah satu bintang emerging markets tahun lalu ternyata merupakan negara paling korup dari 16 negara Asia Pasifik yang menjadi tujuan investasi pada pelaku bisnis.

Ini adalah hasil survei pelaku bisnis yang dirilis Senin, 8 Maret 2010 oleh perusahaan konsultan "Political & Economic Risk Consultancy" (PERC) yang berbasis di Hong Kong.

PERC menilai korupsi yang telah merajalela di semua level justru menjadi penghambat pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono yang bertugas memerangi korupsi, terutama terhambat oleh politisasi isu dari pihak-pihak yang merasa terancam.

"Korupsi telah menjadi beban, dan dipakai orang yang korup untuk melindungi diri mereka sendiri dan menahan reformasi," katanya.

Hasil survei itu menyebutkan Indonesia mencetak nilai 9,07 dari angka 10 sebagai negara paling korup yang disurvei pada 2010. Nilai tersebut naik dari tahun lalu yang poinnya 7,69.

Responden survei berjumlah 2,174 dari berbagai kalangan eksekutif kelas menengah dan atas di Asia, Australia, dan Amerika Serikat.

Sedangkan, posisi kedua ditempati oleh Kamboja sebagai negara paling korup. Kemudian diikuti oleh Vietnam, Filipina, Thailand, India, China, Taiwan, Korea, Macau, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Hong Kong, dan Australia. Mereka semua termasuk negara paling korup dalam survei, selain Singapura.

Survei ini mengkaji bagaimana korupsi mempengaruhi berbagai tingkat kepemimpinan politik dan layanan sipil. Ini juga melihat bagaimana korupsi dianggap berpengaruh pada lingkungan bisnis secara menyeluruh, serta seberapa jauh perusahaan mengatasi masalah internal dan eksternal ketika berhadapan dengan situasi tersebut.[Vivanews]

Turki Diguncang Gempa puluhan orang Meninggal Dunia

Sebuah gempa berkekuatan sekitar 6 skala Richter (SR) mengguncang Turki bagian timur, Senin (8/3/2010) dini hari

"Ada ketakutan dan kepanikan luar biasa di antara penduduk. Gempa itu terjadi sekitar satu menit. Kami merasakan gempa itu sangat kuat dan setiap orang berusaha untuk keluar ke jalan-jalan," kata Nursel Sengezer, seorang koresponden kantor berita Dogan di Karakocan, kepada jaringan televisi CNN Turk.

Menurut laporan Survei Geologi AS (USGS), pusat gempa itu terletak sekitar 43 km di sebelah barat kota Bingol, di kedalaman 9 km dan berkekuatan 5,9 SR. Sementara lembaga observasi gempa Turki mengatakan, gempa itu berkekuatan 6,0 SR dan pusatnya terletak di Basyurt-Karakocan. Gempa terjadi pada pukul 04.32 waktu setempat atau 09.32 WIB.

Puluhan Korban berjatuhan

Gempa kuat menewaskan 57 warga desa di satu daerah terpencil Turki timur sebelum Senin pagi, kata para para pejabat dan gempa susulan terus terjadi selama beberapa jam setelah tim penolong mencari penduduk yang terperangkap.

Orang masih tertitur lelap saat gempa berkekuatan 6.0 skala Richter terjadi pukul 04:32 waktu setempat (09:32 WIB) mengguncang daerah di Turki timur.

Gambar-gambar di televisi dari daerah itu menunjukkan wanita-wanita menangis dan berangkulan di tengah-tengah puing rumah-rumah mereka, mobil-mobil dan ambulans mengangkut
orang-orang yang cedera ke rumah sakit kota terdekat Kovancilar.

"Saya minta para warga jangan kembali ke rumah, karena ada kemungkinan terjadi gempa susulan," kata Perdana Menteri Tayyip Erdogan dalam satu pertemuan partai AK.

Erdogan prihatin dengan banyaknya jumlah korban jiwa karena rumah-rumah desa yang terbuat dari batu bata sangat rawan. Ia berjanji akan membangun kembali rumah-rumah tersebut dengan menggunakan bahan-bahan yang lebih kuat.

Pasukan paramiliter dan polisi dikerahkan ke daerah pinggiran desa-desa yang terkena dampak gempa, tempat penduduk berkumpul, dan satu Tim Bulan Sabit Merah telah tiba di daerah itu dan membangun satu pusat kriris.

"Wakil Perdana Menteri Cemil Cicek dan tiga menteri lainnya mengunjungi daerah yang dilanda gempa," kata kantor berita Anatolia.

Cicek mengatakan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 57 orang, demikian pernyataannya yang dikutip kantor berita setempat. [kompas]

Saat Demo, Aktivis HMI Ditabrak Angkot

Demonstrasi oleh puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, harus berhenti akibat kecelakaan. Tabrakan di tengah aksi mahasiswa terjadi di depan kampus setempat di Jalan Gajayana Malang, Senin (8/3).

Koordinator aksi Sahmawi mengatakan, para aktivis HMI yang tengah menggelar aksi solidaritas terhadap rekan-rekan mereka di Makassar, tiba-tiba ditabrak angkot.

"Melihat kejadian ini, teman-teman kemudian langsung bereaksi dengan memukuli angkot dengan tongkat bendera panji-panji," ucapnya.

Menurutny, aksi tidak berlangsung lama karena mereka menganggap kejadian itu merupakan provokasi.

"Ulah sopir yang menabrak para aktivis tersebut merupakan provokasi pihak tertentu yang ingin mengadu domba antara mahasiswa dengan pihak lain, untuk mengeruhkan kondisi yang sudah kondusif," kata Sahmawi.

Ia mengatakan sopir angkot tersebut mengaku disuruh seseorang.Insiden tersebut tidak sampai melukai para aktivis yang tengah menggelar aksi solidaritas. Kemudian mereka melanjutkan aksinya dengan membakar ban bekas di badan jalan raya yang padat kendaraan.

HMI UIN Maliki tersebut mendesak penuntasan kasus perusakan gedung sekretariat HMI Cabang Makassar oleh oknum polisi. Mereka mendesak Kapolri, Kapolda Sulsel dan Kapolwiltabes Makassar mundur dari jabatannya karena tidak mampu melakukan koordinasi dalam menangani aksi.[Suaramerdeka]

Gambar 'Ular Misterius' Muncul di Lukisan Ratu Elizabeth I

Gambar ular misterius yang melingkar muncul dalam lukisan abad ke-16 yang menggambarkan Ratu Elizabeth I, demikian disampaikan National Portrait Gallery di London.

Menurut para peneliti, ular itu dalam versi aslinya digambarkan sedang melingkar di jari-jari ratu. Namun gambar ular tersebut sepertinya dianggap kurang cocok sehingga oleh pelukisnya di menit terakhir diganti dengan lukisan seikat mawar. Kini, setelah bertahun-tahun kemudian, sang ular muncul lagi karena lukisan termakan umur dan memudarkan gambar bunga mawarnya.

Adapun lukisan ini diciptakan oleh seniman yang tidak dikenal pada tahun 1580-an atau awal 1590-an. Lukisan ini belum dipajang di galeri London sejak 1921 tapi akan menjadi bagian sebuah pameran bertema The Changing Faces of Elizabeth I, dari 13 Maret - 26 September.

Menurut kurator gallery, seekor ular kadang-kadang digunakan untuk melambangkan kearifan, kebijaksanaan dan kekuasaan penghakiman, tetapi makhluk-makhluk bersisik itu juga dikaitkan dengan simbol setan dan dosa asal. Nah, pelukis mungkin menghapus lambang ular karena alasan dua pengertian berbeda itu.

Ular yang ada dalam genggaman Ratu berwarna hitam tetapi memiliki sisik biru kehijauan dan hampir pasti dilukis berdasar imajinasi karena lebih mirip naga daripada ular sebenarnya.

Dalam pemotretan sinar-X ditemukan juga wajah wanita lain yang identitasnya tidak diketahui. Wajah perempuan tak dikenal itu menghadap ke arah yang berlawanan dan dalam posisi yang lebih tinggi daripada wajah ratu. Mata dan hidung di wajahnya tertutup oleh dahi Ratu Elizabeth.

Galeri foto yakin wajah perempuan itu adalah lukisan awal karya pelukis berbeda yang ditutup dengan lukisan wajah Ratu. Hal tersebut menunjukkan bagaimana lukisan abad ke-16 kadang-kadang didaur ulang oleh seniman.

Wanita yang tak dikenal itu tampak mengenakan kerudung Prancis, dengan pakaian bergaya tahun 1570-1580-an. Artinya ada selang waktu beberapa tahun sebelum lukisan itu kembali didaur ulang untuk melukis potret Elizabeth.[Kompas]

2 Anggota Wanadri Tewas disambar Petir

Written By admin on Sunday, March 7, 2010 | 8:58 PM

Dua anggota Wanadri (Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung), Aryadi Fallah (19), dan Deni Prasetya (20), yang sedang melakukan latihan anggota muda Wanadri di Gunung Wayang, Kabupaten Bandung Barat, tewas disambar petir. Sementara enam orang lainnya syok karena terkena imbas dari petir tersebut.

"Kejadian kemarin, Sabtu (6/2/2010), sekitar pukul 17.00 WIB. Yang meninggal itu Aryadi (19) dan Deni (20), mereka terkena petir," jelas salah satu anggota Wanadri senior, Effendi Soen saat ditemui di Kamar Jenazah RS Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung, Minggu (7/3/2010).

Effendi juga mengatakan selain dua orang tewas, enam orang lainnya syok, dan saat ini sedang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS. "Kalau 6 orang lainnya terkena imbas petir, mereka terlihat syok," tuturnya.

Effendi juga menjelaskan, saat kejadian, mereka sedang melakukan latihan anggota muda Wanadri. Mereka berada di Gunung Wayang sejak Jumat (5/3/2010) dan seharusnya hari ini, Minggu (7/3/2010) adalah hari terakhir latihan tersebut.

Pantauan detikbandung di Kamar Jenazah RSHS puluhan anggota Wanadri yang menggunakan syal warna orange turut melayat kedua jenazah tersebut.(bbn/avi/detik)

1000 Ulama HTI Jatim sepakat tolak kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia

Sekitar 1.000 ulama dari Hizbut Tahrir Indonesia Jatim atau HTI Jatim sepakat menolak kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia pada 20-22 Maret mendatang. Kesepakatan ini tercapai saat mereka menghadiri Majelis Al Buhuj Al Islamiyah di Asrama Haji Surabaya

"Penolakan ini adalah bentuk protes kami atas tindakan AS yang kerap menganiaya umat Islam di seluruh dunia," kata Ketua DPD HTI Jatim Khoiri Sulaiman, Minggu (7/3/2010).

Para ulama dan pimpinan pondok pesantren tersebut bersepakat bahwa Obama merupakan simbol dari kekejaman dunia barat terhadap umat Islam. Menurut dia, dunia barat hingga saat ini masih terus aktif menyiksa dan membunuh Islam di seluruh dunia.

"Kami sepakat menolak kedatangan Obama ke Indonesia sebagai bentuk solidaritas kami kepada saudara-saudara kami yang mengalami penderitaan akibat kekuasaan AS dan kroninya," katanya.

Selain di Surabaya, Majelis Al Buhuj Al Islamiyah juga digelar di Malang. Majelis ini juga menolak kedatangan Obama.[Kompas]

Penyerangan HMI Makasar ada indikasi Pelanggaran HAM

Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) mensinyalir terjadinya pelanggaran HAM pada penyerangan Wisma HMI Cabang Makassar, Rabu lalu. Hal tersebut disampaikan anggota Komnas HAM Ridha Saleh usai berkunjung ke Wisma HMI, di Jalan Boto Lempangan, Makassar, Minggu, 7 Maret 2010.

"Setelah melakukan pemantauan langsung ke Wisma HMI Cabang Makassar, saya menanggap ada indikasi pelanggaran HAM. Tapi ini bukan kesimpulan," kata Ridha Saleh kepada wartawan di Makassar.

Komnas HAM memiliki temuan yang menguatkan adanya indikasi pelanggaran HAM tersebut. Seperti adanya penyerangan disertai pengrusakan, pemukulan terhadap kader HMI serta mengeluarkan perkataan-perkataan yang kasar dan menyinggung perasaan.

Dia mengatakan, tindakan tersebut tidak semestinya dilakukan dari satuan yang dikenal sebagai pengayom masyarakat tersebut. "Tentu saja tindakan itu mencerminkan sebagai tindakan yang tidak profesional," ujar Ridha Saleh lagi.

Lebih jauh Ridha menegaskan, tindakan para oknum polisi tersebut tentu saja menjadi tanggung jawab dari insititusi tertinggi kepolisian. Mulai dari Kapolri, Kapolda, hingga Kapolwiltabes Kota Makassar. Sebab, para petinggi mereka gagal melakukan pendidikan.

Sementara itu, dalam kunjungannya, Ridha Saleh didampingi Ketua Umum Pengurus Besar HMI Syamsuddin Radjab. Mereka mewawancarai Ketua Umum HMI Cabang Makassar Amal Sakti, serta sejumlah anggota HMI yang berada di Wisma HMI saat terjadi penyerangan.

Komnas HAM juga meninjau area yang rusak akibat penyerangan, baik yang dilakukan pada Rabu malam, maupun pada hari Kamis siang di Wisma HMI tersebut. Mereka juga mengambil foto-foto yang menjadi barang bukti, seperti sejumlah motor milik kader HMI yang rusak karena dirusak.

"Kami ingin lebih mendalami kasus ini, sebagai bahan pada rapat paripurna Komnas HAM, selasa mendatang," kunci Ridha.[Vivanews]

Kambing Beranak 'Manusia' menggemparkan warga Muaradua

Seekor kambing melahirkan anak kembar berwujud manusia di Desa Srimenanti, Karet, Kecamatan Buay Pemaca, Ogan Komering Ulu Selatan. Peristiwa langka itu membuat heboh warga Muaradua yang berdatangan karena tertarik menyaksikannya.

Kambing tersebut milik Rasyid (40), penjaga kebun kopi milik Angga (25). Kambing melahirkan dalam kandang di belakang pondok tempat tinggal Pardi, Jumat (5/3) pukul 15.00. Tak seperti umumnya, anak kambing itu identik dengan wujud bayi manusia. Panjang tubuhnya sekitar 30 cm. Kepalanya seukuran kepalan tangan orang dewasa, berbentuk lonjong dengan hidung dan mulut mirip manusia.

Uniknya lagi, kulit tubuhnya juga mirip manusia bewarna putih kemerahan tanpa bulu sebagaimana kambing. Pusarnya juga mirip bayi manusia. Hanya kakinya yang berjumlah empat dan tidak mirip organ manusia, juga telinganua panjang.

Rasyid tentu saja kaget melihat proses kelahiran itu dan langsung memanggil Angga. Momen itu lantas direkam pakai video ponsel dan difoto. Sayang, tidak sampai setengah jam setelah kelahiran, dua anak kambing berwujud manusia itu mati. “Saya kaget waktu melihat anak yang pertama keluar karena tidak ada bulu. Pas yang kedua keluar juga, tambah kaget. Saya lihat lagi dan bersihkan dari perut ke atas mirip bayi orang. Yang pertama lahir ukurannya lebih besar,” kata Rasyid.

Informasi langsung menyebar. Warga Desa Srimenanti dan sekitarnya berduyun-duyun datang menyaksikan keanehan itu. Termasuk dari Muaradua yang jaraknya setengah jam perjalanan ke desa. Mereka terheran-heran melihat dua anak kembar kambing mirip manusia itu.

"Entah dari mana datang mereka, banyak yang ke sini. Kebun ini sampai penuh orang. Anak kambing itu jenis kelaminnya laki-laki,” ujar Rasyid.

Misteri anak kambing mirip manusia itu jadi bahan perbincangan hangat. Ada yang meyakini kambing itu akibat ulah orang yang mengidap kelainan seksual. Beberapa malah menghubungkannya dengan isu kiamat tahun 2012.

"Saya dapat cerita kambing beranak manusia. Tentu saja kaget dan tak langsung percaya, setelah melihat sendiri ternyata memang mirip bayi orang. Ini sangat aneh dan baru kali ini terjadi di sini,” kata Ijal Halom (34), warga Pasar Ilir Muaradua yang datang bersama rekan-rekannya.

Rasyid mengatakan, induk kambing itu dibelinya sebulan yang lalu dalam keadaan sudah hamil seharga Rp 900 ribu bersama dua ekor kambing lainnya. Yang satu jantan dan satunya lagi betina.

Kambing dipelihara seperti biasa. Tidak ada perlakuan khusus, kambing dilepas mencari makan di sekitar kebun kopi. Kandangnya berupa bangunan reot dari papan beratapkan seng. Betina yang satu melahirkan satu anak, Kamis (4/3), dan tidak ada yang aneh.Pada Jumat giliran betina yang satunya melahirkan dua anak mirip manusia itu. “Saya tidak punya firasat atau mimpi yang aneh-aneh. Pikiran saya waktu itu gembira karena ternak kambing bisa berhasil,” ujar Rasyid.

Dia mengaku masih berutung karena induknya tidak mati. Sementara dua anaknya idak langsung mengubur anak kambing kembar itu setelah kelahiran karena meyakini masih banyak warga yang hendak melihatnya. Benar saja, pada Sabtu (6/3) semakin banyak warga yang datang. Sekitar pukul 09.00, barulah dua anak kambing itu dikubur di kebun. (ahf/kompas)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERITA -BERITA PILIHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger