Latest Post

Kakek 80 tahun bermodal Bakso cabuli bocah SD

Written By admin on Saturday, March 6, 2010 | 3:14 PM

Di usianya yang sudah uzur itu, Maniran harus mendekam di sel tahanan Mapolres Kediri. Maniran dilaporkan telah mencabuli Rindu (7), bukan nama sebenarnya, bocah kelas I SD.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Arya Wibawa, pelaku dibekuk dirumahnya dan kini tengah menjalani pemeriksaan secara intensif di Unit Pengaduan Perempuan dan Anak (PPA).

"Dari keterangan korbannya, pelaku mencabuli dengan cara melorot (melepaskan, red) celananya lalu meraba-raba bagian kewanitaan korban," ungkap AKP Arya Wibawa, Jumat (5/3).

Sementara itu, pelaku mengaku tega mencabuli Rindu karena hasratnya timbul ketika melihat korban. "Saya pangku dan saya pegangi," aku Maniran.

Menurut pelaku, sebelum mencabuli korban, ia sempat membelikan bakso seharga seribu rupiah. Dengan iming-iming jajan bakso itu, kemudian korban yang memang sering bermain di depan rumahnya itu dipangku dan dicabuli.

Sedangkan, korban mengakui jika celananya sudah tujuh kali dilepas oleh pelaku. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan UU perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.[Inilah]

Wakil ketua KPK Kasus Bank Century Mengarah ke Tipikor

Ekspose terakhir yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kasus Bank Century sudah mengarah pada indikasi tindak pidana korupsi (Tipikor). Keterangan dari sejumlah pihak seperti Boediono pun bukan tidak mungkin akan dilakukan.

"Dari ekspos semalam memang sudah mengarah pada indikasi (Tipikor) dan pimpinan meminta agar perlu penambahan keterangan dengan berbagai macam cara yang dilakukan oleh tim," kata Wakil Ketua KPK bidang pencegahan KPK M Jasin.

Hal itu disampaikan Jasin dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/3/2010).

Jasin juga mengatakan, penyelidikan kasus Bank Century oleh KPK akan terus berjalan. Jasin juga memastikan bahwa KPK sangat serius dalam menangani kasus ini.

"Semalam kita ekspose sampai pukul 12.00 WIB malam dan diskusi panjang. Itu menunjukkan keseriusan kita," kata Jasin.

Sebelumnya, KPK menggelar ekspose kasus Bank Century dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB. Ekspose tersebut membahas data-data baik dari PPATK maupun Pansus.[Detik]

Kecewa sikap PKB,puluhan Kader bakar Foto Muhaimin Iskandar

Puluhan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lamongan membakar foto Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar di depan Kantor DPC PKB setempat. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mereka terkait sikap PKB dalam kasus bailout Bank Century.

Korlap aksi, Choirul Muhdlor mengatakan, langkah itu terpaksa dilakukan lantaran mereka menilai PKB telah keluar dari jalur perjuangan yang digariskan para kyai, membela yang benar. "Ini (pembakaran foto Muhaimin) adalah ekspresi kekecewaan kami sebagai konstituen PKB," tandas pria bertubuh subur ini.

Selaku ketua partai, lanjut dia, Muhaimin mestinya berani bersikap tegas dan kritis terhadap pemerintah. Bukan sebaliknya, memilih opsi A dalam paripurna DPR yang membenarkan bailout terhadap Bank Century. Padahal bayak kalangan menengarai ada skandal besar di balik bailout tersebut.

"Jangan hanya karena mendapatkan jatah menteri lalu membuat Muhaimin jadi banci dan mengorbankan PKB. Partai ini dilahirkan para kiyai untuk membela yang benar-benar benar," cetus mantan pengurus DKC Garda Bangsa Lamongan ini.

Massa PKB yang beberapa di antaranya memakai atribut Garda Bangsa, langsung membentuk barisan. Selanjutnya, mereka menggelar upacara pembakaran dengan inspektur upacara Choirul Muhdlor.

Usai upacara, mereka kemudian menggelar tahlil dan doa bersama di pinggir Jalan Pahlawan Lamongan. Sementara, beberapa di antara massa membagikan seleberan kepada pengguna jalan yang berisi kecaman terhadap sikap PKB terkait Kasus Century.

Terpisah, Ketua DKC Garda Bangsa Lamongan M. Nizar membantah bahwa massa tersebut berasal dari Garda Bangsa. Menurut dia, Muhdlor memang pernah menjadi pengurus DKC Garda Bangsa Kota Soto itu. Namun, pasca konflik PKB antara kubu Gus Dur dan Muhaimin, dia tak lagi menjadi bagian dari DKC Garda Bangsa Lamongan.

"Kami mengutuk aksi pembakaran foto cak Imin itu. Apalagi, beberapa peserta aksi tersebut memakai seragam DKC Garda Bangsa Lamongan," tandasnya.

Lantas? Menurut Nizar, pihaknya tetap segaris dengan keputusan partai. Yakni, mendukung langkah yang diambil FKB dalam siding paripurna DPR yang mengambil opsi A, mendukung bailout Bank Century. Sebab, kata dia, keputusan tersebut tentu sudah dipertimbangkan secara matang oleh pengurus PKB.[Vivanews]

Gara gara diplonco.. Cucu Kaisar jepang pilih bolos sekolah

Praktik kekerasan di sekolah marak di beberapa negara. Bahkan seorang putri Kekaisaran Jepang pun menjadi korban perpeloncoan yang cenderung disertai penganiayaan ini.

Putri Aiko, cucu dari Kaisar Jepang Akihito dikabarkan bolos dari sekolahnya akibat aksi peloncoan yang dilakukan murid laki-laki di sekolahnya.

Putri berusia 8 tahun itu mengeluhkan rasa sakit di bagian perutnya. Dia juga diliputi rasa cemas luar biasa sejak pulang sekolah lebih awal pada Selasa 2 Maret lalu.

Menurut juru bicara Kekaisaran Jepang, setelah dilakukan penyelidikan atas kasus ini, ditemukan Putri Aiko beserta beberapa siswi lainnya mengalami 'aksi kekerasan' oleh murid laki-laki kelas lain. Namun pihak kekaisaran sendiri menolak untuk memberikan menceritakan lebih detail mengenai insiden ini.

Sementara pihak sekolah sendiri berdalih, insiden ini tidak lebih dari sebuah kesalahpahaman antara para murid di sekolah elit Gakushuin Primary School yang terletak di Distrik Shinjuku, Tokyo.

"Dia (Putri Aiko) memutuskan untuk pulang lebih awal. Saat mengganti sepatu, dia tidak menyadari ada dua murid laki-laki di sekitarnya yang hampir menabraknya. Insiden ini tentunya membuat terkejut dan takut," ungkap Kepala Sekolah Gakushuin, Motomasa Higashisono, seperti dikutip The Straits Times, Sabtu (6/3/2010).

Putri Aiko merupakan anak pasangan Putra Mahkota Jepang Naruhito dan Putri Masako. Insiden ini amat jarang didengar oleh publik Negeri matahari Terbit tersebut. Umumnya kehidupan pribadi keluarga kekaisaran tertutup rapat oleh aturan yang ketat serta protokol istana yang formal. (faj)(rhs/Okezone)

Luar biasa.. Walau tertembak Pilot Heli Terus Terbangkan Heli Hingga Mendarat

Luar biasa! Seorang pilot helikopter militer Inggris terkena tembakan di antara kedua kedua matanya. Namun dia terus bertahan untuk menerbangkan heli. Akhirnya heli mendarat dengan selamat dan seluruh tentara yang berjumlah 20 orang pun selamat.

Media Inggris, The Sun memberitakan, Letnan Penerbang Ian Fortune awalnya menerbangkan heli Chinook untuk menjemput para tentara yang menjadi korban pertempuran pasukan AS-Afghanistan dengan kelompok pemberontak di dekat Garmsir di Provinsi Helmand, Afghanistan.

Saat hendak mengangkat para korban, heli yang dipiloti Fortune diserang gerilyawan. Bahkan ketika heli akan naik ke udara, Fortune tertembak. Sebuah peluru mengenai helmnya dan menembus antara kedua matanya. Pendarahan hebat pun terjadi.

Dengan darah terus mengalir di wajahnya, Fortune berjuang untuk tetap mengendalikan pesawat yang terus ditembaki musuh. Pria berusia 28 tahun itu terus terbang selama delapan menit sebelum mendarat di Kamp Bastion.

Fortune kemudian dilarikan ke rumah sakit lapangan untuk dirawat.

"Ini tadinya bisa menjadi salah satu insiden terburuk," kata seorang sumber senior militer Inggris di Afghanistan seperti dilansir News.com.au, Sabtu (6/3/2010).

"Jika peluru mengenai pilot satu milimeter agak ke bawah, mereka yang di dalam pesawat tak akan punya kesempatan hidup," tuturnya. "Dan jika bukan karena keahlian pilot, hasilnya pasti tak akan sama," ujarnya.[Detik]

Rusuh Makassar :Sosiolog mengingatkan Mahasiswa Jangan Sampai Jadi Musuh Rakyat

Demo mahasiswa di Makassar yang diakhiri dengan tindakan anarkis sebenarnya bukanlah hal yang aneh. Perlu ada reposisi kepemimpinan di tubuh ormas dan organisasi kemahasiswaan di Makassar untuk mengakhiri situasi tersebut.

"Mahasiswa harus segera mereposisi kepemimpinan yang didukung oleh tokoh-tokoh di Makassar," ujar sosiolog Imam B Prasodjo yang dilangsir detikcom, Sabtu (6/3/2010).

Mulai dari Jusuf Kalla, Andi Mallarangeng serta beberapa tokoh nasional yang berasal dari Makassar, diharap mau untuk mendorong reposisi tersebut. Hal ini dirasa sangat perlu karena selama ini Makassar cenderung lebih dikenal dengan aksi yang berujung tindak kekerasan.

"Saya khawatir mahasiswa di situ (Makassar) lebih dikenal dengan unjuk rasa dengan kekerasan dibanding aktivitas akademiknya," jelasnya.

Mahasiswa, pinta Imam, juga jangan sampai justru menjadi musuh rakyat. Pasalnya, dengan mengatasnamakan suara rakyat, mereka justru lebih banyak merusak fasilitas umum.

"Yang sedang terancam, komunitas akademis di Makassar," tandasnya.[Detik]

Gempa Haiti ,Hugo Chavez menuding AS uji coba senjata.Tektonik.

- Presiden Venezuela Hugo Chavez melontarkan tudingan serius pada AS. Ia menengarai gempa bumi yang menimpa Haiti bukan gempa bumi biasa tetapi disebabkan oleh persenjataan milik AS.

Menurut Chavez, gempa yang mengguncang Haiti tanggal 12 Januari kemarin adalah dampak dari uji coba “senjata tektonik” yang dilakukan AS.

Surat kabar Spanyol yang terbit awal minggu ini mengutip pernyataan Chavez yang mengatakan bahwa AS sedang “bermain-main menjadi Tuhan” dengan membuat senjata yang mampu menimbulkan dampak seperti yang ditimbulkan bencana alam seperti gempa bumi.

Uji coba senjata “gempa bumi” itu, lanjut Chavez, dilakukan di lepas pantai Haiti sehingga menimbulkan gempa yang menewaskan 100.000 lebih penduduk Haiti. Spekulasi bahwa gempa berkekuatan 7 skala Richter yang menimpa Haiti bukan gempa biasa, juga dilansir oleh banyak media massa di Venezuela yang menduga gempa itu kemungkinan ada hubungannya dengan proyek HAARP yang sedang digarap AS.

HAARP atau High Frequency Active Auroral Research Program adalah sebuah sistem yang bisa menimbulkan perubahan iklim yang drastis dan ganas. Pusat penelitian HAARP berada di Alaska yang diarahkan pada rekonfigurasi lapisan yang menyelubungi bumi, ionosfer untuk meningkatkan komunikasi satelit.

Kecurigaan bahwa AS sedang mengembangkan senjata “perusak lingkungan” bukan tanpa alasan karena mantan Menteri Pertahanan AS William Cohen pada tahun 1997 pernah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap negara-negara yang mengembangkan senjata “teroris” yang bisa mengubah kondisi iklim, menimbulkan gempa bumi, gunung meletus dan sejenisnya dengan menggunakan gelombang elektromagnetik.

Gempa di Chile juga dipergunjingkan oleh media yang kritis kepada AS, juga akibat teknologi HAARP. Chile, demikian menurut berita itu, punya cadangan minyak yang sangat besar, Karena itulah gempa dibuat di kawasan itu sehingga AS akan masuk dibuktikan dengan masuknya tentara AS, dan kemudian akan mengambil cadangan minyak itu. (Satwiko Rumekso/Kompas)

Demo HMI dinilai Polisi Melanggar Hukum

Aksi demonstrasi puluhan orang anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang berlangsung ricuh di Jl. Cilosari, Cikini, Jakarta Pusat, semalam, dinilai melanggar hukum. Aksi itu tidak memiliki izin dari kepolisian.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar di Polda Metro Jaya, Sabtu (6/3/2010), ketika ditanya aksi demo HMI cabang Jakarta.

Boy menjelaskan, aksi membakar ban bekas di jalan, memblokir jalan, melakukan pelemparan, merupakan tindakan anarkis dan melanggar hukum. Apalagi pada aksi semalam, ada masyarakat yang melaporkan ke Polsek Menteng menjadi korban terkena lemparan batu. Meski demikian, polisi belum menangkap satu pun mahasiswa.

"Perbuatan tidak mengundang rasa simpati dari masyarakat. Kita harus saling menghargai dan menjalankan hak dan kewajiban kita," ucap dia.

Polisi, kata Boy, tidak pernah melarang setiap aksi unjuk rasa mahasiswa maupun elemen masyarakat. Namun, pengunjuk rasa diharapkan melaporkan terlebih dulu 24 jam sebelum aksi mengenai jumlah masa, lokasi aksi, atribut yang dibawa, dan lain-lain.

"Unjuk rasa berimplikasi terhadap keamanan. Bisa berdampak merugikan masyarakat. Kita himbau jauhkan budaya kekerasan pada unjuk rasa diluar ketentuan yang ada," ucap dia.

Seperti diberitakan, anggota HMI kemarin juga melakukan aksi demontrasi di depan Gedung Mabes Polri mengecam penyerangan Kantor HMI cabang Makasar. Saat aksi, seratusan orang pendemo terus menghina polisi dengan kata-kata sangat kasar. Polisi tidak merespon hinaan itu.

Akbar Tanjung dan Walikota Jakarta Pusat Tenangkan Massa HMI

Aksi ricuh berujung bentrokan oleh massa HMI dan polisi mendapat respons dari mantan Ketua Umum HMI Akbar Tandjung. Jumat (5/3/2010) malam, Akbar bersama Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni mendatangi massa HMI di markasnya, Jalan Cilosari, Cikini, Jakarta Pusat.

Keduanya datang dalam waktu yang berdekatan. Akbar dan Sylviana pun memasuki markas HMI untuk bernegoisasi dan berdialog dengan massa HMI. "Ya mereka kan adik-adik saya, kita dengarkan aspirasi mereka," kata Akbar Tandjung kepada wartawan setibanya di markas.[kompas]



Empat Anggota Densus Dikabarkan Tewas Saat Penggrebekan di Aceh Besar

Written By admin on Friday, March 5, 2010 | 2:12 PM

Polri masih belum mau memberikan konfirmasi terkait informasi tewasnya empat anggota tim gabungan satuan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Brigadir Mobile (Brimob) setelah aksi baku tembak penggerebekan kelompok yang diduga teroris di hutan Kawasan Bayu, Lamkabeu, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, Kamis (4/3/2010) sore.

Baik Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Edward Aritonang maupun wakil Kadiv Humas, Brigjen Pol Sulistyo Ishak dan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ito Sumardi tidak dapat dimintai konfirmasinya saat coba dihubungi melalui sambungan telepon maupun surat elektronik.

Sebelumnya, informasi yang didapat, operasi penggerebekan kelompok yang diduga terlibat jaringan teroris di hutan Kawasan Bayu, Lamkabeu, Kecamatan Seulimeuem, Aceh Besar, Kamis sore kembali memakan korban. Sebanyak sepuluh orang dari gabungan satuan Densus dan Brimob Polda Aceh menjadi korban dalam baku tembak itu.

Kesepuluh korban berhasil dilarikan ke RS Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, RS. Bhayangkara, Lamteumen, dan puskesmas di Seulimeuem, Aceh Besar. "Empat di antara gabungan satuan Densus dan Brimob tewas akibat baku tembak itu," ujar sumber Persda Network, di Aceh. Sementara sisanya masih dalam perawatan.

Tim gabungan satuan Densus 88 Antiteror dan brimob Polda Aceh sendiri berhasil melumpuhkan 19 orang yang diduga sebagai kelompok teroris. Kontak tembak itu sendiri terjadi sejak sekitar pukul 14.00 WIB. Aksi baku tembak itu berawal ketika polisi menyisir daerah yang diduga lokasi kelompok bersenjata terkait dengan jaringan teroris di pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar. Kelompok yang diduga teroris itu melarikan diri ke pegunungan Seulawah.

Mabes Polri sendiri, hari ini mengungkapkan tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama brimob Polda Aceh berhasil menangkap 15 tersangka yang melakukan latihan kemiliteran. Satu orang di antaranya, yaitu AB, tewas ditembak karena berusaha melarikan diri di pegunungan Jantho, Aceh Besar. (Persda Network/Roy/Kompas)

Inilah Tanggapan Wapres Budiono terhadap hasil Paripurna Kasus Century


Setelah Presiden SBY menyampaikan pidatonya, kini giliran Wapres Boediono yang angkat bicara soal hasil Pansus Century. Boediono mengingatkan agar DPR tak bernafsu pada kekuasaan.

Bagi Wakil Presiden Boediono penyelematan Bank Century ibarat menyelamatkan sebuah rumah yang rentan terbakar disebuah kampung. Agar tidak merembet kelainnya, maka rumah itu harus diselamatkan.

Demikian disampaikan Boediono dalam keterangan persnya di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (5/4). "Meski pemilik rumahnya seorang perampok. Tapi tetap rumah itu harus diselamatkan, agar tidak merembet ke kampung," tuturnya.

Ia mengatakan, penyelamatan Bank Century dengan menggelontorkan dana sebesar Rp 6,7 triliun, jika tidak diselamatkan tidak hanya berdampak pada dunia perbankan. Melainkan juga rakyat secara keseluruhan.

Dijelaskan Boediono, penyelamatan terhadap Bank Century juga telah terlihat hasilnya. "Seandainya pun itu kelak terjadi biayanya akan kecil. Kerugian akan jauh lebih besar. Kerugian jauh lebih besar jika Century ditutup, rusaknya perbankan rusak," imbuhnya.

Pada Rabu (3/3) malam, rapat paripurna DPR yang dipimpin Ketua DPR Marzuki Alie akhirnya memutuskan pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) dan Penyertaan Modal Sementara (PMS) bagi Bank Century bermasalah. Keputusan itu diambil melalui voting yang akhirnya memenangkan opsi tersebut.

Sebanyak 325 anggota Dewan dari enam fraksi mendukung opsi tersebut dan sisanya sebanyak 212 anggota Dewan memilih opsi A yang menyatakan bahwa pemberian FPJP dan PMS bagi Bank Century tidak bermasalah karena dilakukan untuk mencegah krisis dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku


Waprea Budiono : nafsu politik sempit yang berlebihan akan memghancurkan cita-cita demokrasi

"DPR dan parpol adalah pilar demokrasi. Kiprah masing-masing pilar ini perlu kita batasi dari nafsu jangka pendek kepada kekuasaan. Belajar dari sejarah, nafsu politik sempit yang berlebihan akan memghancurkan cita-cita demokrasi, kita jangan mengulang masa lalu," ujar Boediono, di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (5/3).

Dalam upaya bersama membangun demokrasi, Boediono mengaku sangat menghormati DPR dan semua unsur masyarakat dalam upaya menciptakan pemerintah yang bersih.

"Saya mengharap dibentuknya panitia BanK Century ini untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Kontroversi Bank Century telah mrnyita banyak waktu dan energi bangsa. Perhatian beralih dari memperhatikan nasib bangsa. Langkah-langkah itu dilaksanakan secara proporsional berkeadilan dan dilakukan lembaga hukum yang berwenang," katanya.

Saat ini, sambungnya, muncul kegamangan dari pejabat negara untuk bertindak cepat. Karena itu ia berharap, masalah ini dapat diatasi bersama.

Tidak Mau Khianati Kepercayaan SBT, Budiono Tidak akan Mundur

"Saya sadari menghadapi kritik dan hujatan-hujatan. Saya juga dengar tekanan bertubi-tubi dari beberapa kelompok agar saya sebaiknya mundur, saya dengar tuntutan itu. Tapi bila saya memenuhi tuntutan tersebut saya akan tercatat dalam sejarah sebagai pemimpin yang lari dari tanggungjawab, sebagai pemimpin yang melecehkan kehendak rakyat yang telah memberikan suara," ujar Boediono, di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (5/3).

Disamping itu, Boediono juga mengatakan tidak akan mengkhianati kepercayaan presiden dan meninggalkannya.

"Semua ini tidak dimaksudkan untuk mengatakan bahwa saya sebagai Wapres tidak dapat dihentikan di tengah jalan. Bila mayoritas wakil rakyat di MPR menghendaki, dan bila semua ketentuan dalam Undang-Undang Dasar dan peraturan perundangan lainnya terpenuhi, apapaun keputusan MPR, saya akan mengikutinya," kata dia.

Boediono pun mengajak untuk menjaga agar demokrasi Indonesia menjadi leluasa dan berkembang dengan mantap.

"Untuk itu marilah kita jaga penghormatan atas hak asasi manusia yaitu asas praduga tak bersalah. Marilah kita tidak jadikan demokrasi kita sebagai arena adu massa dan adu kekuatan dana. Hanya dengan itu kita bisa bekerjasama membangun Indonesia yang jaya," paparnya.[Inilah]

Lowongan Kerja di PT.TAE HANG INDONESIA

PT.TAE HANG INDONESIA

PT. Tae Hang Indonesia merupakan perusahaan PMA yang berdiri sejak tahun 2002 sampai dengan sekarang berkembang dengan baik. PT. Tae Hang Indonesia juga merupakan bagian dari Group Perusahaan PT. Tae Hwa yang berkedudukan di Korea.

PT.Tae Hang Indonesia bergerak di bidang komponen elektronik, adapun produk yang dihasilkan adalah :
1. VCR Motor
- Drum Motor
- Capstan Motor
2. Press Tuner

Customer terbesar PT. Tae Hang Indonesia adalah :
  1. PT. LG Electronic Indonesia
  2. PT. LG Innotek Indonesia
  3. PT. Samsung Electronic Indonesia
Maka dari itu PT. Tae Hang Indonesia saat ini membutuhkan SDM yang berkualitas untuk dapat terus mengembangkan perusahaan agar lebih maju lagi. Adapun formasi tenaga kerja yang kami butuhkan :

Staff :

  1. Quality Control / Quality Assurance
  2. Accounting
  3. Marketing
  4. Purchasing
  5. R & D (Electrical / Mechanical)
Syarat :
  1. Pendidikan Minimal Diploma 3 (D 3)
  2. Pengalaman Minimal 2 tahun pada bidang yang sama
  3. Usia Maksimal 35 tahun

Apply Online at : http://cdc.ui.ac.id

sumber : Career Development centre UI

Marzuki Alie membuat Pernyataan Kontroversial hingga dikecam Wakil Ketua DPR lainnya

Ketua DPR Marzuki Alie menilai pengawas rekomendasi Pansus Century tidak diperlukan. Menurutnya rekomendasi yang telah diketok palu itu tidak mengikat dan tidak perlu ditindaklanjuti.

"Rekomendasi itu menurut saya tidak mengikat dan tidak perlu ditindaklanjuti," kata Marzuki sebelum rapat paripurna di DPR, Senayan, Jumat (5/3/2010).

Mantan Sekjen DPP PD ini menilai tidak perlu adanya tim pengawas yang bertugas memantau perkembangan hasil paripurna DPR soal Pansus Century.

"Saya kira tidak harus ada pengawas. Kita percayakan saja ke lembaga penegak hukum. Bagaimanapun juga rekomendasi itu diarahkan ke penegakan hukum," katanya.

Sebelumnya diberitakan, dalam rapat paripurna Pansus Century dimenangkan oleh fraksi-fraksi yang mendukung opsi C. Ini berarti, DPR menyetujui hasil kerja pansus yang menyimpulkan bahwa kebijakan dan pelaksanaan proses bailout bermasalah.

Akibatnya, aparat penegak hukum harus menyelidiki dugaan kesalahan dan pelanggaran hukum dalam proses bailout Century. Untuk memastikan hasil paripurna itu berjalan dengan baik, DPR membentuk tim pengawas sebagaimana amanat UU tata tertib DPR.

Tanggapan Wakil Ketua DPR Priyo budisantoso


Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menilai pendapat Ketua DPR Marzuki Alie soal tidak perlunya menindaklanjuti rekomendasi Pansus Century yang sudah diketok palu sebagai sikap yang salah. Menurut Priyo, wajib hukumnya dibentuk pengawas rekomendasi.

"Oh, itu salah loh, salah. Justru harus segera ditindaklanjuti dan diawasi," jelas Priyo. Hal ini disampaikan Priyo sebelum rapat Paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/3/2010).

Penegak hukum, menurut Priyo, harus cepat bekerja. Rekomendasi Pansus yang telah disepakati DPR mengikat aparat penegak hukum untuk segera mengambil keputusan.

"Juga harus segera ditindaklanjuti, dan itu mengikat penegak hukum baik kepolisian, kejaksaan, maupun KPK untuk cepat bertindak," tutupnya.

Tanggapan Anggota Partai Golkar
Lainnya

Partai Golkar kecewa mendengar Ketua DPR Marzuki Alie mengungkapkan rekomendasi Paripurna Century yang menyatakan bailout Century bermasalah tidak perlu ditindaklanjuti. Golkar menyarankan Partai Demokrat mengganti Marzuki Alie dari posisi Ketua DPR.

"Kami minta PD mengganti dengan orang yang lebih baik dan punya pengalaman lebih tinggi dalam bidang politik," kata Wakil Bendahara Umum Golkar Bambang Soesatyo usai rapat Paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/3/2010).

Bambang menilai, Marzuki telah melecehkan institusi yang dipimpinnya sendiri.

"Tidak pantas ucapan itu keluar dari mulut Ketua DPR. Itu artinya dia melecehkan lembaga tinggi negara yang dia pimpin sendiri," tutup Bambang.

Sebelumnya diberitakan Ketua DPR Marzuki Alie menilai rekomendasi Pansus dalam sidang Paripurna yang telah disahkan bersifat tidak mengikat. Oleh karena itu, Marzuki tidak sependapat dibentuk pengawas rekomendasi.

"Menurut saya tidak perlu ditindaklanjuti karena namanya rekomendasi tidak mengikat. Bisa ditindaklanjuti bisa tidak," kata Marzuki.

Pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie soal tidak perlunya menindaklanjuti rekomendasi Pansus Century karena tidak mengikat dibantah Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Menurut Pram, keputusan DPR itu bersifat mengikat dan wajib ditindaklanjuti.

"Ini kan keputusan DPR, keputusan DPR itu keputusan politik yang mengikat. DPR harus menidaklanjuti rekomendasi Pansus yang sudah menjadi rekomendasi DPR," kata Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/3/2010).

Tanggapan Wakil Ketua DPR Pramono Anung

Menurut Sekjen DPP PDIP ini, amanat tata tertib DPR menyebutkan, setelah disahkan oleh paripurna, DPR harus membentuk tim pengawas. Hal ini untuk menjamin dan memastikan keputusan DPR itu ditindaklanjuti secara serius dan benar.

"Tugas DPR lalu membentuk tim pengawas. Selambat-lambatnya, awal persidangan depan. Sehingga rekomendasi bisa dilanjutkan secepatnya," paparnya.

Pram berharap lembaga penegak hukum segera mendorong dan menindaklanjuti adanya dugaan tindak pidana dan pelanggaran lainnya. "Kalau korupsi ke KPK, kalau hukum ke Kepolisian dan Kejaksaan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPR Marzuki Alie menilai pengawas rekomendasi Pansus Century tidak diperlukan. Menurutnya rekomendasi yang telah diketok palu itu tidak mengikat dan tidak perlu ditindaklanjuti.

"Rekomendasi itu menurut saya tidak mengikat dan tidak perlu ditindaklanjuti," katanya.

Mantan Sekjen DPP PD ini menilai tidak perlu adanya tim pengawas yang bertugas memantau perkembangan hasil paripurna DPR soal Pansus Century.

"Saya kira tidak harus ada pengawas. Kita percayakan saja ke lembaga penegak hukum. Bagaimanapun juga rekomendasi itu diarahkan ke penegakan hukum," katanya.[detik]

Inilah pidato Lengkap Tanggapan SBY terhadap keputusan DPR soal Century

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menanggapi rekomendasi Tim Independen Verifikasi Fakta atau Tim 8 mengenai kasus pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah serta kasus Bank Century. Berikut transkrip lengkap pidato SBY yang disampaikan di Istana Negara, Senin malam, 23 November 2009.

Bismillahirrahmanir rahim. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air yang saya cintai dan saya banggakan.

Dengan terlebih dahulu memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, serta dengan memohon ridho-Nya, pada malam hari ini saya ingin menyampaikan penjelasan kepada seluruh rakyat Indonesia, menyangkut dua isu penting yang berkaitan dengan penegakan hukum dan keadilan di negeri kita.

Isu penting yang saya maksud adalah pertama, kasus Bank Century dan kedua, kasus Sdr. Chandra M. Hamzah dan Sdr. Bibit Samad Riyanto, yang keduanya telah menjadi perhatian masyarakat yang amat mengemuka.

Kedua isu ini juga telah mendominasi pemberitaan di hampir semua media massa, disertai dengan percakapan publik yang menyertainya, bahkan disertai pula dengan berbagai desas-desus atau rumor yang tidak mengandungi kebenaran.

Oleh karena itu, selaku kepala negara dan kepala pemerintahan, malam ini, saya pandang perlu untuk menjelaskan duduk persoalan, serta sikap pandangan dan solusi yang perlu ditempuh terhadap kedua permasalahan tersebut.

Dalam waktu dua minggu terakhir ini, saya sengaja menahan diri untuk tidak mengeluarkan pernyataan menyangkut Bank Century dan kasus Sdr. Chandra M. Hamzah dan Sdr. Bibit Samad Riyanto dengan alasan:

Kesatu, menyangkut kasus Bank Century selama ini saya masih menunggu hasil Pemeriksaan Investigasi yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang dilakukan atas permintaan DPR RI.

Saya sungguh menghormati proses itu dan saya tidak ingin mengeluarkan pernyataan yang mendahului, apalagi ditafsirkan sebagai upaya mempengaruhi proses audit investigatif yang dilakukan BPK.

Tadi sore saya telah bertemu dengan Ketua dan Anggota BPK yang menyampaikan laporan hasil pemeriksaan investigasi atas Bank Century. Dengan demikian, malam ini tepat bagi saya untuk menyampaikan sikap dan pandangan saya berkaitan dengan kasus Bank Century tersebut.

Kedua, menyangkut kasus hukum Sdr. Chandra M. Hamzah dan Sdr. Bibit Samad Riyanto, malam ini saya pandang tepat pula untuk menyampaikan sikap pandangan dan solusi paling tepat terhadap permasalahan itu.

Mengapa? Saudara-saudara masih ingat, pada tanggal 2 November 2009 yang lalu, dengan mencermati dinamika di lingkungan masyarakat luas yang antara lain berupa silang pendapat kecurigaan dan ketidakpercayaan atas proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri dan Kejaksaan Agung, saya telah membentuk sebuah tim independen yaitu Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum Sdr. Chandra M. Hamzah dan Sdr. Bibit Samad Riyanto.

Tim Independen ini, yang sering disebut Tim-8, bekerja selama dua minggu, siang dan malam, dan akhirnya pada tanggal 17 November 2009 yang lalu secara resmi telah menyerahkan hasil kerja dan rekomendasinya kepada saya.

Setelah selama lima hari ini jajaran pemerintah, termasuk pihak Polri dan Kejaksaan Agung saya instruksikan untuk merespons hasil kerja dan rekomendasi Tim-8, maka malam hari ini secara resmi saya akan menyampaikan kepada rakyat Indonesia, apa yang sepatutnya kita laksanakan ke depan.

Saudara-saudara

Sebelum saya masuk ke dalam inti permasalahan tentang bagaimana sebaiknya kasus Bank Century dan kasus Sdr. Chandra M. Hamzah dan Sdr. Bibit Samad Riyanto ini kita selesaikan dengan baik, saya ingin menyampaikan kepada segenap masyarakat luas, bahwa cara-cara penyelesaian terhadap kasus hukum yang memiliki perhatian publik luas seperti ini mestilah tetap berada dalam koridor konstitusi hukum dan perundang-undangan yang berlaku, seraya dengan sungguh-sungguh memperhatikan dan mendengarkan aspirasi dan pendapat umum.

Solusi dan opsi yang kita tempuh juga harus bebas dari kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan; tetap jernih dan rasional serta bebas dari tekanan pihak manapun yang tidak semestinya. Dan, di atas segalanya, kita harus tetap bertumpu kepada dan menegakkan kebenaran dan keadilan.

Rakyat Indonesia yang saya cintai,

Sekarang saya akan menjelaskan yang pertama dulu, yaitu sikap dan pandangan saya tentang kasus Bank Century.

Yang pertama-tama harus kita pahami adalah pada saat dilakukan tindakan terhadap Bank Century tersebut, situasi perekonomian global dan nasional berada dalam keadaan krisis. Hampir di seluruh dunia terjadi goncangan keuangan dan tidak sedikit pula krisis di dunia perbankan. Banyak negara melakukan tindakan untuk menyelamatkan perbankan dan perekonomian mereka.

Pada bulan November 2008 yang lalu apa yang dilakukan oleh pemerintah dan BI mestilah dikaitkan dengan situasi dan konteks demikian, sehingga tidak dianggap keadaannya normal-normal saja. Kita punya pengalaman sangat pahit dan buruk 10-11 tahun lalu ketika Indonesia mengalami rangkaian krisis yang menghancurkan perekonomian kita.

Dengan demikian kebijakan yang ditempuh untuk melakukan tindakan terhadap Bank Century yang di antaranya adalah tindakan hukum terhadap para pengelola Bank Century serta penyaluran dana penyertaan modal sementara, sesungguhnya bertujuan untuk mencegah terjadinya krisis perbankan bahkan perekonomian.

Meskipun ketika berlangsungnya proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan tugas untuk itu saya sedang mengemban tugas di luar negeri, tetapi saya memahami situasi yang ada di tanah air beserta rangkaian upaya untuk menyelamatkan perbankan dan perekonomian kita.

Tetapi, kini yang menjadi perhatian DPR RI dan berbagai kalangan masyarakat adalah:

Pertama, sejauh mana proses pengambilan keputusan dan tindakan penyaluran dana penyertaan modal sementara kepada Bank Century yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu dinilai tepat atau proper?

Kedua, apakah ada pihak-pihak tertentu dengan kepentingannya sendiri dan bukan kepentingan negara meminta atau mengarahkan pihak pengambil keputusan dalam hal ini Menkeu dengan jajarannya dan BI, yang memang keduanya memiliki kewenangan untuk itu?

Ketiga, apakah penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu ada yang bocor atau tidak sesuai dengan peruntukannya? Bahkan berkembang pula desas-desus, rumor, atau tegasnya fitnah, yang mengatakan bahwa sebagian dana itu dirancang untuk dialirkan ke dana kampanye Partai Demokrat dan Capres SBY; fitnah yang sungguh kejam dan sangat menyakitkan.

Keempat, sejauh mana para pengelola Bank Century yang melakukan tindakan pidana diproses secara hukum, termasuk bagaimana akhirnya dana penyertaan modal sementara itu dapat kembali ke negara?

Saudara-saudara,

Saya sungguh memahami munculnya sejumlah pertanyaan kritis itu yang tentunya memerlukan penjelasan dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Saya pun memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu sebagaimana yang dialami oleh masyarakat kita. Saya juga ingin, keempat pertanyaan kritis menyangkut kasus Bank Century yang saya sebutkan tadi juga mendapatkan jawaban yang tegas dan benar.

Dengan telah saya terimanya hasil pemeriksaan investigasi BPK atas kasus Bank Century sore tadi, pemerintah akan segera mempelajari dan pada saatnya nanti saya akan meminta Sdri. Menteri Keuangan dengan jajarannya, bersama-sama dengan pihak BI, untuk memberikan penjelasan dan klarifikasinya. Saya sungguh ingin keterbukaan dan akuntabilitas dapat kita tegakkan bersama. Saya juga ingin semua desas-desus kebohongan dan fitnah dapat disingkirkan dengan cara menghadirkan fakta dan kebenaran yang sesungguhnya.

Terhadap pemikiran dan usulan sejumlah anggota DPR RI untuk menggunakan Hak Angket terhadap Bank Century, saya menyambut dengan baik agar perkara ini mendapatkan kejelasan serta sekaligus untuk mengetahui apakah ada tindakan-tindakan yang keliru dan tidak tepat.

Bersamaan dengan penggunaan Hak Angket oleh DPR RI tersebut saya juga akan melakukan sejumlah langkah tindakan internal pemerintah berangkat dari hasil dan temuan Pemeriksaan Investigasi BPK tersebut.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah percepatan proses hukum bagi para pengelola Bank Century dan segera dapat dikembalikannya dana penyertaan modal yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu kepada negara. Saya telah menginstruksikan Jaksa Agung dan Kapolri untuk melaksanakan tugas penting ini.

Saudara-saudara,

Pada bagian kedua ini saya akan menyampaikan sikap pendapat dan langkah tindakan apa yang perlu dilakukan menyangkut kasus hukum Sdr. Chandra M. Hamzah dan Sdr. Bibit Samad Riyanto.

Sejak awal proses hukum terhadap dua pimpinan KPK non-aktif ini telah menimbulkan kontroversi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Kecurigaan terhadap kemungkinan direkayasanya kasus ini oleh para penegak hukum juga tinggi. Dua hari yang lalu saya juga mempelajari hasil survey oleh lembaga survey yang kredibel, yang baru saja dilakukan, yang menunjukkan bahwa masyarakat kita memang benar-benar terbelah.

Di samping saya telah mengkaji laporan dan rekomendasi Tim-8, saya juga melakukan komunikasi dengan dua pimpinan Lembaga Tinggi Negara di wilayah justice system yaitu Sdr. Ketua Mahkamah Agung dan Sdr. Ketua Mahkamah Konstitusi.

Saya juga melakukan komunikasi dengan segenap pimpinan KPK dan tentu saja saya pun telah mengundang Kapolri dan Jaksa Agung untuk mencari solusi terbaik atas kasus ini. Di luar itu, saya juga patut berterima kasih kepada para pakar hukum yang lima hari terakhir ini sejak Tim-8 menyampaikan rekomendasinya juga memberikan sumbangan pemikiran kepada saya.

Dalam kaitan ini sesungguhnya jika kita ingin mengakhiri silang pendapat mengenai apakah Sdr. Chandra M. Hamzah dan Sdr. Bibit Samad Riyanto salah atau tidak salah, maka forum atau majelis yang tepat adalah pengadilan. Semula saya memiliki pendirian seperti ini.
Dengan catatan proses penyidikan dan penuntutan mendapatkan kepercayaan publik yang kuat. Dan tentu saja proses penyidikan dan penuntutan itu fair, objektif, dan disertai bukti-bukti yang kuat.

Dalam perkembangannya justru yang muncul adalah ketidakpercayaan yang besar kepada pihak Polri dan Kejaksaan Agung sehingga telah masuk ke ranah sosial dan bahkan ranah kehidupan masyarakat yang lebih besar. Oleh karena itu faktor yang saya pertimbangkan bukan hanya proses penegakan hukum itu sendiri, tapi juga faktor-faktor lain seperti pendapat umum, keutuhan masyarakat kita, azas manfaat, serta kemungkinan berbedanya secara hakiki antara hukum dengan keadilan.

Sebelum memilih opsi atau konstruksi penyelesaian kasus ini di luar pertimbangan faktor-faktor non-hukum tadi, saya juga menilai ada sejumlah permasalahan di ketiga lembaga penegak hukum itu, yaitu di Polri, Kejaksaan Agung, dan KPK. Permasalahan seperti ini tentu tidak boleh kita biarkan dan harus kita koreksi, kita tertibkan, dan kita perbaiki.

Oleh karena itu, solusi dan opsi lain yang lebih baik, yang dapat ditempuh adalah pihak kepolisian dan kejaksaan tidak membawa kasus ini ke pengadilan dengan tetap mempertimbangkan azas keadilan, namun perlu segera dilakukan tindakan-tindakan korektif dan perbaikan terhadap ketiga lembaga penting itu yaitu Polri, Kejaksaan Agung, dan KPK.

Solusi seperti ini, saya nilai, lebih banyak manfaatnya dibanding mudharatnya. Tentu saja, cara yang ditempuh tetaplah mengacu kepada ketentuan perundang-undangan dan tatanan hukum yang berlaku.

Saya tidak boleh, dan tidak akan memasuki wilayah ini, karena penghentian penyidikan berada di wilayah Lembaga Penyidik (Polri), penghentian tuntutan merupakan kewenangan Lembaga Penuntut (Kejaksaan), serta pengenyampingan perkara melalui pelaksanaan asas oportunitas merupakan kewenangan Jaksa Agung.

Tetapi sesuai dengan kewenangan saya, saya menginstruksikan kepada Kapolri dan Jaksa Agung untuk melakukan penertiban, pembenahan dan perbaikan di institusinya masing-masing berkaitan dengan kasus ini. Demikian pula, saya sungguh berharap KPK juga melakukan hal yang sama di institusinya.

Rakyat Indonesia yang saya cintai dan saya banggakan, jika pada akhirnya, insya Allah, kasus Sdr. Chandra M. Hamzah dan Sdr. Bibit Samad Riyanto ini dapat kita selesaikan, tugas kita masih belum rampung. Justru kejadian ini membawa hikmah dan juga pelajaran sejarah, bahwa reformasi nasional kita memang belum selesai, utamanya reformasi di bidang hukum. Kita semua, para pencari keadilan, juga merasakannya.

Bahkan kalangan internasional, yang sering fair dan objektif dalam memberikan penilaian terhadap negeri kita, juga menilai bahwa sektor-sektor hukum kita masih memiliki banyak kekurangan dan permasalahan. Sementara itu, prestasi Indonesia di bidang demokrasi, penghormatan kepada HAM dan kebebasan pers mulai diakui oleh dunia. Demikian juga pembangunan kembali perekonomian pasca krisis 1998 juga dinilai cukup berhasil.

Sementara itu, dunia juga menyambut baik peran internasional Indonesia pada tahun-tahun terakhir ini yang dinilai positif dan konstruktif. Oleh karena itu, sebagaimana yang telah saya sampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia, bahwa lima tahun mendatang penegakan hukum dan pemberantasan korupsi tetap menjadi prioritas pemerintah.

Bahkan dalam program 100 hari, saya telah menetapkan gerakan Pemberantasan Mafia Hukum sebagai prioritas utama. Kita sungguh serius. Agar masyarakat bisa hidup lebih tentram, agar keadaan menjadi lebih aman dan tertib, agar perekonomian kita terus berkembang, dan agar citra Indonesia di mata dunia bertambah baik, maka reformasi di bidang hukum harus benar-benar sukses, dan korupsi harus berhasil kita berantas.

Khusus untuk menyukseskan gerakan Pemberantasan Mafia Hukum, saya sedang mempersiapkan untuk membentuk Satuan Tugas, di bawah Unit Kerja Presiden, yang selama dua tahun ke depan akan saya tugasi untuk melakukan upaya Pemberantasan Mafia Hukum.

Saya sungguh mengharapkan dukungan dan kerja sama dari semua Lembaga Penegak Hukum, dari LSM dan Media Massa, serta dari masyarakat luas. Laporkan kepada Satgas Pemberantasan Mafia Hukum jika ada yang menjadi korban dari praktik-praktik Mafia Hukum itu, seperti pemerasan, jual-beli kasus, intimidasi dan sejenisnya.

Dalam kaitan ini, saya menyambut baik rekomendasi Tim-8 dan juga suara-suara dari masyarakat luas agar tidak ada kasus-kasus hukum, utamanya pemberantasan korupsi, yang dipetieskan di KPK, atau juga di Polri, dan Kejaksaan Agung.

Kalau tidak cukup bukti hentikan, tetapi kalau cukup bukti mesti dilanjutkan. Hal ini untuk menghindari kesan adanya diskriminasi dan tebang pilih dalam pemberantasan korupsi. Apalagi kalau pemeti-esan ini berkaitan dengan praktik-praktik Mafia Hukum tadi.

Akhirnya, saudara-saudara, marilah kita terus melangkah ke depan, dan bekerja lebih gigih lagi untuk menyukseskan pembangunan bangsa.

Kepada jajaran Polri, Kejaksaan Agung, KPK, dan Lembaga-Lembaga penegak hukum dan pemberantas korupsi lainnya, teruslah berbenah diri untuk meningkatkan integritas dan kinerjanya. Bangun kerja sama dan sinergi yang lebih baik, dan hentikan disharmoni yang tidak semestinya terjadi.

Kepada masyarakat luas di seluruh tanah air marilah kita lebih bersatu lagi, dan cegah perpecahan di antara kita. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa membimbing perjalanan bangsa kita ke arah yang benar.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



[Vivanews]

Manchester United tolak uang Rp 14 Trilyun

Soccernet mengungkapkan, Manchester United (MU) mendapatkan dua tawaran dari orang kaya China dan Timur jauh, dengan nilai lebih dari Rp 1 miliar poundsterling atau sekitar Rp 14 triliun. Namun, pemilik MU, Malcolm Glazer, menolak tawaran itu.

MU memang sedang dililit utang dan terancam bangkrut. Pendukung pun mendesak Glazer menjual sahamnya kepada orang yang lebih mampu mengelola klub. Sejumlah suporter bahkan membentuk konsorsium yang berusaha menggalang dana untuk membeli MU dari Glazer.

Entah apakah dua tawaran itu datang berkat lobi bisnis konsorsium itu atau tidak. Yang jelas, menurut Soccernet, para penawar merupakan tokoh yang tak asing di kancah persepakbolaan dunia.

Mereka ini begitu yakin telah memberikan tawaran yang akan sulit ditolak Glazer. Toh, kenyataannya, menurut seorang sumber Soccernet, Glazer hanya mengatakan, "Tidak, terima kasih."

"Mereka memiliki dua opsi penawaran, sekalipun saya tidak bisa mengatakan berapa dan berasal dari siapa. Itu akan tetap menjadi rahasia. Tawaran terjadi belum lama dan keluarga Glazer mendudukk masalah ini secara jelas, yaitu bahwa klub ini tak dijual, " kata sumber itu.

"Glazer telah menyatakan dengan jelas bahwa mereka bukan penjual. Orang bertanya-tanya mengapa mereka menolak uang itu. Namun, sebetulnya perkaranya sederhana, yaitu mereka berpikir bahwa ini adalah bisnis yang bagus dan mereka menyukainya Mereka sangat yakin bahwa (MU) bisa lebih sukses di masa depan, baik di dalam maupun di luar lapangan," lanjutnya. (SCN/kompas)

Inul Mau mencalonkan diri jadi Bupati Malang?

Written By admin on Thursday, March 4, 2010 | 4:11 PM

Penyanyi dangdut Ainur Rokhimah alias Inul Daratista dikabarkan hendak ikut mencalonkan diri menjadi calon bupati Malang, Jawa Timur, periode 2010-2015 lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang. Pemungutan suara pemilihan Bupati Malang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus mendatang.

Menurut Ketua Dewan Pengurus Cabang PKB Kabupaten Malang H.M. Sanusi, keinginan Inul disampaikan lewat Assyekh Habib Saggaf bin Mahdi bin Assyekh Abubakar bin Salim, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman. Pesantren ini beralamat di Desa Waru Jaya, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

“Kemarin Habib Saggaf menelepon saya. Beliau itu guru (spiritual)-nya Inul yang dulu membela Inul waktu ribut-ribut soal goyang ngebor dulu. Habib Saggaf tanya, jika pendekatan dengan Pak Rendra tak berhasil, apakah Inul bisa maju lewat PKB. Saya jawab, silakan saja karena kami partai terbuka bagi siapa pun dan malah kami senang,” kata Sanusi kepada Tempo, Rabu (3/3). Rendra yang dimaksud adalah Habib Saggaf adalah Rendra Kresna, Wakil Bupati Malang yang ikut mencalonkan diri sebagai calon bupati.

Sanusi mengaku pihaknya sudah menindaklanjuti “permintaan” Habib Saggaf soal Inul dengan menyuruh tim mendiator DPC PKB Kabupaten Malang untuk berkomunikasi dengan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur di Surabaya, dan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB di Jakarta agar dibantu melakukan pendekatan yang lebih intensif dengan kubu Inul.

Rencana keikutsertaan Inul menjadi calon Bupati Malang sudah menjadi pembicaraan hangat di internal PKB, mulai dari tingkat pengurus anak cabang (PAC) hingga DPC, seperti diungkap oleh Budiono, Wakil Ketua PAC PKB Kecamatan Wagir.

“Soal dia (Inul) maju sudah menjadi pembicaraan di tingkat internal kami, namun belum bisa diungkapkan secara lebih mendetail ke publik," kata Budiono, "Istilahnya, masih harus dibahas dulu di tingkatan internal. Pendekatan terus dilakukan.”

Budiono optimistis, jika Inul jadi maju ke gelanggang pemilihan bupati lewat PKB, akan menggetarkan para calon lain yang dimodali sejumlah cukong dan akan menggairahkan semangat PKB untuk mengusung jago sendiri.

Sejauh ini, PKB belum memutuskan calon bupati yang resmi. Bahkan, DPC PKB sampai memperpanjang masa pendaftaran calon bupati dan calon wakil bupati karena baru satu calon yang maju, yakni Abdurrahman, Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Malang. Abdurrahman mendaftar sebagai calon wakil bupati. Sedangkan Sanusi sendiri direncanakan mendaftar jadi calon bupati pada Jumat (5/3) mendatang.

Pada kesempatan terpisah, Rendra Kresna membantah bahwa kubu Inul melakukan pendekatan kepadanya. Namun, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Malang itu menyatakan partainya terbuka bagi calon yang ingin mendaftar. “Boleh-boleh saja, tapi harus lewat mekanisme partai,” kata Rendra, yang juga Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Jawa Timur.[Tempointeraktif]

HMI makasar dan diduga Oknum Polisi Saling Serang di Makassar

Ratusan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya masih memblokir total jalan utama Sultan Alauddin Makassar, Kamis, 4 maret 2010. Mereka bahkan menunggu kedatangan polisi untuk membubarkan aksi mahasiswa.

Pantauan VIVAnews, para mahasiswa menyiapkan batu, balok kayu dan bambu. Alat-alat tersebut disiapkan untuk melawan polisi.

Benda-benda dihamburkan di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Para mahasiswa terlihat membakar ban-ban bekas di tengah jalan.

Sebelumnya, para mahasiswa sempat melakukan perusakan sebuah pos polisi di ujung jalan AP Pettarani-Sultan Alauddin. Aksi itu dipicu oleh oknum polisi yang diduga melakukan penganiayaan terhadap kader HMI Cabang Makassar semalam.

Oknum polisi itu juga diduga melakukan penyerangan ke Sekretariat Cabang HMI di Jalan Botolempangang.

Akibatnya, HMI Makassar menuntut agar Kapolda Sulselbar, Kapolwiltabes Makassar dicopot dari jabatannya. "Ini adalah resiko dari sebuah kesalahan polisi," teriak Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya, Alumnus dalam orasinya.

Sebelumnya, Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam HMI cabang Makassar mendatangi dan merusak kantor pos polisi di Ujung Jalan AP Ketarani dan Jalan Sultan Alaudin, Makassar, Kamis 4 Maret 2010.

Pengrusakan sebagai aksi respon mahasiswa terhadap oknum polisi yang diduga melakukan penyerangan dan penganiayaan terhadap mahasiswa ke kantor HMI cabang Makassar, saat aksi demo Century berlangsung, pada Rabu, 3 Maret 2010 kemarin sore.

Dalam aksinya, ratusan mahasiswa dengan beringas memasuki pos polisi dan melakukan pengrusakan dengan cara melempar batu, mencopot pintu dan jendela lalu diinjak-injak, serta menghancurkan barang-barang seperti meja dan peralatan tulis ruangan utama kantor.

Bahkan, dengan beringasnya mahasiswa tersebut melakukan pengrusakan terhadap sejumlah fasiltas negara seperti lampu lalu lintas, marka jalan dan rambu-rambu yang berada di lokasi dengan kantor pos polisi.

Saat ini, pantauan VIVAnews, usai melampiaskan kemarahannya, mereka keluar dan meneriakan yel-yel. Terlihat serpihan kaca jendela yang hancur berserakan di mana-mana.

Meski demikian, beruntung saat terjadi penyerangan, tidak ada petugas yang berada di lokasi, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa, dan nampaknya polisi sudah mengantisipasi akan terjadi aksi penyerangan, sehingga kantor dikosongkan.[Vivanews]

Ketua MPP PAN Amien Rais berniat mundur dari PAN?


Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengaku ingin mundur dalam struktur Partai Amanat Nasional dan kembali aktif di Muhammadiyah.

"Saya akan kembali ke Muhammadiyah. Bagi saya, di politik sudah cukup," kata Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Amien Rais dalam dialog yang diselenggarakan stasiun radio di Jakarta, Kamis.

Menurut Amien Rais baginya sudah cukup dalam malang melintang di dunia politik sejak awal reformasi.

"Anak saya sudah selesai sekolah semua, malah sudah punya dua cucu, apalagi ?," katanya.

Ketika ditanyakan apakah keinginannya mundur dari partai dan aktif kembali ke Muhammadiyah karena kecewa dengan sikap PAN dalam kasus Bank Century, Amien mengaku kecewa dengan sikap PAN namun bisa memahami keputusan itu.

"Sekarang Ketum DPP PAN adalah Hatta Radjasa, di mana `chemistry`-nya sama dengan Presiden SBY. Apalagi dia (Hatta) Menko Perekonomian, akan sangat sulit ambil keputusan kontradiksi," kata Amien Rais.

Amien menjelaskan selama perjalanan pansus Hak Angket Bank Century, PAN sangat gigih dan menyatakan di sana-sini ada kesalahan dan pelanggaran (seperti opsi C), namun kemudian pada akhirnya menyetujui opsi A yang menyatakan tak ada kesalahan apapun adalah hal yang sulit.

Namun Amien Rais menegaskan bahwa sebenarnya jika ingin melihat posisi PAN sesungguhnya dalam voting tadi malam, tidak semua anggota PAN solid memilih opsi A.

"Ada enam orang (F-PAN) tak memilih, nah itulah sebenarnya PAN," kata Amien Rais[Antaranews]

Benarkah jika PPP Pilih Opsi C, Suryadharma Ancam Mundur?

Fraksi PPP membuat keputusan yang membuat gempar politisi Senayan dengan memilih opsi C, yakni penyelamatan Bank Century diduga melanggar sejak pengambilan keputusan hingga implementasinya. Kalangan internal PPP mengaku keputusan ini diambil di tengah tekanan.

"Tekanannya sangat kuat," kata salah satu politisi PPP yang tak mau disebutkan namanya, Kamis 4 Februari 2010. Salah satunya, kata dia, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengancam mundur jika fraksi memilih opsi C.

"Dalam rapat fraksi, Ketua Umum menyatakan fraksi memiliki keleluasaan memilih. Tapi, jika memilih opsi C, Ketua Umum akan mundur," kata dia dalam perbincangan dengan VIVAnews.

Menurutnya, fraksi sempat berada di daerah abu-abu. "Tapi, pertimbangan konstituen lah yang kemudian jadi fokus," kata dia. Dan PPP kemudian memilih C, bukan A seperti dimau Suryadharma Ali yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Agama itu.

Namun, tekanan dari konstituen pun sangat keras kepada PPP. "PPP disebut banci, lemah karena tidak berani dalam kasus Century."

Saat diklarifikasi, Sekretaris Fraksi PPP Romahurmuziy tidak membantah atau mengiyakan. "Saya menolak mengklarifikasi itu," kata dia.

Namun, kata dia, Ketua Umum memang memberikan arahan kepada fraksi. Lalu, pimpinan fraksi memiliki keleluasaan untuk mengambil keputusan. "Apa arahan Ketua Umum, biar itu menjadi internal PPP," kata dia.

Namun, sambungnya, pimpinan fraksi PPP mengutamakan konstituen saat mengambil keputusan.[Vivanews]

Sejumlah kandidat gagal jadi Caleg gara gara 'Makan siang'

Written By admin on Wednesday, March 3, 2010 | 2:07 PM

Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, marah besar. Dia murka setelah tahu bahwa sejumlah kandidat dari partainya gagal menjadi calon anggota legislatif (caleg) hanya gara-gara "makan siang."

Menurut laman harian The Telegraph, kelalaian itu berlangsung akhir pekan lalu jelang pemilihan umum tingkat daerah di Italia. Partai Kebebasan Rakyat (PDL) yang mendukung Berlusconi sebenarnya telah memiliki sejumlah nama untuk menjadi caleg Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di wilayah pemilihan Lazio, termasuk di Ibukota Roma.

Pengurus partai sudah mengutus seseorang bernama Alfredo Milioni untuk mendaftarkan para kader mereka di kantor pemilu setempat. Menurut aturan, para caleg sudah harus terdaftar di kantor pemilu selambat-lambatnya Sabtu, 27 Februari 2010, pukul 12 siang.

Sebenarnya, Milioni sudah ikut mengantri untuk mendaftar para caleg dari PDL. Namun, karena mengaku lapar, kurir itu akhirnya nekad meninggalkan antrian pada pukul 11.30 demi mencari makan siang. Lagipula, masih ada setengah jam lagi dari tenggat waktu jadi masih sempat membeli roti sandwich, mungkin begitu pikir Milioni.

Namun, mendapatkan makan siang ternyata butuh waktu lebih dari setengah jam. Milioni pun kembali ke kantor pemilu saat waktu sudah menunjukkan pukul 12.15.

Artinya, tenggat waktu sudah lewat. Maka, PDL tidak bisa mendaftar semua caleg untuk wilayah pemilihan Lazio.

Pengurus partai minta agar panitia pemilu memberi keringanan, karena hanya terlambat 15 menit dari tenggat waktu. Namun, pengadilan Minggu kemarin menolak permohonan itu karena aturan harus tetap ditegakkan.

Wajar bila Berlusconi sangat marah mendengar berita konyol itu. Masalahnya, dengan gugurnya semua caleg dari PDL yang konservatif, maka para caleg dari kubu tengah-kiri yang beroposisi berpeluang sangat besar untuk memenangkan pemilu daerah.

Dengan demikian, kekuatan politik kubu konservatif pimpinan Berlusconi pun melemah. Sementara itu, tidak dijelaskan apakah Milioni terkena sanksi dari partainya atas kelalaian yang dia lakukan.[Vivanews]

Inilah Skor Pandangan Akhir Fraksi pada rapat Paripurna DPR


Sembilan fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat telah membacakan pandangan akhir mengenai kasus Bank Century. Muncul tiga kubu: pendukung Opsi A, pendukung Opsi C dan kubu belum bersikap.

Kubu pertama adalah pendukung Opsi A, pendukung kebijakan bail out Bank Century meski implementasinya diduga melanggar peraturan perundang-undangan. Kubu ini didukung Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Kubu kedua adalah pendukung Opsi C atau disebut juga Opsi B dalam rapat paripurna kemarin. Opsi ini menilai kebijakan bail out itu sendiri bermasalah dan implementasinya juga bermasalah. Opsi ini didukung secara terbuka oleh Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerakan Indonesia Raya, dan Partai Hati Nurani Rakyat.

Sementara itu, dua partai yakni Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional belum bersikap. PPP masih mengharapkan ada titik temu antara kedua opsi. Masing-masing Opsi itu, kata PPP, memiliki kebenaran masing-masing.

"Kami masih berharap adanya penyatuan pendapat, sehingga integritas dewan dapat terjaga. Kami menyerukan kepada seluruh warga bangsa, untuk mengakhiri polemik," kata juru bicara PPP, Hasrul Azwar.

Jika dihitung berdasarkan kursi, saat ini posisi lima fraksi pendukung Opsi C adalah yang terkuat. Kubu ini memiliki 53,55 persen kursi di parlemen atau setara 300 kursi.

Sementara kubu pendukung Opsi A hanya memiliki 31,42 persen atau setara 176 kursi. Kalau pun PAN dan PPP berpindah mendukung Opsi A, ini pun tak cukup membuat kubu ini menjadi mayoritas.

Dengan demikian, kemungkinan besar Demokrat dan PKB akan mendorong upaya ke arah voting tertutup untuk bisa mendapatkan dukungan secara personal dari anggota DPR.[Vivanews]

Ayo bantu... Memberi Wajah Untuk Rezky -Bayi ‘Tak Berwajah’

Bayi itu menangis kencang di ranjang RSCM. Mungkin ingin menyusu, atau ingin di gendong. Tapi tidak semudah itu melakukannya. Rezky Tiarahal namanya, terlahir tidak sempurna. Wajahnya yg nyaris tak berbentuk membuat dia tak bisa mengecap ASI dari nenen ibunya. Kondisi kepalanya juga tidak memungkinkan dia ditimang timang seperti bayi pada umumnya. Selain itu, kaki kirinya pun tak ada. (Sepenggal catatan Rabu, 24/2)


Untuk yang kesekian kalinya, Minggu malam lalu aku menemui Rezky dan bapak ibunya yang masih muda Belia. Si Bapak, Sisu Susanto baru berumur 23 tahun, dan si ibu, Marhani baru berumur 17 tahun. Pasangan muda ini datang jauh dari Desa Ranggi Ajum, Jebus Bangka Barat Kepulauan Bangka Belitung untuk memperjuangkan nasib anaknya yang lahir 8 Oktober 2009 lalu. Hmm.. melihat si ibu, jelas kontras dengan pemandangan remaja 17 tahun Jakarta yang masih berseragam abu abu dan 'rajin' ke mall.. Ibu muda ini berkulit putih, cantik dan berbahasa halus. Sayang nasibnya kurang beruntung. SMP pun tidak pernah dia tamatkan, dan di usia ke 17 harus menghadapi masalah yang begitu besar.

Rezy Tertawa
Rezky Tertawa


Betapa trenyuh melihat keduanyai berusaha menenangkan Rezky yang waktu itu menangis kencang. 'Sayang.. sayang.. cup cup cup...' kata si ibu sambil memberi mainan bunyi bunyian. Sesaat kemudian tangis Rezky reda.. bahkan sesekali dia tertawa.. 'wawawawawa'.. celoteh Rezky sambil memasukkan seluruh tangannya ke mulutnya.. (duuuuuuh.. nggak tega melihatnya. tangan itu masuk ke mulut karena mulutnya terbuka lebar..).

Dari mulut Rezky yang tidak bisa menutup itu, terlihat jelas batas antara dinding mulut dan hidung (sepertinya tidak ada langit langit mulutnya), amandel dan leher bagian atas juga terlihat. Dari hidungnya yang rata dan bolong lebar itu, terlihat kelenjar hidung.. hmm.. 'nggak bisa diucapkan dengan kata kata gimana rasanya melihat secara langsung..'. Melihat saja sudah berat, apalagi menjadi orangtua kandung atau menjadi ibu yang melahirkan..

rezky bobok
Resky bobok

Bapak dan Ibu muda ini terlihat sangat tegar dengan cobaan yang dialami. Ketika aku menangis, mereka pun malah menenangkanku.. 'Rezky ini titipan dari Allah. Akan saya jaga sekuat saya,' kata si Bapak,Sisu Susanto yang di desa bekerja jadi perangkat desa honorer. "Saya percaya, Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatnya,'' tambahnya lagi.

rezky berselimut
Rezky Berselimut Jarit

Seminggu yang lalu, kepala Rezky sudah dioperasi untuk pemasangan selang pembuangan cairan yang disambungkan dari kepala ke perut. Untuk penanganan Hidrochepallus yang dideritanya, sementara hanya itu yang dilakukan dokter RSCM. Untuk wajah, Senin lalu (21/2) mereka sudah bertemu Dokter bedah. Dokter berkata, operasi baru bisa dilakukan 6 bulan mendatang. Sementara, pihak rumah sakit menjadwalkan pemeriksaan selanjutnya Kamis 4 Maret. "Setelah diperiksa, hari Jumat kami pulang Ke Bangka dan ke Jakarta 6 bulan lagi,'' kata Susanto. Saat ku tanya berapa kali operasi yang akan dilakukan, Susanto mengatakan tidak mengerti kejelasannya.

Tapi dari sepengetahuanku yang pernah bertemu beberapa bayi / anak dengan kondisi rusak wajah, operasi bisa berlangsung 4 - 8 kali, tergantung tingkat keparahan pasien. Operasi pun bisa berlangsung beberapa tahun, sampai anak umur 3 tahun. Untuk biaya operasi, bisa mencapai 500an juta.

rezky main tangan
Rezky main tangan

Melihat kondisi Rezky, bibir atas terpisah melebar, rahang atas terpisah, langit langit tidak ada, hidung tidak ada dan sepertinya tulang wajah/ hidung juga melebar.. sepertinya butuh beberapa kali. Entah sejauh mana RSCM atau Jamkesda menanganinya. Tapi yang jelas, keluarga ini miskin, mondar mandir dari Bangka ke Jakarta juga butuh biaya, belum lagi biaya hidup sembari menunggu pengobatan di RSCM dan kebutuhan bayi juga terus berjalan.. Karena itulah, kuketuk semua pintu hati temen temen untuk membantu mereka..

Pagi tadi, Rabu (24/2) sudah kuantar si Bapak membuka rekening di Bank Mandiri RSCM dan diriku sebagai penjaminnya. Mohon dibantu. "MARI KITA BERIKAN WAJAH UNTUK REZKY".. agar dia bisa seperti anak anak lainnya..

Rekening Bank Mandiri Cabang RSCM
Atas Nama Sisu Susanto
Nomor Rekening: 122-00-05452167

Menyisihkan sedikit rejeki kita, tidak akan membuat kita jatuh miskin. Justru tuhan akan membalas berlipat.. Terimakasih atas kebaikan hati teman teman semua..

Apabila ada yang mau menengok, mereka saat ini masih ada di ruang perawatan bayi di Gedung A RSCM, Lantai V, ruang 512. (kalau masuk dari Bank Mandiri RSCM, langsung luruuuuuuuuuus ke belakang, sampai ketemu gedung baru/ gedung A.. )

Untuk informasi lebih lanjut, bisa hubungi saya..

Salam

Illian Deta Arta Sari
Ibu dua anak yang kerja di ICW
Yang Trenyuh melihat nasib anak anak ini
Yang mpet liat pejabat dengan santai naik Mobil Mewah, naik gaji sementara kondisi masyarakat masih susah..
illinree@antikorupsi.org
0811821412

sumber : jurnalperempuan.com

Inilah Video Anggota Parlemen adu jotos diberbagai Negara

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang terhormat kemarin nyaris baku hantam, rusuh dan tidak terkendali. Rakyat Indonesia jangan 'kecil hati', karena rusuh di parlemen bukan hanya terjadi di negeri kita yang tercinta ini.

Kemarin, Selasa 2 Maret 2010, anggota DPR RI nyaris baku pukul. Saling teriak, melemparkan buku ke Ketua DPR, bahkan pimpinan DPR diserbu puluhan anggota dewan lainnya.

Ketua DPR Marzuki Alie dievakuasi. Akbar Faizal dari Hanura mengambil-alih podium utama. Akbar juga dievakuasi. Semua berpangkal dari Panitia Khusus (Pansus) Angket Century.

Indonesia tidak sendiri. Pada Desember 2008 dan Januari 2009 anggota parlemen di Korea Selatan ricuh. Bahkan bentrok.

Anggota parlemen dari kubu oposisi, Democratic Party, terlibat aksi bentrok dengan partai yang berkuasa, Grand National Party.

Itu bukan hanya rusuh, tapi sudah bentrok dan saling pukul. Video-video yang beredar di youtube bahkan menyebut aksi perkelahian itu dengan judul 'Kung Fu Fight at Korean Parliament'.

Penyebabnya, oposisi menolak keras beberapa Rancangan Undang-Undang. Ada yang soal perdagangan bebas dengan Amerika Serikat, hak pada bisnis media penyiaran, potongan pajak penduduk kaya, serta aturan kepemilikan bank oleh konglomerat.

Parlemen Korea

Anggota Parlemen Korea Selatan saat itu terdiri dari 229 kursi dengan komposisi 172 kursi milik partai berkuasa. Sisanya, oposisi.



Parlemen Ukraina

Adu kecerdasan, kepiawaian bersilat lidah sudah tak ampuh lagi di gedung dewan yang terhormat. Pada 12 November 2008, kericuhan dan saling pukul terjadi di Ukraina.

Saling tonjok tidak hanya terjadi di podium utama. Tetapi di balkon atas tempat duduk anggota dewan. Kericuhan dipicu saat pemungutan suara untuk mengganti Ketua Parlemen Arseni Yatsen Yuk.

Video Parlemen Bolivia



Pemungutan suara di parlemen itu, semakin membuka konflik antar kekuatan politik utama Ukraina. Yatsen Yuk disebut-sebut sebagai sekutu Presiden Ukraina Victor Yuschenko. Dia memutus aliansi dengan Perdana Menteri Yulia Thimosenko.

Begitu juga saling tonjok pukul dan menarik-narik rambut terjadi di beberapa tempat. Di Duma (Rusia), Taiwan, Bolivia, hingga Suriname. Bahkan yang terjadi di Taipei, Taiwan lebih 'menarik'.

Parlemen Rusia



Saat seorang anggota dewan wanita sedang membacakan pandangannya, tiba-tiba datang anggota dewan lain ke podium utama. Plak! Anggota dewan mendatangi podium utama itu menampar pipi kiri si wanita yang sedang membaca pandangannya. Saling pukul pun tak terhindarkan.[Vivanews]

Inilah Kisah Bisnis Misbahkun,Robert tantular dan Century

Nama Mukhamad Misbakhun, anggota Panitia Khusus (Pansus) Bank Century mendadak kontroversi menyusul langkah Andi Arief, staf khusus Presiden membuka soal bisnis anggota DPR dari Fraksi PKS tersebut.

Penyebabnya, Letter of Credit perusahaan milik Misbakhun senilai US$ 22,5 juta di Century tergolong bermasalah. Bahkan, semula disebut-sebut fiktif sehingga Misbakhun pun berang karena L/C tersebut ternyata memang tidak fiktif.

"L/C PT Selalang tidak fiktif, namun gagal bayar," kata Direktur Utama Bank Mutiara (eks Century) Maryono di Istana Kepresidenan, Jakarta, 1 Maret 2010.

Saat ini, kata dia, L/C Selalang itu sedang direstrukturisasi. Jumlah awalnya adalah US$22,5 juta. "Sudah dilunasi US$6 juta, yang saat ini yang belum dilunasi US$ 16,5 juta," ujar Maryono.

Lantas bagaimana sesungguhnya bisnis Misbakhun dan kaitannya dengan Robert Tantular dan Century?

Misbakhun adalah Komisaris Utama PT Selalang Prima Internasional dimana mayoritas sahamnya dikuasai anggota DPR tersebut. Ini adalah satu dari sepuluh perusahaan yang mendapatkan fasilitas kredit perdagangan senilai US$ 178 juta antara November 2007 dan Oktober 2008.

Sembilan perusahaan lainnya adalah PT Polymer Spectrum, PT Trio Irama, PT Petrobas Indonesia, PT Sinar Central Sandang, PT Citra Senantiasa Abadi, PT Dwi Putra Mandiri, PT Damar Kristal Mas, PT Sakti Persada Raya, dan PT Energy Quantum.

Berdasarkan dokumen yang diterima VIVANews, beberapa perusahaan itu dipakai dan diperintah oleh Robert untuk membuka L/C di Bank Century. Bahkan, ada surat pernyataan yang menyebutkan bahwa Robert bertanggung jawab atas penerbitan L/C. Padahal, sebagian perusahaan itu tidak pernah menyetorkan dana untuk jaminan L/C.

Namun, dokumen itu tidak menyebutkan secara spesifik apakah PT Selalang termasuk yang dimanfaatkan oleh Robert. Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Misbakhun, dia menjawab, "Tanyakan saja itu ke Bank Mutiara."

PT Selalang bergerak di bidang produksi biji plastik. Selalang mengajukan L/C kepada Bank Century sekitar 2007. Info yang beredar Selalang mengajukan fasilitas L/C untuk pembelian bahan baku biji plastik. Namun, info lain menyebutkan untuk impor gandum.

Dari akta notaris Utiek Abdurachman pada 5 November 2007, PT Selalang dipimpin oleh Franky Ongkowardojo, pria kelahiran Banjarmasin sebagai Direktur. Sedangkan, Misbakhun yang lahir di Pasuruan sebagai Komisaris.

Menurut Misbakhun, perusahaannya memproduksi semacam turunan minyak yang juga dibuat Petronas, Malaysia. "Saya ini (dulu) akuntan, pernah menjadi pegawai negeri dan saya terjun ke bisnis dan saya sekarang berhadapan dengan orang (Andi Arief) yang tidak bisa membaca L/C," ujar Misbakhun.

Sebelum terjun ke bisnis, pria kelahiran 1970 ini mengabdikan diri di Ditjen Pajak selama 15 tahun.[Vivanews]

Tim Densus 88 tangkap 13 orang di Aceh besar yang diduga berlatih Aksi Terorisme

Written By admin on Tuesday, March 2, 2010 | 10:11 PM

Tim Detasemen Khusus 88 Mabes Polri melakukan penggerebekan di Aceh Besar, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Sebanyak 13 orang yang diduga sedang berlatih aksi terorisme ditangkap.

"Mereka terindikasi melakukan latihan di sana dengan instruktur," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2010).

Edward enggan membeberkan inisial para tersangka yang ditangkap tersebut dengan alasan untuk mengamankan jalannya pengejaran tersangka lainnya. Namun, mereka ditengarai berasal dari berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Aceh, Jakarta, Riau, dan Jawa Tengah.

"Jaringannya jangan dulu. Saya sampaikan data ini data yang saya dapatkan sepuluh menit terakhir dari pemimpin operasi di sana (Aceh)," lanjutnya.

Mengenai sang instruktur latihan, Edward menyangkal instruktur tersebut merupakan orang asing. Hanya saja, tersangka pernah belajar di luar negeri.

"Enggak ada orang asing tapi pernah berlatih di luar negeri," pungkasnya.[Detik]

Kapolsek Ngajum kabupaten Malang ditemukan tewas di Kamar Mandi

Kapolsek Ngajum, Kabupaten Malang, AKP M Gufron ditemukan tewas di kamar mandi Polsek setempat, Selasa (2/3). Belum diketahui secara pasti, penyebab kematian mantan Kapolsek Kedungkandang, Kabupaten Malang, Jawa Timur itu. Gufron ditemukan tewas dalam kondisi tengkurap. Dia memakai kaos dan celana pendek.

Penemuan itu bermula saat anggota Polsek Ngajum, Aipda Bambang Wijanarko hendak ke kamar mandi. Kala itu, pintu kamar mandi dalam kondisi tertutup. Dia mengetuk pintunya, namun tidak ada jawaban dari dalam. Bambang Wijanarko yang baru bertugas dua pekan di Polsek Ngajum itu bertanya pada anggota lain. Menurut anggota, di dalam kamar mandi itu adalah Kapolsek.

Setelah ditunggu sekitar satu jam, Ghufron tak juga keluar. Akhirnya anggota curiga, lalu dibuka pintu kamar mandi itu secara paksa dan menemukan Kapolsek dalam kondisi tertelungkup. Mereka langsung membawa Kapolsek ke Rumah Sakit Daerah Kanjuruhan, Kabupaten Malang, namun nyawanya tak tertolong lagi.[Republika]

Inilah Alasan Marzuki Alie menutup Sidang Paripurna secara sepihak

Ketua DPR Marzuki Alie membantah bahwa rapat sidang paripurna yang berakhir ricuh itu telah terjadi deadlock alias kebuntuan. Marzuki mengaku telah menuntaskan dua agenda, tanpa ada protes di awal pembukaan sidang.

"Karena tidak ada lagi hal-hal yang substansi maka saya tutup. Tidak ada deadlock. Deadlock itu kalau tidak ada kesepahaman, bila tidak ada titik temu," kata Marzuki Alie di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 2 Maret 2010.

Menurut Marzuki, pada awal pembukaan sidang paripurna, dia sudah membacakan dua agenda yang digelar dalam sidang. Agenda pertama adalah pelantikan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan dari Fraksi PAN.

Kedua, adalah laporan Panitia Angket Century dari hasil kerjanya selama ini. "Itu sudah saya sampaikan di awal sidang dan saat itu tidak ada yang mengusulkan perubahan," ujar dia.

Maka itu, Marzuki langsung mengetok palu sebanyak tiga kali untuk menutup sidang paripurna. "Saya pimpin sidang sudah adil kok. Agendanya sudah selesai," tegas dia.

Seperti diketahui, sidang paripurna usai pembacaan kesimpulan Panitia Khusus (Pansus) Angket Century diwarnai kericuhan. Pimpinan DPR diserbu puluhan peserta sidang paripurna.

Kericuhan terjadi sesaat setelah Ketua DPR Marzuki Alie mengetok palu bahwa paripurna DPR hanya mendengar kesimpulan dan rekomendasi dari Pansus Century di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 2 Maret 2010.

Perdebatan sengit dan hujan interupsi terjadi saat Ketua DPR tidak memutuskan pengambilan voting dan keputusan atas kesimpulan Pansus dilakukan hari ini.

"Berdasarkan keputusan Badan Musyawarah DPR diputuskan hari ini hanya mendengarkan kesimpulan dan rekomendasi Pansus Century," kata Marzuki Alie sebelumnya

Pimpinan DPR lainnya Salahkan Tindakan Marzuki Alie


Dua Wakil Ketua DPR menyesalkan sikap Ketua DPR Marzuki Alie yang menutup Sidang Paripurna secara sepihak. Padahal saat itu banyak peserta sidang yang melakukan interupsi.

Kekecewaan tersebut diungkapkan Pramono Anung dan Anis Matta. Dua politisi muda itu merasa tak dilibatkan dalam pengambilan keputusan penutupan sidang.

"Sungguh disesalkan, di mana pimpinan tidak bisa memimpin sidang. Kami sungguh menyesalkan saat itu belum ada omongan apapun terhadap pimpinan lainnya dan kemudian langsung diputuskan," kata Pram yang juga Sekjen PDI Perjuangan di press room DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2010).

Semestinya, lanjut Pram, Marzuki berkonsultasi dulu dengan tiga wakilnya saat akan memutuskan penutupan sidang. "Nanti saat rapat pimpinan, kita minta agar setiap keputusan sifatnya kolektif kolegial, karena hal yang tadi mencoreng wajah parlemen," paparnya.

Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengemukakan penilaian senada. Menurut dia, Sidang Paripurna adalah keputusan tertinggi yang bisa menubah keputusan Bamus soal waktu pelaksanaan paripurna.

"Kesan yang muncul adalah cara mengelola Sidang Paripurna dengan diktator dan tidak menunjukkan sikap lapang dada terhadap perbedaan. Seharusnya saat ingin putuskan tengok kanan dan kiri dulu dan bertanya," imbuhnya. (lam/vivanews/okezone)

Dua Anggota DPRD Saling Adu pukul

Ternyata tidak hanya yang terjadi di Pusat kericuhan rapat para wakil rakyat,didaerahpun juga terjadi kericuhan yang dilakukan para Anggota wakil rakyat dan ini terjadi di Kabupatan Banyumas

Dua orang anggota DPRD Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa, saling pukul saat rapat panitia khusus di salah satu ruang gedung Dewan.

Berita yang dilangsir ANTARA News, aksi saling pukul ini bermula dari canda anggota Fraksi PDIP, Samsudin yang tergabung dalam Pansus III yang membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang Pasar Modern.

Canda tersebut justru memicu emosi seorang anggota Fraksi Gerindra, Yoga Sugama yang langsung memukul Samsudin sehingga memicu kericuhan di dalam ruangan rapat.

Sejumlah wartawan yang berada tak jauh dari ruang rapat Pansus III ini, terkejut mendengar jeritan para anggota Dewan dari dalam ruangan, terutama anggota Dewan perempuan.

Wartawan pun segera menuju arah teriakan tersebut dan sesampainya di depan ruang rapat, tampak dua orang anggota pansus, yakni Samsudin dan Yoga Sugama saling bersitegang.

Seorang anggota pansus dari Fraksi PKB, Ahmad Fadli berusaha melerai dan menyarankan Samsudin untuk meminta maaf kepada Yoga Sugama.

Akan tetapi Samsudin yang saat itu berusaha ditenangkan oleh Danan Setianto (Fraksi PKB) dan Lulin Wisnu Prajoko (Fraksi PDIP), enggan meminta maaf karena dia merasa tidak bersalah.

Setelah itu, pintu ruang rapat tersebut ditutup dengan keras dan kembali terdengar suara orang mencaci-maki di dalam ruangan.

Wartawan pun akhirnya menunggu hingga rapat pansus selesai. Akan tetapi hingga rapat selesai, tak seorang pun anggota Dewan yang bersedia memberikan konfirmasi, bahkan beberapa di antaranya menyatakan jika kejadian tersebut hanya sebuah canda.

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Ketua DPRD Kabupaten Banyumas Juli Krisdianto bersedia menemui wartawan untuk mengklarifikasi peristiwa tersebut.

"Saya memang tidak tahu pasti kejadian tersebut karena saat itu saya juga sedang rapat. Namun saya telah mengkonfirmasi Pak Samsudin dan beliau menyatakan kalau sebenarnya hal itu bermula dari sebuah candaan," kata dia tanpa menjelaskan apa yang dicandakan oleh Samsudin.

Menurut dia, candaan tersebut ternyata memancing emosi Yoga Sugama sehingga menimbulkan kericuhan.

Kendati demikian, dia mengatakan, pihaknya akan secepatnya mempertemukan Samsudin dan Yoga Sugama agar permasalahan tersebut segera tuntas.

"Saya memang belum bertemu Pak Yoga untuk mengklarifikasi, tapi saya berusaha agar mereka secepatnya dapat dipertemukan agar permasalahan dapat segera selesai. Apalagi sudah banyak yang tahu permasalahan ini," kata Juli.

Sementara itu Yoga Sugama enggan memberi komentar kepada wartawan dan buru-buru meninggalkan gedung Dewan, sedangkan Samsudin masih menenangkan diri di ruang Ketua DPRD Banyumas.(PK-SMT/A038/Antaranews)

Hakim MK nilai Tindakan Ketua DPR inkonstitusional karena melanggar tata tertib DPR

Tindakan Ketua DPR Marzuki Alie yang menutup sidang paripurna kasus Century secara sepihak dinilai melanggar kode etik DPR. Tindakan Marzuki dapat dikategorikan inkonstitusional dan bisa dibawa ke Badan Kehormatan (BK) DPR.

"Itu bisa dikatakan inkonstitusional karena, melanggar tata tertib DPR. Bisa dikatakan melanggar azas kedaulatan anggota DPR," kata hakim konstitusi Akil Mochtar di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (2/3/2010).

Dikatakan Akil, keputusan pimpinan DPR harus diambil melalui persetujuan anggota DPR. "Tindakan pimpinan DPR secara sepihak itu inkonstitusional," ujarnya.

Menurut Akil, Ketua DPR Marzuki Alie tidak memahami tata tertib DPR. "Menurut saya ada sedikit kegenitan terselubung. Jangan sampai itu menjadi bias. Boleh saya Ketua DPR dari fraksi apa, tetapi bukan berarti saya bisa semena-mena," papar dia.

Akil mengatakan, tindakan Marzuki masuk pelanggaran kode etik dan bisa dilaporkan ke BK DPR. "Kalau dia melanggar ada BK DPR, bisa dilakukan pemeriksaan," kata mantan anggota DPR dari Golkar itu.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua MK Mahfud MD mengaku tidak melihat adegan paripurna Century yang berakhir ricuh. Namun demikian, menurut Mahfud, Ketua DPR seharusnya sudah mengantisipasinya.

"Seharusnya kan sudah tahu akan ada interupsi sejak dulu. Kalau saya jadi ketua DPR seharusnya sudah dipersiapkan. Tetapi saya tidak bisa menilai itu benar atau salah, karena tidak melihat langsung hanya melihat sekilas," kata Mahfud.[detik]

  • Tak lama dari menutup Rapat,Ketua DPR sempat dilempar buku anggota DPR
  • Presiden SBY Saksikan Baku Hantam Anggota DPR Lewat TV
  • Rapat Paripurna DPR Rusuh ,Ini Dia Videonya
  • Rapat Paripurna DPR Rusuh ,Inilah Kronologinya
  • Tak lama dari menutup Rapat,Ketua DPR sempat dilempar Buku oleh Anggota DPR

    Rupanya, tak lama setelah menutup rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat, Ketua DPR Marzuki Alie didekati seorang politisi. Dia lalu melempar sebuah buku berwarna putih ke arah Marzuki.

    Buku itu kemudian mengenai gelas berisi air di depan Marzuki sehingga airnya tumpah. Tak lama, sejumlah politisi lain mengejar pelempar dan memeluknya untuk mencegah aksi lebih lanjut.

    Marzuki juga kemudian diamankan sejumlah Pengaman Dalam gedung DPR saat kejadian Selasa siang, 2 Maret 2010 itu. Marzuki kemudian diikuti Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan yang baru dilantik beberapa jam sebelumnya.

    Penutupan rapat dilakukan Ketua DPR tanpa Melibatkan Pimpinan DPR lainnya

    Penutupan rapat ini sendiri tidak melibatkan tiga Wakil Ketua DPR yakni Priyo Budi Santoso, Pramono Anung dan Anis Matta. Ketiganya kemudian mendesak rapat pimpinan Dewan membahas insiden yang berakhir ricuh itu.

    Pramono Anung dan dua Wakil Ketua DPR yang lain yakni Anis Matta dan Priyo Budi Santoso juga mengaku tak dikonsultasikan soal penutupan sidang.

    Wakil Ketua DPR dari Fraksi Golkar Priyo Budi Santoso mengaku bahwa dirinya juga kaget atas inisiatif Ketua DPR Marzuki Ali menutup sidang dengan mengetuk palu tadi.

    "Memang tadi kami agak terkejut karena beliau tidak menanyakan dulu, jadi kami wakil ketua seperti didesak untuk mengambil alih pimpinan sidang," kata Priyo. "Tapi kami tidak mau. Kami berembuk, kami ingin rapat pimpinan jam 2," ujar Priyo, Selasa 2 Maret 2010.

    Senada dengan itu, Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Anis Matta pun tidak menduga Marzuki langsung menutup sidang. "Seharusnya rapat seperti itu tadi tidak perlu dilanjutkan. Harusnya lobi. Tapi tadi tergesa-gesa," kata Anis yang berada di sebelah Priyo.

    Pimpinan DPR hendak membahas sikap Marzuki Alie tadi pada rapat pimpinan DPR yang rencananya akan dilakukan pukul 14.00 nanti. "Nanti akan dibicarakan mengenai keputusan tadi. Meski kita
    menghormati ketua, sangat disayangkan ketua tergesa-gesa mengetuk palu. Dengan demikian, solusi kami adalah rapat pimpinan dewan jam 2 nanti," kata Priyo.[Vivanews]

    Presiden SBY Saksikan Baku Hantam Anggota DPR Lewat TV

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ternyata menyaksikan aksi baku hantam anggota DPR pada Sidang Paripurna DPR RI yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi di Istana, Jakarta, Selasa (2/3/2010).

    Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha. Namun, Julian membantah bahwa Presiden sempat nonton bareng dengan sejumlah menteri seperti yang diberitakan beberapa media sebelumnya.

    "Tidak ada nonton bareng. Nonton masing-masing. Di sini (Istana) setiap ruangan ada TV," ujar Julian.

    Seperti diberitakan, Sidang Paripurna DPR dengan agenda penyampaian rekomendasi akhir Pansus terkait skandal Bank Century berakhir ricuh. Situasi sidang tidak terkendali setelah ketua DPR Marzuki Alie menutup sidang sementara puluhan anggota dewan mengacungkan jari untuk interupsi.

    Situasi ricuh juga terjadi di luar gedung Parlemen. Ribuan massa yang tengah berdemonstrasi tiba-tiba mengganas dan berusaha merusak pagar yang diletakkan di sekitar gedung parlemen.

    Kumpulkan Para Menteri

    Pasca-Sidang Paripurna DPR, Selasa (2/3/2010), yang berlangsung ricuh, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat koordinasi bersama empat menteri, sore ini.

    Keempat menteri yang dipanggil Presiden adalah Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi; Menko Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto; Menko Perekonomian Hatta Rajasa; serta Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.

    Hal itu disampaikan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha. ”Rapat koordinasi membahas perkembangan yang terjadi di DPR dan isu terkini,” ujar Julian.

    Seusai menggelar rapat, pihak Istana akan memberikan pernyataan resmi, termasuk bahwa Presiden tidak akan menyampaikan pernyataannya terkait kemelut Bank Century pada Selasa malam ini. Sebelumnya memang beredar kabar bahwa Presiden akan menyampaikan pidatonya malam ini.[kompas]

    Berita Terkait :


  • Rapat Paripurna DPR Rusuh ,Inilah Kronologinya
  • Rapat Paripurna DPR Rusuh ,Ini Dia Videonya
  • Rapat Paripurna DPR Rusuh ,Ini Dia Videonya

    Rapat Paripurna DPR Rusuh ,Inilah Kronologinya

    Rapat Paripurna DPR yang mengagendakan mendengarkan laporan hasil kerja Panitia Khusus DPR tentang Hak Angket Bank Century di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/3/2010), berlangsung ricuh.

    Seusai Ketua Pansus Idrus Marham menyampaikan laporan akhir Pansus, rapat paripurna dihujani interupsi. Anggota Pansus dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo dan Akbar Faisar dari Fraksi Hanura, mendesak pimpinan sidang untuk memutuskan sikap akhir Pansus segera. Seperti diketahui, dalam pleno Pansus yang berlangsung hingga tengah malam tadi, muncul dua opsi keputusan akhir.

    Opsi pertama, menyatakan pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penyertaan modal sementara (PMS) tidak bermasalah karena dilakukan untuk mencegah krisis dan sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

    Opsi kedua, pemberian FPJP dan PMS bermasalah. Otoritas moneter dan fiskal melakukan penyimpangan kebijakan karena penggelontoran dana tidak didasarkan pada aturan hukum yang berlaku.

    Namun, Ketua DPR Marzuki Alie tidak mengiyakan usulan tersebut. Sementara itu, puluhan anggota Dewan mengacungkan jari untuk interupsi. Namun, mikrofon tidak berfungsi. Hal ini menyulut emosi. Sejumlah anggota Dewan terpaksa maju dan berteriak-teriak. Sebagian lagi tampak membanting-banting mikrofon yang tidak berfungsi.

    Tak lama kemudian, Marzuki Alie mengetuk palu sebagai tanda rapat paripurna siang ini selesai. Tak ayal, ketukan palu ini membuat rapat paripurna tampak kisruh. Sejumlah anggota Dewan yang tidak puas berteriak-teriak dan maju ke meja pimpinan sidang.

    Kericuhan dimulai ketika salah satu anggota Dewan yang berkepala agak botak maju ke depan Ketua DPR Marzuki Alie dan melemparkan papan nama ke arah politisi Partai Demokrat itu.

    Anggota Fraksi Partai Demokrat yang tak menerima akhirnya juga maju ke depan diikuti dengan pihak yang kontra-dana talangan. Petugas pengamanan dalam dan anggota Dewan saling berjibaku di depan meja pimpinan.

    Kejadian puncak berlangsung hampir sekitar 10 menit. Namun, hingga berita ini diturunkan, paripurna masih ricuh. Instruksi pengamanan dari masing-masing fraksi terhadap anggotanya pun marak dilontarkan sebagai upaya pendinginan suasana.[Kompas]


    Berita terkait :

  • Tak lama dari menutup Rapat,Ketua DPR sempat dilempar buku anggota DPR
  • Presiden SBY Saksikan Baku Hantam Anggota DPR Lewat TV
  • Rapat Paripurna DPR Rusuh ,Ini Dia Videonya
  • Hakim MK nilai Tindakan Ketua DPR inkonstitusional karena melanggar tata tertib DPR
     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. BERITA -BERITA PILIHAN - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger