Latest Post

Kakek bunuh dan Mutilasi Bocah gara-gara menolak disodomi

Written By admin on Saturday, January 9, 2010 | 10:43 PM

Polisi membenarkan telah menangkap pelaku pembunuhan bocah disertai mutilasi yang korbannya ditemukan di Cakung Jakarta Timur Jumat kemarin dan Sabtu siang tadi.

“Tersangka mutilasi sudah ditangkap namanya Bayquni alias babeh usia 48,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jakarta Timur Kombes Boy Rafli Amar, dalam keterangan persnya di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (9/1/2010).

Boy juga mengungkapkan, pelaku adalah koordinator atau pengumpul bocah pengamen jalanan. Dari keterangan tersangka, pembunuhan terhadap bocah yang diduga kuat sebagai Ardiansyah (9) tahun itu, dilakukan karena korban menolak disodomi.

“Saat ini pelaku sudah diamankan di tahanan Polda Metro Jaya untuk proses lebih lanjut,” terang Boy.

Pembunuhan sendiri dilakukan pada malam hari sebelum potongan mayat tersebut dibuang dan ditemukan di pinggiran Banjir Kanal Timur (BKT), Jalan Raya Bekasi Km 27, Jakarta Timur.

Upaya pengungkapan tersangka, kata Boy, merupakan hasil pelacakan tim gabungan dari unit Jatanras Polda, Polres Jakarta Timur yang dibantu unit anjing pelacak.

Pelaku berhasil dilacak, berdasarkan keterangan saksi kunci yang pertama kali menemukan kardus potongan tubuh korban.

Saksi kunci memberitahukan bahwa ada seorang ibu yang mengaku kehilangan anak yang ciri-cirinya sama dengan korban mutilasi tersebut.

Saat ditemukan korban terbagi dalam empat potong dan tanpa kepala. Diduga korban adalah anak-anak berusia 8-12 tahun. Korban memiliki ciri-ciri fisik, kulit sawo matang dengan tinggi badan sampai 145 cm.

Korban juga memiliki ciri khusus seperti pusar bodong, ada luka lama di punggung, lengan kanan bekas luka sepanjang 12 cm. Korban juga memiliki tahi lalat di kaki kanan dan kelamin disunat. Korban ditemukan dengan tubuh terpotong-terpotong dan bagian anus yang rusak.

Potongan mayat ini pertama kali ditemukan oleh Abdi (30), warga setempat. Abdi curiga dengan onggokan kardus yang dikerumuni lalat. Setelah dibuka, ternyata dalam kardus tersebut terdapat beberapa bagian tubuh manusia tanpa kepala, yang terbungkus koran yang dilapisi plastik warna hitam.

Terdapat empat potongan tubuh yang terdiri dari dua kaki sampai dengkul, bagian dengkul sampai pinggang, dan dari bagian pinggang hingga leher tanpa bagian kepala.

Sementara itu, potongan kepala korban ditemukan di bawah Jembatan Warung Jengkol, Kelurahan Rawa Teratai, Jalan Raya Bekasi, Pulogadung, Jakarta Timur pagi tadi.

Korban dibunuh kemudian disodomi

Dari keterangan Bayquni alias Babeh, pelaku mutilasi, diketahui Ardiansyah dicekik hingga tewas sebelum disodomi. Pelaku juga melakukan kekerasan seksual atau sodomi terhadap korban yang sudah tidak bernyawa.
Kepala korban dibuang di sebuah saluran air dekat jembatan di kawasan Pulo Gadung setelah membuang potongan badan di BKT. Ardiansyah sendiri merupakan anak keempat dari enam bersaudara pasangan Nurmaidah dan Indra.

“Pelaku mencekik korban hingga tewas dan sempat melakukan kekerasan seksual,” kata Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (9/1/2010).

Menurut Boy hal ini diperkuat oleh ditemukannya tanda-tanda kekerasan fisik pada bagian anus korban. Sehari sebelumnya, pelaku juga mengajak korban untuk berhubungan seks.

Namun saat itu korban menolak sehingga membuat pelaku sakit hati. Polisi menilai ada kelainan seksual dari pelaku.

Belum diketahui apakah sebelum memutilasi, pelaku sudah melakukan hubungan seks dengan korban, atau bahkan dengan anak-anak jalanan lain yang tinggal di rumah pelaku.

Atas tindakannya, Babeh terancam Pasal 340 ju 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.

Polisi akan meminta dinas sosial untuk mendata naka-anak jalanan serta tempat penampungan anak jalanan di Jakarta. Hal ini untuk mencegah hal serupa terulang kembali.

Boy juga menyampaikan apresiasi atas peran masyarakat dalam mengungkap kasus keji ini, sehingga jajarannya mampu pengungkap kurang dari 24 jam.

Pelaku dicurigai pemutilasi bocah pada mei 2008



Melihat umur korban dan lokasi kejadian yang tak jauh dengan Pulogadung, membuat polisi mencurigai Bayquni sebagai pelaku mutilasi yang korbannya ditemukan di Terminal Pulogadung pada Mei 2008 lalu.

Sekadar diketahui, pada Kamis 15 Mei sekira pukul 06.30 WIB, warga di Terminal Bus Pulogadung digegerkan penemuan kardus yang berisi mayat bocah tanpa kepala. Mirisnya lagi, mayat korban juga terpotong-potong menjadi beberapa bagian.

Sampai saat ini pembunuh dan pelaku mutilasi belum terungkap. Karena polisi tidak bisa mengungkap identitas korban. Polisi hanya menduga bahwa korban adalah anak jalanan.

“Kami sedang menyelidiki keterkaitan dengan mutilasi Mei 2008,” kata Hasanudin.

“Peristiwa itu kan diduga korbannya anak jalanan yang disodomi dan dibuang di terminal,” tambah Hasanudin.[okezone.com]

baca berita terkait :


Potongan kepala korban mutilasi ditemukan,Ini dia Videonya



Selang sehari setelah ditemukannya mayat korban mutilasi di Cakung, Jakarta Timur, polisi akhirnya berhasil menemukan potongan kepala korban di sebuah kolong jembatan kecil di Jalan Warung Jengkol, Cakung, Sabtu (9/1).

Potongan kepala tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus kain dan plastik di sekitar tumpukan sampah, tak jauh dari terminal bus Pulogadung. Lokasi penemuan potongan kepala dengan potongan tubuh korban berjarak sekitar lima kilometer. Untuk memastikan apakah potongan kepala tersebut merupakan bagian dari tubuh korban mutilasi, polisi membawanya ke Rumah Sakit Polri Kramatjati [baca: Potongan Kepala Korban Mutilasi Belum Ditemukan].

Dari informasi yang dihimpun SCTV, penemuan tersebut didasarkan petunjuk dari tersangka yang telah berhasil ditangkap polisi. Tersangka yang dikenal sebagai perekrut anak jalanan hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Sementara itu, polisi juga mendatangkan pasangan suami istri yang diduga kuat merupakan orang tua korban yang sementara ini diidentifikasi bernama Adriyansyah, bocah laki-laki berumur sembilan tahun.(TES/YUS/liputan6)

baca berita terkait :

KOMNAS ANAK : kasus Ardiansyah bukan kasus pembunuhan biasa

Lagi-lagi kekerasan terhadap anak di bawah umur terjadi. Terakhir, korban bernama Ardiansyah yang masih berusia delapan tahun yang harus meregang nyawa dan dimutilasi.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jendral Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan bahwa anak-anak rentan dengan praktek kekerasan baik seksual, fisik, maupun psikis. "Harus dicari akar masalahnya," kata Arist dalam perbincangan dengan VIVAnews, Sabtu 9 Januari 2010.

Arist melihat kasus yang menimpa Ardiansyah bukan hanya kasus pembunuhan biasa. "Tetapi kita harus melihat indikasi adanya penjualan organ tubuh," ujarnya. Dia mencontohkan kasus yang sama terjadi pada tahun 2008, di Nepal, India ditemukan mayat korban mutilasi dan sebagian organ tubuhnya hilang. "Ini patut di curigai, tidak menutup kemungkinan ini terjadi di Indonesia," tambahnya.

Lebih lanjut Arist mengatakan tak ada yang bisa menjamin kasus ini tidak terjadi lagi. "Orangtua, orang dewasa, dan masyarakatlah yang harus bisa mengantisipasinya, bisa menjaga," tambahnya. Pihaknya berharap penyidik kepolisian tidak hanya menyelidik persoalan pembunuhan ini saja. "Tetapi ada apa dibalik ini," tambahnya.

Seorang bocah, bernama Ardiansyah menjadi korban mutilasi. Potongan tubuhnya ditemukan secara terpisah di kawasan Jalan Raya Bekasi, Ujung Menteng Jakarta Timur. Tim gabungan Polda Metro Jaya dan polre Jakarta Timur telah menangkap tersangka Baiquni alias Babe, siang tadi.

Menurut polisi, Ardiasnyah adalah salah satu pengamen yang bekerja di bawah koordinasi tersangka. Biasanya korban bekerja di kawasan terminal Pulogadung, Jakarta Timur.

Penangkapan tersangka berawal dari ditemukannya seorang saksi yang melihat orang yang membuang bungkusan tersebut sekaligus yang memberitahu ada orang yang kehilangan anaknya.

Setelah orangtua Ardiansyah melihat langsung potongan tubuh korban di RS Polri, mereka yakin kalau korban adalah anaknya dengan ciri luka di lengan kanan.[vivanews]

Berita terkait :


Banjir di Pasuruan telan 2 Korban tewas

Banjir yang melanda Kota dan Kabupaten Pasuruan telah memangsa korban. Sedikitnya dua warga dilaporkan tewas akibat hanyut oleh derasnya air.

Wartawan Harian Surya, Abdus Syukur, dari Biro Pasuruan melaporkan, korban tewas berasal dari kawasan Pandaan. "Keduanya tewas hanyut akibat besarnya luapan sungai arah dari Gunung Welirang dan Arjuno," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, hujan berangsur-angsur berkurang. Namun, air banjir belum surut. Suasana Kota Pasuruan diwarnai kemacetan total akibat banjir setinggi 50 cm. Sementara arus lalu lintas dari dan menuju Surabaya tidak dapat dilewati.

Banjir di Pasuruan ini akibat hujan deras yang mengguyur selama beberapa jam hingga mengakibatkan air sejumlah sungai meluap. Di antaranya Sungai Welang yang meluber ke jalan raya di Karangketuk setinggi 50 meter.

Sungai Gembong yang berada di tengah Kota Pasuruan juga meluap. Jalan-jalan di tengah Kota yang kini telah direndam banjir itu, di antaranya Jalan Raya Soekarno-Hatta, Jalan Jawa, Jalan Niaga, Jalan Belitung, dan Sumatera.[kmp]

SOFTSKILLS AWARENESS PROGRAM FOR JOBSEEKER

Jadwal Soft Skills Baru

Career Development Center Universitas Indonesia (CDC-UI) bekerjasama dengan INSIDE JOB menyelenggarakan SOFTSKILLS AWARENESS PROGRAM FOR JOBSEEKER. Tujuan utama program ini adalah melengkapi lulusan dan mahasiswa UI dengan softskills untuk meningkatkan kompetensi individu dalam menghadapi persaingan di dunia kerja. Program ini juga memperkenalkan bahasa korporasi agar peserta dapat memahami terminologi yang sering digunakan didunia kerja.


Pada tahap pertama (September-Desember 2008), satu modul dibahas dalam waktu 2x60 menit dan disampaikan dalam bentuk kuliah.Pada tahap berikutnya pelatihan dan coaching akan dilakukan dan peserta akan mendapatkan latihan berupa tugas individu, diskusi kelompok, presentasi, dan role play. Materi SOFTSKILLS AWARENESS PROGRAM FOR JOBSEEKER disampaikan oleh Iwan Winanda dari INSIDE JOB. Berikut adalah gambaran dari modul yang akan diberikan dalam SOFTSKILLS AWARENESS PROGRAM FOR JOBSEEKER:

  1.  Pengenalan soft-skills (Introduction to Soft-skills): Memahami peran soft-skills dalam keberhasilan diri di masyarakat baik di dalam kampus maupun di dunia kerja.

  2. Membentuk nilai – nilai pribadi (Shaping Personal Values) : Memilih & membentuk nilai-nilai diri agar memiliki karakter yang kuat

  3.  Membangun Hubungan (Building Rapport) : Membangun hubungan berdasarkan empati dengan teman kerja dan atasan untuk membangun kredibilitas

  4. Mengenali Pemegang Otoritas (Recognizing Authority) : Memilih langkah yang tepat saat bekerja dengan pemegang otoritas & menggunakan otoritas dengan tepat

  5.  Mengakui kontribusi individu (Recognizing Individual): Mengakui kontribusi dan prestasi teman kerja, & menerima masukan dan kritik

  6. Menyelesaikan Masalah (Solving Problems) : Memecahkan masalah secara sistematis, jangka pendek dan pencegahan masalah di masa datang.

  7.  Menyelesaikan Konflik (Resolving Conflict): Menyelesaikan konflik dengan benar dan pencegahan konflik di masa datang

  8. Mengambil Inisitiaf (Taking Inititiave): Mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan tanggung jawab serta mengembangkan tingkah laku proaktif

  9.  Membuat Prioritas Tugas (Prioritizing): Membuat prioritas tugas dan tindakan secara efektif dan benar

  10. Bekerja dengan dan di dalam tim (Working in a Team): Mengembangkan tingkah laku yang efektif saat bekerja dalam kelompok

  11.  Membangun akuntabilitas kerja (Building Performance Accountability) : Mengembangkan tingkah laku yang akuntabel agar mampu menunjukkan hasil kerja

Suasana saat peserta sedang mengikuti SOFTSKILLS AWARENESS PROGRAM FOR JOBSEEKER di Gedung CDC-UI, Kompleks Pusgiwa, Kampus UI Depok.

Program dilaksanakan secara rutin 2 kali dalam seminggu pada hari kerja (Selasa atau Rabu) dan hari Sabtu. Berdasarkan evaluasi tahap pertama yang dilakukan, semua peserta merasa bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mereka yang terlihat dari jawaban ya (100%) atas pertanyaan bahwa materi sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka. Seluruh peserta juga menyatakan bahwa mereka akan menyarankan teman mereka untuk dapat mengikuti program ini. Pada kesempatan berkunjung ke CDC-UI, Dirjen Pembinaan Pelatihan Produktivitas Depnakertrans RI Bapak Masri Hasyar menyampaikan bahwa topik SOFTSKILLS AWARENESS PROGRAM FOR JOBSEEKER sangat baik dan perlu dikembangkan di setiap bursa kerja.

Dirjen Pembinaan Pelatihan Produktivitas Depnakertrans RI sedang melihat poster SOFTSKILLS AWARENESS PROGRAM FOR JOBSEEKER saat kunjungan ke CDC-UI (kiri). Gedung CDC-UI di Kompleks Pusgiwa, Kampus UI Depok (kanan).

Untuk mengikuti program ini, setiap peserta dapat mendaftarkan diri ke :
Gedung CDC-UI, Kompleks Pusat Kegiatan Mahasiwa (Pusgiwa),
Kampus UI Depok.
Telp. (021) 9826 4777, 9852 2842, 9852 2845,
atau fax. (021) 78881021.
E-mail: cdc-ui@ui.eduThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Website: alumni.ui.edu klik peluang kerja atau www.cdc.ui.ac.id
Pelayanan CDC-UI dilakukan setiap hari kerja
mulai pk 08.00-16.00 WIB,
kecuali Sabtu dari pk. 09.00-15.00 WIB (SFI).

Ini Dia Pengurus Inti Partai Amanat Nasional periode 2010-2015


Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2010-2015, Hatta Radjasa memenuhi janjinya untuk mengumumkan pengurus inti dalam kepemimpinannya. Seperti sudah diberitakan, Hatta memilih Dradjad Wibowo sebagai wakil ketua umum.

Dradjad tadinya adalah kompetitor Hatta dalam bursa pemilihan ketua umum sebelum akhirnya mengundurkan diri dari pencalonan.

Duduk sebagai sekretaris jenderal adalah Ketua Panitia Kongres III partai berlambang matahari itu, Taufik Kurniawan. Sedangkan Amien Rais dipercaya kembali menjadi Ketua Majelis Pertimbangan Partai.

"Kompetisi sudah selesai, saatnya menatap ke depan, tidak ada yang ditingggalkan dalam perahu besar ini," ujar Hatta di Harbour Bay, Batam, Sabtu (9/1/2010) malam.

Selanjutnya, Hatta dan Amien diberi waktu dua minggu untuk melengkapi susunan kepengurusan.

Pengumuman tersebut sekaligus menutup rangkaian acara Kongres III PAN. "Dengan mengucap syukur alhamdulilah. Dengan ridho dari Allah maka dengan resmi kongres III PAN di Batam ini ditutup," ujar Hatta

Berikut daftar lengkap pengurus PAN di bawah kendali Hatta.

Ketua MPP: Amien Rais
Ketua Umum: Hatta Radjasa
Sekjen: Taufik Kurniawan
Wakil Ketua Umum: Dradjad Wibowo

Ketua Mk mengaku banyak mendapat laporan warga yang mengaku diperas KPK.


Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku siap memberikan data mengenai dugaan adanya pemerasan di lingkungan penegak hukum kepada Satuan Petugas Pemberantasan Mafia Hukum.

Menurut Mahfud MD saat menjadi pembicara di Forum Rektor Indonesia di Pontianak, Sabtu, sejak MK menyiarkan rekaman pembicaraan Anggodo Widjojo, ia banyak mendapat laporan warga yang mengaku diperas KPK.

"Banyak punya data, pelapornya punya tanda bukti, tanggal sampai tempatnya," kata Mahfud MD.

Ada yang mengaku harus menyetor uang Rp 20 miliar biar tidak ditangkap. Tapi karena tidak punya sebanyak itu, uang tetap diserahkan semampunya. "Tetap juga ditangkap. Malahan kalau ingin membongkar masalah itu, ia diancam dengan tuduhan upaya penyuapan," katanya.

Namun, lanjut dia, uang tersebut tidak ada yang diserahkan langsung ke komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kalau ada bukti komisioner melakukan itu, saya akan berupaya maksimal mungkin untuk mengungkap jika benar," kata Mahfud MD.

Ia menambahkan, modus serupa juga terjadi di MK. "Ada yang lapor telah menyetor ke istri Ketua MK. Setelah dicek, nama rekening yang dituju bukan nama istri saya," kata dia.

Mahfud melanjutkan, banyak karyawan di bawah yang mengatasnamakan pejabat tetapi untuk memeras. Ia juga siap menyerahkan data-data tersebut sewaktu-waktu ke Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana mengatakan semua pengaduan akan diterima. "Termasuk dari MK," kata Denny Indrayana. Ia menambahkan, Satgas akan memilih laporan yang dianggap kuat serta dapat menunjukkan pesan yang kuat mengenai pemberantasan mafia hukum.[kompas.com]

Kehadiran Susno di Persidangan Menjadi Kontroversi



SEBUAH kejutan yang menyentakkan perhatian publik mewarnai persidangan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), dengan terdakwa mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (7/1). Adalah sosok mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Susno Duadji yang tanpa diduga membuat kejutan itu.

Susno hadir di ruang sidang untuk bersaksi. Uniknya lagi, jenderal polisi berbintang tiga ini justeru hadir sebagai saksi yang meringankan terdakwa Antasari Azhar. Sebuah ironi, lantaran Polri-lah yang menjerat mantan Ketua KPK itu sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan itu. Yang lebih mengejutkan lagi, kehadiran Susno Duadji tanpa diketahui institusinya di kepolisian.

Meski mengaku kehadirannya membawa nama pribadi, namun sosok Susno Duadji tidak bisa dilepaskan dari institusi Korps Bhayangkara. Terlebih Susno hadir mengenakan seragam kedinasan Polri, lengkap dengan bintang tiga di pundaknya. Kehadiran perwira tinggi (Pati) Polri ini seolah menohok institusi yang membesarkannya dan seperti hendak menguak tabir adanya perpecahan di institusi Polri.

Komjen Susno Duadji dihadirkan tim kuasa hukum terdakwa untuk memberikan kesaksian meringankan (adecharged). Kontroversi kehadiran Susno sudah dimulai ketika Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cirus Sinaga menolak kehadirannya. Selain meminta untuk menunjukkan surat tugas dari institusi Polri, JPU juga keberatan dengan pakaian dinas yang dikenakan Susno, lantaran kehadirannya sebagai saksi membawa nama pribadi. Tapi, permintaan itu buru-buru disanggah oleh Hotma Sitompul, anggota tim kuasa hukum Antasari Azhar. “Saksi hadir sebagai pribadi,” ujar Hotma Sitompul, yang diamini Susno Duadji.

Akan tetapi, Cirus bersikeras agar Susno menunjukkan surat tugas dan tetap mempermasalahkan pakaian dinas, padahal bersaksi atas nama pribadi. Namun perselisihan tersebut berakhir setelah Ketua Majelis Hakim Herry Swantoro menengahinya. “Izin atau tidak itu masalah internal saksi,” ujar Herry.

Setelah disumpah, mantan Kabareskrim Polri itu pun mulai beraksi. Susno mengaku tidak dilibatkan dalam penyidikan kasus pembunuhan Nasrudin dengan tersangka Antasari Azhar, agar tidak terjadi konflik kepentingan. Susno Duadji mengatakan, Inspektur Jenderal Hadiatmoko, Wakil Kepala Bareskrim, yang menjabat sebagai ketua tim pengawas penyidik. “Jadi, yang menyidik adalah Polda Metro dan tim tersendiri. Saya tidak dilibatkan dalam tim itu karena Kapolri menunjuk Wakabareksrim (Hadiatmoko) sebagai ketua tim pengawas penyidik,” aku Susno.

Selain sebagai ketua tim pengawas, beber Susno, Hadiatmoko juga ditunjuk oleh Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri sebagai tim pencari motivasi kasus Antasari. Hasil yang diperoleh tim tersebut langsung dilaporkan ke Kapolri tanpa melaluinya selaku Kabareskrim.

“Dia (Hadiatmoko) tidak melapor ke saya, tapi ke yang memberi perintah (Kapolri). Kalau lapor ke saya, dia salah. Saya sendiri baru mengetahui tim tersebut ada setelah mereka gagal menemukan motif kasus Antasari,” ungkapnya.

Dijelaskan mantan Kapolda Jawa Barat ini, fungsi pengawas penyidikan untuk mengawasi seluruh proses penyidikan. Menurut Susno, setiap kasus pasti memiliki pengawas penyidik untuk mengawasi jalannya penyidikan. “Dia seperti wasit. Jangan sampai terjadi penyimpangan oleh penyidik,” ujarnya. Ketika ditanya maksud dan fungsi pembentukan tim pencari motivasi, Susno tidak dapat menjawab. “Saya tidak tahu. Tanya saja ke ketua timnya,” jawab Susno.

Pada bagian lain kesaksiannya, Susno Duadji juga mengaku sempat mengundang mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Wiliardi Wizar, yang turut menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan Nasrudin, ke ruangan kerjanya. Akan tetapi, jelas Susno, dirinya tidak membicarakan kasus pembunuhan Nasrudin, melainkan hanya mendengarkan keluhan Wiliardi dalam kapasitasnya sebagai senior di Polri. “Setelah mendengar hak-hak Wiliardi sebagai tersangka kurang didapatkan, saya langsung mengundang ke ruangan bersama keluarganya.

Waktu itu, saya bicara dari hati ke hati dan ada mantan Dirkrimum Polda Metro Jaya (Kombes Pol M Iriawan). Saya katakan kepada Wili, Saudara masih berstatus sebagai polisi aktif, apakah ada kesulitan, keluhan, dan sesuatu yang perlu dibantu karena saya senior, terlepas dari Anda salah atau tidak,” papar Susno.

Kepada Susno, Wiliardi mengaku jam besuknya dikurangi. “Saya katakan kepada komandan jaga tahanan, supaya tidak perlu ada perbedaan. Saya waktu itu lebih banyak bicara soal pribadi, soal keluarga pokoknya, dari hati ke hati,” kata Susno.

Susno pun tidak mau mencampuri urusan hukum yang sedang melilit Wiliardi. “Berkaitan dengan kesaksian Wili, saya katakan, itu hak Anda. Tetapi berhenti atau tidak menjadi anggota Polri, itu adalah karena kesalahan dan lamanya dihukum. Kalau dihukum tiga bulan, itu berhenti. Nah, Anda salah atau tidak, Anda yang tahu,” ujar Susno.

Menanggapi kesaksian Susno Duadji, Ketua Tim JPU Cirus Sinaga mengatakan, apa yang diutarakan saksi justru memberatkan terdakwa. “Itu bukan meringankan, melainkan memberatkan. Kesaksian itu mendukung kesaksian saksi-saksi sebelumnya. Sekaligus membuktikan bahwa kasus ini tidak ada unsur rekayasa dan sudah disidik sesuai prsosedur,” ujar Cirus seusai persidangan.

Menurut Cirus, kesaksian Susno di persidangan terkait pertemuannya dengan Williardi, Nova (istri Wiliardi) dan Iriawan, sejalan dengan kesaksian Hadiatmoko dalam persidangan sebelumnya. “Keselarasan terletak saat penyidikan ada semacam keberatan karena tidak diberi bertemu dengan istri dan penasihat hukum,” paparnya.

Mengenai pernyataan Susno tentang adanya tim pencari motivasi yang diketuai Hadiatmoko atas perintah Kapolri, Cirus menganggapnya sebagai sebuah kewajaran. “Itu tidak salah. Tugas penyidik mencari-cari alat bukti untuk jadi terang dan dapat ditemukan siapa tersangkanya,” tandas Cirus Sinaga.

Susno Terancam Dipecat

Kehadiran Susno Duadji dalam persidangan terdakwa Antasari Azhar benar-benar menohok institusi Polri. Mabes Polri tersentak dengan ulah Susno yang berpakaian dinas menjadi saksi yang meringankan terdakwa, tanpa seizin dari institusi.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang menegaskan, Susno Duadji hadir bukan atas perintah institusi. Menurut Edward, langkah yang ditempuh Susno bisa disebut sebagai pelanggaran kode etik profesi. “Jika dikaitkan dengan ketentuan, itu (kesaksikan Susno) bisa menyalahi aturan dan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran disipilin atau kode etik,” ungkap Edward saat jumpa pers di Mabes Polri, kemarin.

Dikatakan, seluruh anggota Polri tanpa kecuali wajib mematuhi peraturan. Aturan itu termasuk ketentuan mengenai jam kerja, mematuhi tugas, dan menjaga kehormatan diri sendiri serta bangsa dan negara. Mabes Polri, kata Edward, akan mengambil tindakan terhadap Susno Duadji. Susno pun terancam dipecat dengan tidak hormat.

“Kami punya aturan dan mekanisme untuk menindak setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan anggota tanpa kecuali. Artinya, yang bersangkutan harus ditanya dan diperiksa,” tandas Edward.

Ancaman pemecatan, menurut Edward Aritonang, merupakan sanksi terberat, jika Susno terbukti melanggar kode etik kepolisian. “Itu aturannya dan tergantung pada kategori perbuatan atau pelanggaran kode etik yang dilakukan. Jika nanti terperiksa (Susno), terbukti seperti tidak ada izin, meninggalkan tugas, dan mempermalukan, itu bisa masuk dalam kategori pelanggaran kode etik,” tandas Edward.

Seharusnya, lanjut Edward, setiap anggota Polri mematuhi setiap peraturan yang berlaku dalam kedinasan dan mentaati perintah kedinasan.

Seperti kewajiban menaati jam kerja, meninggalkan tugas dengan izin, kewajiban menjaga citra, dan memegang teguh garis komando.

Kehadiran Susno di PN Jakarta Selatan, jelas Edward, sama sekali tanpa diketahui Mabes Polri. Institusi, kata Edward, juga tidak pernah menerima surat permintaan atau panggilan dari pihak pengadilan. Menurut Edward, berdasarkan keterangan pengadilan, pemanggilan Susno di luar rencana, atau di luar acara sidang, karena semula sidang akan mendengarkan saksi ahli IT. “Namun setelah sidang dibuka kembali, dihadirkan oleh pengacara adalah Komjen Susno Duadji sebagai saksi meringankan,” tegasnya.

Mabes Polri tidak akan mengintervensi sidang pembunuhan dengan terdakwa Antasari Azhar. Edward mempersilakan pihak pengacara terdakwa Antasari meragukan hasil pemeriksaan penyidik. Namun, lanjutnya, penyidik sudah melakukan penyidikan sesuai dengan sistem yang berlaku. “Penyidik melakukan penyidikan pasti atas sepengetahuan Kabareskrim dan setiap hari harus menyampaikan hasilnya,” tandasnya. O nor/dha[beritakota.com]

Izin ke Kapolri Dikirim Lewat Blackberry

Dalam perbincangan dengan wartawan di rumahnya, Jumat (8/1/2010) siang tadi, Susno meluruskan hal ini. Jenderal bintang tiga yang sekarang tak punya jabatan itu membantah anggapan itu. Sebab, ia merasa sudah mendapat izin dari Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri.

Beginilah kronologinya: "Sekitar pukul 10.00, saya dihubungi kuasa hukum Antasari. Kuasa hukum mengatakan, sidang Antasari sudah dimulai. Saya lupa bahwa saya hari ini harus menjadi saksi di sidang Antasari," katanya memulai cerita.

Saat menerima telepon tersebut, Susno mengaku tengah menuju Mabes Polri. Akhirnya, Susno pun berputar arah menuju PN Jakarta Selatan. "Setelah itu, saya langsung mengirimkan surat elektronik via Blackberry ke Asisten Kapolri Kombes Pol Arief Sulistyo," kata Susno.

Berikut petikannya. "Kepada YTH Pak Kapolri. Dilaporkan hari ini jam 10.00 kami jadi saksi dalam persidangan Antasari Azhar di PN Jaksel. Kesaksian kami diperlukan untuk menilai kesaksian Kombes Pol Wiliardi Wizar. Hal ini terkait dengan sejauh mana hak-hak Wiliardi diberikan/tidak saat ditahan di Bareskrim Polri. Hal ini jg utk menilai kesaksian KBP Iwan Bule dan Irjen Pol Hadiatmoko. Tolong segera dilaporkan ke Bapak TB 1 (Kapolri)."

Susno pun menunjukkan ponsel Blackberry miliknya kepada wartawan. Di sana tertulis bahwa Susno mengirimkan pesan pukul 10.36, dan diterima Kombes Arief pukul 10.46.

Tidak hanya itu, Susno juga mengirimkan surat elektronik Blackberry ke Asisten Kabareskrim Kompol M Zulkarnaen. Berikut petikannya. "Zul, cek ke Kombes Pol Arief, sepri kapolri. SMS BBM saya tsb di atas agar dilaporkan pada kapolri/wakapolri, sgera."

Pada Blackberry, tertulis Zulkarnaen menerima pesan tersebut pukul 10.37. "Jadi, tidak benar bahwa saya tidak mendapat izin," tegas Susno.

Susno beranggapan, tidak adanya balasan dari Kapolri bisa diartikan bahwa Kapolri sudah mengizinkan. Sebab, kalau Kapolri tidak mengizinkan pasti akan membalas. [kps]

4000 pengidap HIV Bali Protes Fasilitas Kesehatan Gratis?

Sekitar 4.000 orang yang mengidap HIV/AIDS (ODHA) memprotes keberadaan Jaringan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), yang mendiskriminasikan HIV/AIDS dalam fasilitas kesehatan gratis. Kesehatan gratis itu telah dilaksanakan per 1 Januari 2010 lalu.

Direktur Yayasan Bali Plus, Putu Utami mengatakan bahwa sebagian besar ODHA yang menjadi pendampingannya adalah kalangan ibu rumah tangga, anak-anak, serta bayi yang tertular HIV.

"Mereka adalah penderita yang tidak berdosa dan kini jumlahnya di Bali sangat banyak sehingga membutuhkan akses kesehatan," jelas Utami, Jumat, 8 Januari 2010.

Dampak penyakit mematikan ini terhadap masyarakat miskin semakin besar. Pelayanan kesehatan sangat penting bagi penderita karena jika mengalami infeksi oportunistik seperti diare, penyakit kulit, dan lain-lain yang berakibat sistem ketahanan tubuhnya berkurang.

Ditambahkan pendiri Yayasan Kerthi Praja (YKP), Prof dr Dewa Nyoman Wirawan menyesalkan pengobatan HIV/AIDS tidak masuk dalam tanggungan. "Ini bisa jadi preseden buruk bagi Bali di dunia internasional," keluhnya.

Tentu saja, program JKBM yang tidak memasukkan HIV/AIDS masuk dalam layanan JKBM bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali No 3 Tahun 2006 tentang Penanggulangan AIDS.

Misalnya dalam pasal 14 dan 16. Pasal 16 berbunyi Pemerintah Provinsi menyediakan sarana dan prasarana pendukung pengobatan, pengadaan obat anti retro viral, anti infeksi oportunistik, dan ibat infeksi menular seksual (IMS). Ketersediaan sarana dan prasarana harus bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat (ayat 2).

Dalam Surat Edaran soal JKBM, pelayanan kesehatan gratis yang tertanggung terbatas. Sementara yang dikecualikan sangat banyak. JKBM ini tak menanggung ambulans, transportasi, kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas, kemoterapi, imunisasi non dasar, kecanduan narkoba, dan pengidap HIV/AIDS. Selain itu juga tak menanggung sakit karena upaya bunuh diri, sirkumsisi, serta cacat bawaan.

Yang tertanggung hanya warga dengan KTP Bali, membawa kartu keluarga dan surat rujukan dari rumah sakit daerah atau puskesmas jika datang ke RS Sanglah Denpasar sebagai pusat rujukan. Selain itu surat dari kepala desa atau lurah bahwa warga tersebut tidak memiliki jaminan kesehatan lain. JKBM menanggung biaya untuk perawatan kelas terendah di rumah sakit, yakni kelas III.

Menurut Prof Wirawan, kalau biaya premi yang dipakai argumentasi, biaya di ICU akan jauh lebih besar dibanding kemoterapi. Premi untuk sirkumsisi juga amat murah dan sirkumsisi bisa mencegah banyak penyakit seperti kanker dan juga HIV/AIDS.

Kalau perilaku yang dipakai argumentasi, banyak sekali penyakit lain karena perilaku seperti IMS, hepatitis B, C, kanker karena perilaku merokok, diare, dan lainnya.

Dari data RS Sanglah, sekitar 80% ODHA yang dirawat di RS Sanglah tergolong miskin dan menggunakan Jamkesmas, SKTM, atau masuk kategori terlantar.

Tahun 2009 hingga akhir September, jumlah Odha yang dirawat inap di Sanglah sebanyak 387 orang dari 937 yang melakukan kunjungan. Dari jumlah itu, 64 Odha meninggal karena datang pada kondisi stadium AIDS akut.

Sementara jumlah ODHA ibu rumah tangga sekitar 150 orang dari berbagai kabupaten di Bali. Sebagian orang tua dengan HIV sudah meninggal sehingga terdapat lebih dari 70 orang anak yatim piatu. Sedikitnya hingga kini tercatat 50 bayi positif HIV, dan sebagiannya sudah meninggal.

ODHA, pendamping, dan dokter berencana melakukan dengan pendapat ke DPRD Bali untuk menyampaikan permohonan revisi ini.[vvn]

Lowongan PT. Epiterma Mas Indonesia

Written By admin on Friday, January 8, 2010 | 11:23 PM

Lowongan PT. Epiterma Mas Indonesia

Posisi Site Engineering and Maintenance, Welding Instruction Trainee
Perusahaan CDC UGM
Keterangan PT. EPITERMA MAS INDONESIA

EPITERMA is an engineering, fabricator, maintenance and construction company providing services nationally and internationally

EPITERMA has built strong committed to the customer's related to the nature of business

Maintaining and Improving Employee's Professionalism

Maintaining and Developing Correct and Efficient Working Procedure to Pursue Continually Quality Improvement a strong commitment and reliable, able to provide project management services, installation engineering, procurement, fabrication, maintenance and construction services.

The company operates through three divisions:
  • EPITERMA Engineering
  • EPITERMA Fabrication and Maintenance
  • EPITERMA Construction


JOB VACANCY

A. Site Engineering and Maintenance

1. Male, Fresh graduated
2. Graduate from Civil, Machine and Electro Engineering
3. IPK Minimum 3.0
4. Able and Understand Auto Cad, Sap, Ms.Office, Primavera
5. Fluent in English (Written and Spoken) TOEFL equals 500
6. Able to work under pressure and be multi tasking
7. Ready to Work in Indonesia and out of Indonesia
8. Positive attitude, initiative and independent


B. Welding Instruction Trainee

1. Male, Fresh graduate
2. Graduate from Metal Metallurgy
3. IPK Minimum 3.0
4. Understand API, AWS and ASME
5. Fluent in English (Written and Spoken) . TOEFL equal 500
6. Able to work under pressure and be multi tasking
7. Ready to Work in Indonesia and out of Indonesia
8. Positive attitude, initiative and independent


CV send to :
Email : recruitment@epiterma.com
or
Fax no : 021- 899 00 133
Not later than January 30, 2009
Batas Pengiriman 30 Januari 2010
Kategori Lowongan Pertambangan dan Energi




sumber :/cdc.ugm.ac.id

JK :"Yang paling bahaya itu pejabat yang profesional dan tidak jujur. Itu lah yang terjadi di kasus Bank Century


Sebagai mantan Wakil Presiden yang mengetahui seluk beluk kasus Bank Century, Jusuf Kalla menilai beberapa pejabat Bank Indonesia yang diperiksa oleh Pansus Hak Angket Century di DPR telah berbohong.
Dari semua pejabat BI yang diperiksa Pansus Century ada sebagian yang mempunyai sifat jujur.

"Yang paling bahaya itu pejabat yang profesional dan tidak jujur. Itu lah yang terjadi di kasus Bank Century ini. Jadi, dia bisa mencuri banyak. Kalau dia tidak profesional dia cuma ambil sedikit. Yang diperiksa (Pansus Century DPR) itu kan orang pintar semua. Kalau dia tidak pintar tidak mungkin hilang Rp 6,7 triliun, mungkin Rp 2 juta atau Rp 3 juta," kata Jusuf Kalla pada seminar "Saatnya Hati Nurani Bicara" di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Jumat (8/1/2010).

Pejabat BI yang tidak jujur tersebut dikarenakan adanya kesempatan dan kebutuhan yang terlalu tinggi akibat sistem yang ada.

Usai seminar, Kalla mengatakan, dari semua pejabat BI yang diperiksa Pansus ada sebagian yang mempunyai sifat jujur. "Ada (pembohong), tapi tidak semua. Ya ada, ada," kata Kalla.

Ketika didesak, siapa pejabat BI itu, JK tidak menjawab pertanyaan tersebut. "Nanti lah, kita tunggu pansus saja," ungkapnya.

Saat ditanya, benarkah Menkeu Sri Mulyani pernah menghadap kepadanya saat proses bailout Bank Century, Kalla enggan menjawabnya. "Nanti lah," ujarnya sembari tertawa.

Kalla menyatakan dirinya tidak akan menekankan suatu persoalan pada penjelasannya nanti. Yang pasti Kalla berjanji akan membeberkan semua hal yang ia ketahui terkait kasus Century tersebut. "Tentu akan saya jawab, tergantung apa yang ditanyakan," ujarnya.[Kmps]

Inilah Tanggapan Susno Duadji soal anggapan dirinya Mangkir


Komisaris Jenderal Susno Duadji hari ini, Jumat 8 Januari 2010 tidak datang ke kantornya di Markas Besar Kepolisian RI.

"Nggak, nggak kelihatan," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat 8 Januari 2010.

Ditambahkan Edward, tidak ada pemberitahuan dari Susno soal ketidakhadirannya di Mabes Polri.

Apakah tindakan Susno bisa dikatakan sebagai pelanggaran aturan? "Ya, mangkir. Termasuk pelanggaran disiplin. Ke depan tidak boleh terjadi lagi," tambah Edward.

Susno Duadji kembali jadi sorotan pasca kesaksiannya di sidang terdakwa Antasari Azhar dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

Dalam kesaksiannya, Susno menyebut dua nama yang berperan dalam penyidikan kasus Antasari, yakni mantan Wakabareskrim, Inspektur Jenderal Hadiatmoko dan Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

Kapolri menunjuk Hadiatmoko sebagai kepala tim pengawas dan tim menyelidiki motivasi Antasari.

"Dia melaporkan langsung hasil-hasilnya langsung kepada Kapolri," kata Susno dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 7 Januari 2010

Kesaksian Susno lalu menjadi dasar bagi pengacara Antasari untuk meminta majelis hakim memanggil Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri ke persidangan.

Markas Besar Kepolisian bereaksi keras atas kesaksian Susno. Apalagi Susno datang tak seizin pimpinan Polri.

Diduga buntut dari masalah itu, Susno mengaku tak lagi mendapatkan fasilitas berupa pengawal dan mobil dari Polri.

Tak hanya itu, Susno juga mengaku rumah pribadinya didatangi truk Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.

Tanggapan Susno Duadji soal Mangkir


Komisaris Jenderal Susno Duadji tidak ingin berpolemik soal mangkir atau tidak dirinya dari pemeriksaan polisi. Susno mempertegas, tidak ada perselisihan dalam institusi Polri.

"Saya tidak menyatakan mangkir atau tidak. Laporan ini kan di atas izin dan buktinya ada," kata Susno Duadji kepada wartawan di Kedoya, Jakarta Barat, Jumat 8 Januari 2010.

Susno tidak ingin menyatakan bahwa Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang dalam posisi salah atau benar. Tetapi semata-mata tugas Edward Aritonang dalam posisi sebagai juru bicara untuk memberikan keterangan atas nama Polri.

"Saya tidak menyatakan bahwa Pak Edward salah atau saya yang benar. Tidak, wong ini tidak ada perkelahian, tidak ada permusuhan," ujar mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri ini.

Menurut Susno, polemik ini jangan lalu dikatakan bahwa telah terjadi perselisihan di dalam institusi Polri. Apalagi, disebut-sebut ada permusuhan antara polisi dengan Susno.

"Jangan dianggap ini permusuhan Pak Susno dengan polisi. Polisi ini koordinasinya bagus sekali, apalagi di bawah kepemipinan Pak Kapolri sekarang ini," ujar dia.

Hari ini, Jumat 8 Januari 2010 tidak datang ke kantornya di Mabes Polri. Ditambahkan Edward, tidak ada pemberitahuan dari Susno soal ketidakhadirannya di Mabes Polri.

Apakah tindakan Susno bisa dikatakan sebagai pelanggaran aturan? "Ya, mangkir. Termasuk pelanggaran disiplin. Ke depan tidak boleh terjadi lagi," tambah Edward. [vvn]

Lowongan Kerja untuk Pengajar di American Trep

American Prep, pionir lembaga Tutorial Plus, membutuhkan beberapa Pengajar Part-Time (fee per sesi yang menarik) / Full-Time (income lebih baik dari rata-rata guru) untuk :

  1. Matematika SMA
  2. Kimia SMA
  3. Fisika SMA
  4. Biologi SMA
  5. Bahasa Inggris
Syarat
  1. Bersedia mengajar di JAKSEL, JAKBAR, atau Bintaro (semua)
  2. D3/S1/S2
  3. IPK min 2.7 (semua)
  4. Good Convesational English (semua)
  5. Memahami arti dari kedisiplinan dalam bekerja (semua)
  6. Tanggung jawab - bukan irresponsible person (semua)
  7. Jurusan Matematika / Statistika / Pendidikan Matematika (1)
  8. Jurusan Kimia / Teknik Kimia / Farmasi / Teknik Gas & Petro Kimia /Pendidikan Kimia (2)
  9. Jurusan Fisika / Teknik / Pendidikan Fisika (3)
  10. Jurusan Biologi / Teknik Pertanian / Pendidikan Biologi /Lainnya yang sejenis (4)
  11. Jurusan tak ditentukan / bebas, tapi bisa Strong English Writing (5)
  12. Nilai plus: Alumni kelas advanced atau Guru ILP / LIA (5)

TERBUKA UNTUK UMUM
(mahasiswa, alumni, professional, dll)


Yang penting :

1. Memenuhi syarat-syarat diatas
2. Lulus Psikotes
3. Lulus Subject Test


Kirim CV, fee per sesi yang diminta*), dll sebelum 18 Januari 2010 ke:

amepr@ymail.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

*)= Harap yang realistis/masuk akal

Kraft Food Indonesia,Graduate Traineeship Program

Graduate Traineeship Program

Who are we?

Kraft Foods is the world’s second largest global food company headquartered in Northfield Illinois. For more than 100 years, Kraft has been dedicated to help people around the world eat and live better. In more than 150 countries, consumers reach for their favorite Kraft brands which mostly are leaders in the markets such as Kraft, Oreo, Ritz and Toblerone.

What is Graduate Traineeship?

Our Graduate Traineeship Program focuses on recruiting the best early career talent to grow with our business, developing leaders for our future, and continuing to strengthen Kraft as the Employer of Choice. The trainees will be assigned in various departments within commercial office to give the trainees opportunities to build network with each other, learn about departments’ functions, gain hard skills, and develop personally while adding value to the organization.

Who are we looking for?

  1. S1/S2 degree from any major, with min GPA 3.00.
  2. Fluency in English
  3. Has leadership potential and team-working abilities
  4. Open-minded and eager to gain hands-on experiences in Commercial unit
  5. Geographically mobile
  6. Willing to be assigned at Commercial Office (Jakarta) as well as at our plant in Cikarang, Karawang and Bandung.

This position is offered to students graduated (with having experience less than 1 year) and those who will be graduated on February-March 2010.

What are the conditions?

Duration: 1.5 year

Traineeship Commence on: [May 1, 2010]

Depending on business needs and trainee's performance, Kraft may request trainees to continue to work for Kraft upon successful completion of the traineeship.

How to apply?

Please submit your CV, transcripts and recent photograph to:

Online application through http://cdc.ui.ac.id

Closing Date of Application: 18 January 2010

Qualified candidates will be invited for company presentation & ENGLISH SHORT TEST (end of January-February 2010, will be confirmed to the shortlisted candida

Warga Cakung dibuat Gempar oleh penemuan Mayat yang dimutilasi

Lokasi penemuan korban mutilasi di Cakung (VIVAnews/Sandy Adam)
Mayat yang diduga sebagai korban pembunuhan mutilasi, menggemparkan warga Cakung, Jakarta Timur, Jumat 8 Januari 2010. Mayat yang belum diketahui indentitasnya ditemukan warga, sekitar pukul 06.50.

Mayat ditemukan warga di sekitar jembatan proyek Kanal Banjir Timur (KBT) tidak jauh dari patung garuda, Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur.

Hingga kini, petugas dari Polsek Cakung, Jakart Timur, masih melakukan identifikasi di tempat kejadian. Belum diketahui apakah lokasi merupkan tempat pembunuhan atau hanya lokasi pembuangan mayat saja.

Menurut petugas piket Polsek Cakung, Brigadir Satu Sukirno yang dihubungi VIVAnews mengatakan, belum diketahui secara pasti apakah itu korban pembunuhan mutilasi atau bukan.

"Apakah mutilasi atau tidak saya belum mendapat laporan dari petugas di lapangan," ujarnya.

Saat ini puluhan warga terus berdatangan di lokasi kejadian untuk melihat dari dekat penemuan mayat yang diduga mutilasi itu.

Korban Ditemukan Dalam Kardus Air Mineral

Mayat yang belum diketahui indentitasnya itu, ditemukan di sekitar proyek Kanal Banjir Timur (KBT) tidak jauh dari patung garuda, Cakung, Jakarta Timur.

Menurut petugas piket Polsek Cakung, Brigadir Satu Sukirno yang dihubungi VIVAnews mengatakan, belum diketahui usia maupun jenis kelamin korban.

Hanya saja berdasarkan laporan, mayat itu ditemukan di dalam kardus air mineral berwarna coklat biru.

"Belum jelas, hanya ditemukan di dalam kardus. Apakah mutilasi atau tidak saya belum mendapat laporan dari petugas di lapangan," ujarnya.

Belum diketahui apakah lokasi merupkan tempat pembunuhan atau hanya lokasi pembuangan mayat saja.


Polisi Cari Potongan Kepala Korban Mutilasi

Berdasarkan indentifikasi awal petugas Polres Jakarta Timur, menemukan ada empat potongan tubuh korban yang berada di dalam kardus air meniral.

Potongan tubuh tersebut terdiri dari bagian kaki, pingang hingga badan dan tangan. Sementara bagian leher dan kepala belum ditemukan.

Kepala Kepolisian Resor Jakarta Timur, Komisari Polisi Hasanuddin yang berada di lokasi kejadian mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh warga bernama Abdi Efri, 25 tahun, sekitar pukul 06.50.

Saksi menemukan potongan mayat tersebut saat melintas di pinggir jembatan dekat proyek Kanal Banjir Timur (KBT)

"Ada empat potong tubuh. Sementara ini bagian kepala belum ditemukan dan masih akan dicari," ujar kapolres, Jumat 8 Januari 2010.

Akibat kejadian ini, Jalan Raya Bekasi menjadi macet total. Warga terus berdatangan untuk melihat lebih dekat penemuan mayat mutilasi itu.[vivanews.com]

baca berita terkait :

PBB menyampaikan penghormatan dan penghargaan kepada Gus Dur

Masyarakat internasional yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, menyampaikan penghormatan dan penghargaan mereka kepada mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang meninggal pada 30 Desember 2009.

Ungkapan penghormatan bagi sosok yang menjabat sebagai Presiden ke-4 RI, periode 20 Oktober 1999-24 Juli 2001, tersebut mengalir melalui Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York.

PTRI yang berlokasi beberapa blok dari Markas Besar PBB itu selama tiga hari, yaitu 4-6 Januari, menyediakan Buku Duka Cita yang ditempatkan di Perpustakaan Abdurrahman Wahid di gedung PTRI New York. Di perpustakaan itu diletakkan foto Gus Dur, bendera Merah Putih yang dipasang setengah tiang, serta bunga.

Perpustakaan itu diresmikan langsung Gus Dur pada 5 September 2000 di sela-sela kunjungannya sebagai Presiden RI ke New York dalam rangka menghadiri Sidang Majelis Umum PBB tahunan.

Menurut Kuasa Usaha Ad Interim PTRI-New York, Duta Besar Hasan Kleib, ucapan duka cita dari Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon disampaikan melalui sekretaris kabinetnya, Vijay Nambiar.

Sekjen PBB mencatat bahwa Gus Dur merupakan tokoh yang membuat Indonesia terkenal di seluruh dunia. "Gus Dur akan dikenang untuk ketakwaan, kesederhanaan dan visi besarnya. Ia menjadikan bangsa Indonesia dihormati di seluruh dunia karena semangat demokratisnya," demikian seperti ditulis Vijay Nambiar atas nama Sekjen PBB.

Hasan Kleib mencatat setidaknya ada empat hal yang banyak dinyatakan berbagai pihak di kalangan PBB tentang kontribusi Gus Dur terhadap Indonesia dan dunia, yaitu upayanya memajukan penghormatan HAM; peningkatan proses demokrasi; harmonisasi antar-agama; dan pluralisme di Indonesia.

Sementara itu, seorang pejabat tinggi PBB yang pernah mengenal secara pribadi sosok Gus Dur, yaitu Wakil Sekjen PBB urusan Politik B. Lynn Pascoe, juga mendatangani Gedung PTRI New York.

Lyn Pascoe, yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia periode Oktober 2004-Februari 2007, menulis: "Presiden Gus Dur merupakan mercu suar kebijaksanaan dan toleransi bangsa Indonesia dan dunia. Saya merasa sangat terhormat pernah mengenal dan bekerja sama dengan beliau".

Penghormatan bagi Gus Dur juga diberikan oleh perwakilan negara-negara anggota PBB dari berbagai kawasan, termasuk sembilan negara sahabat sesama negara ASEAN, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Kamboja dan Myanmar.

Para wakil tetap negara-negara ASEAN itu langsung mendatangi PTRI New York untuk menyatakan duka cita serta mengapresiasi kontribusi yang telah diberikan Gus Dur.

Wakil Tetap Singapura Vanu Gopala Menon, misalnya, menulis "Pak Abdurrahman Wahid akan selalu dikenang sebagai sosok yang menjunjung tinggi harmonisasi antar-keyakinan serta membangun dasar Indonesia menjadi negara demokrasi yang bergairah seperti sekarang.

Reformis sejati

"Beliau adalah ulama yang disegani dan merupakan reformis sejati. Indonesia kehilangan salah satu putera terbaiknya. Sumbangsih dan peninggalan Pak Wahid akan dikenang oleh Indonesia dan teman-temannya di seluruh dunia."

Negara tetangga Indonesia lainnya, yakni Australia, melihat Gus Dur selain sebagai penjunjung semangat toleransi, juga sebagai sosok dengan karakter unik.

Perwakilan tetap Australia untuk PBB, Gary Francis Quinlan, melihat Gus Dur sebagai sosok yang memiliki pemikiran terbuka dan bersikap santai. Gus Dur dinilai unik karena canda yang dilontarkannya namun juga karena keingintahuan, optimisme serta komitmennya terhadap perlindungan sipil dan penegakkan demokrasi. "Ia dihormati di kawasan dan dunia global," tulis Quinlan.

PTRI New York menyampaikan surat pemberitahuan tentang meninggalnya Gus Dur ke Sekretariat PBB pada 30 Desember 2009. PBB saat ini beranggotakan 192 negara, termasuk Indonesia. Lebih 70 pihak termasuk petingggi PBB lainnya, seperti para wakil Sekjen PBB, utusan khusus Sekjen PBB serta wakil tetap maupun kuasa usaha ad interim negara-negara anggota PBB, secara langsung menyampaikan ucapan duka cita mereka.

Ucapan duka cita dan penghormatan bagi Gus Dur juga datang dari Israel, anggota PBB yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Dalam Buku Duka Cita, Kuasa Usaha Ad Interim Israel Daniel Carmon menulis, "Presiden Abdurrahman Wahid adalah negarawan dunia, pemimpin dan promotor dialog antar-agama dan kebudayaan. Upayanya membawa perdamaian adalah sesuatu yang harus dihargai dan diingat. Dunia membutuhkan pemimpin-pempimpin seperti Presiden Wahid!".[kps]

Walaupun Garuda-Freeport berkahir Damai, Pilot menyatakan Kecewa

Perselisihan antara Garuda Indonesia dan PT Freeport Indonesia berakhir dengan damai. Garuda akan melayani penerbangan ke Bandara Mozez Kilangin Timika mulai Jumat (8/1/2010) malam. Penerbangan kembali Garuda ke Timika dilakukan setelah kedua belah pihak bersepakat untuk berdamai dengan difasilitasi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Dephub Herry Bakti Singayudha Gumay di Gedung Dephub, Jakarta, Kamis (7/1/2010).

"Garuda akan kembali terbang ke Timika mulai Jumat besok malam dari Jakarta, sampai di Timika hari Sabtu pagi," kata Herry Bakti.

Pada pertemuan tersebut hadir Direktur Operasi Garuda Ari Sapari, juru bicara Garuda Pujobroto, VP Legal Freeport Tony Wenas, dan juru bicara Freeport Mindo Pangaribuan.

Herry Bakti menyatakan, kembalinya Garuda menerbangi Timika harus diiringi dengan persediaan BBM yang cukup. PT Airfast Aviation Facilities Company (AVCO) anak usaha Freeport. "Untuk memastikan tersedianya BBM di Timika maka kami juga mendorong agar ada operator selain AVCO untuk melayani BBM. Bisa saja Pertamina, Shell atau Petronas. Swasta boleh sediakan avtur," ujarnya.

Mengenai insiden 3 Januari lalu itu, Dirjen Herry Bakti juga telah menegur Kepala Bandara Timika Subagyo. Teguran dilakukan dalam bentuk lisan dan tertulis. "Sanksi sudah kami lakukan dalam bentuk lisan dan tertulis," ujarnya.

Mengenai insiden di mana Kepala Bandara Timika Subagyo meminta agar CEO Garuda meminta maaf, Herry menyatakan belum menerima laporan tersebut.

Juru bicara Freeport menyatakan, penolakan pengisian BBM untuk Garuda pada 3 Januari lalu terjadi karena salah paham. "Terjadi miskomunikasi teknis. Telah terjadi kekeliruan yang seharusnya nota pembatasan dianggap menjadi penghentian. Tetapi itu langsung diganti lagi dan pada tanggal 4 dan 5 Januari kita sudah menyediakan BBM lagi," ujarnya.

Sementara Direktur Operasi Garuda Ari Sapari mengatakan, demi kepentingan masyarakat Indonesia, maka Garuda bersedia melayani penerbangan ke Timika lagi. "Kita berpikir ke depan untuk melayani masyarakat di Timika dan sekitarnya," ujar Ari. Meski demikian, jelasnya, Garuda tidak menginginkan insiden memalukan tersebut terjadi pada Garuda. Dia meminta agar pihak bandara menyediakan BBM yang cukup sehingga bisa menjamin operasional Garuda.

Sementara pilot Garuda, Manotar Napitupulu, menyatakan rasa kecewanya dengan keputusan tersebut. Menurutnya, dia telah dizalimi oleh oknum baik dari Freeport maupun bandara Timika, tetapi tidak ditindaklanjuti.[kmps]

Boediono & Miranda Menangis saat Rapat FPJP Bank Century

Written By admin on Thursday, January 7, 2010 | 11:07 PM

Pengakuan itu dikemukakan mantan Direktur Pengawasan Perbankan BI Zainal Abidin.

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Boediono disebutkan menangis dalam rapat pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) terhadap Bank Century. Rapat itu digelar pada 13 November 2008.

Pengakuan itu dikemukakan mantan Direktur Pengawasan Perbankan BI Zainal Abidin saat menjawab pertanyaan anggota Panitia Khusus (Pansus) Angket Bank Century dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Djafar, Gedung DPR, Jakarta, Kamis 7 Januari 2010.

"Selain Boediono, Siti Fadjrijah dan Miranda juga terlihat menangis saat menghadiri rapat itu," ujar Zainal.

Siti Fadjrijah merupakan Deputi Gubernur BI Bidang Pengawasan. Sedangkan Miranda Goeltom adalah Deputi Gubernur Senior.

Boediono sendiri pernah mengatakan mendukung pengusutan FPJP jika melanggar hukum. Hal ini dikatakan Boediono saat bersaksi di rapat Panitia Khusus Angket Century DPR, Selasa 22 Desember 2009.

Boediono menilai perlu ditelusuri ke mana uang FPJP mengalir. "Siapa yang bertanggung jawab dan mengambil manfaat," kata Boediono. "Kalau aliran dana tidak pada tempatnya, saya setuju untuk diproses secara hukum."

Sebab, sambung Boediono, krisis satu bank akan mempengaruhi situasi perbankan secara umum. Meski demikian, Boediono menilai aspek hukum aliran dana FPJP harus dipisahkan dari keputusan bail out.

Sebelumnya, Bank Indonesia menggelontorkan FPJP ke Century yang besarnya hampir Rp 700 miliar. Namun, setelah penggelontoran dana itu, Bank Century malah kian terpuruk dengan rasio kecukupan modal yang minus.

Kondisi bank yang makin terpuruk inilah yang kemudian membuat BI membawa masalah ini ke Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK). Dalam rapat ini, Bank Century memenuhi tiga asas dan syarat-syarat untuk menetapkan Bank Century sebagai bank gagal.

Sehingga akhirnya diputuskan pada 20 dan 21 November 2008, Bank Century adalah bank gagal yang berdampak sistemik. Akibat keputusan ini, kemudian pemerintah mengucurkan Rp 6,7 triliun dalam bentuk penyertaan modal sementara, yang belakangan disebut bail out.[Vivanews.com]

Inilah Tanggapan Ayu Oktasari,soal 'foto panas' yang diduga dirinya

Ayu Oktasari menangis saat bicara soal foto bugilnya. Ia mengaku sempat stres atas beredarnya foto-foto tersebut.

"Saya baik-baik saja cuma agak sedikit stress akibat pemberitaan yang kemarin sampai saat ini. Tapi saya sangat yakin foto-foto yang beredar adalah bukan milik saya," ungkap Ayu saat ditemui di sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (7/1) malam.

Keyakinan Ayu didukung pendapat ahli telematika, Roy Suryo. Foto bugil yang beredar bukan foto dirinya.

"Alhamdullilah. Akhirnya doa aku didengar sama Allah Swt. Dari awal memang aku sudah merasa memang bukan foto aku, karena seumur hidup aku sangat tidak mau difoto dalam bentuk apapun. Kalaupun mau difoto itu harus dalam keadaan sewajarnya," paparnya sambil menangis.

Tangisan itu pun berangsur-angsur berhenti. Seiring itu, Ayu menyeka air matanya dengan tisu. Usai itu Ayu menjelaskan, "Disini saya mau menjelaskan kalau foto yang dimaksud adalah memang benar itu foto saya. Saya difoto memang untuk kepentingan Take Me Out, dalam hal ini Indosiar dan Fremantle."

Penjelasan Ayu menyangkut foto bugil yang diduga dirinya, yang sudah terlanjur beredar di dunia maya. Foto itu beredar sejak akhir Desember 2009 lalu


Ayu Serahkan Kasus Foto Bugil kepada Tuhan

"Saya sempat ditanya-tanya sama keluarga saya. Keluarga calon saya, Egi juga turun tangan tapi saya jelaskan kepada mereka semua dan mereka tidak langsung percaya karena menunggu kepastian kebenaran berita ini," ungkap Ayu, saat ditemui di sebuah kafe, di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (7/1).

Ayu sudah merasa lega. Pasalnya, sekarang setelah tahu semuanya, keluarga sudah benar-benar mempercayainya. Ayu pun akhirnya ia sudah tak lagi mepermasalahkan tentang status foto bugil itu.

"Saya hanya menyerahkan sepenuhnya sama Yang Maha Kuasa. Saya hanya berdoa minta ditunjukkan kebenaran. Kalau memang salah saya juga minta ditunjukkan. Jadi inilah kenyataan yang ada, kalau saya tidak salah dan tidak melakukan seperti yang difoto-foto tersebut. Biarlah masyarakat yang menilai karena saya yakin masyarakat Indonesia sudah pintar-pintar," paparnya.

Ayu menambahkan, "Sekarang karena sudah ada statement dari yang berkepentingan (Roy suryo, red) yang tahu betul tentang masalah foto itu saya merasa lebih baik."

Penjelasan Ayu menyangkut foto bugil yang diduga dirinya, yang sudah terlanjur beredar di dunia maya. Foto itu beredar sejak akhir Desember 2009 lalu. [aji/inilah.com]

berita terkait :




Jadi Saksi tanpa Ijin Kapolri,Susno Duadji Terancam Dipecat? Ini dia Video kesaksiannya



Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji yang hadir sebagai saksi di
persidangan Antasari tanpa izin tugas menimbulkan konsekuensi. Akibat perbuatannya tersebut Susno bisa saja dipecat dari kepolisian.

“Tergantung nanti konteks pemeriksaaanya. Kemungkinan akan berdampak sanksi
seperti didemosi, PDH (pemberhentian dengan hormat) atau PTDH (pemberhentian
tidak dengan hormat) kenapa tidak, kalau proses menyatakan itu,” kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (7/1/2010).

Edward mengatakan, perilaku Komjen Pol Susno yang bersaksi di sidang tanpa izin bisa dikualifikasikan sebagai pelanggaran kode etik atau disiplin. Pelanggaran tersebut sangat mungkin berdampak pada penjatuhan sanksi.

”Yang jelas ada tindakan-tindakan hukuman,” imbuhnya.

Menurut Edward, Polri akan melakukan pemeriksaan internal terkait kehadiran
Susno pada persidangan Antasari tersebut. ”Tentunya langkah-langkah konkret itu sesuai dengan sistem dan mekanisme. Harus ditanya dan diperiksa (propam),” katanya.

Polri menyatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap Susno. ”Percayakan pada kami secara internal kami berjanji akan menyelesaikannya sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Komjen Pol Susno Duadji hadir secara mengejutkan di persidangan Antasari Azhar. Yang lebih mengherankannya lagi, Susno memberikan keterangan sebagai saksi adecharge (saksi meringankan) terdakwa. Kehadiran Susno yang memakai seragam lengkap polri tersebut diketahui tanpa seizin dari Kapolri.
(ape/nwk/detiknews/vivanews)

Benarkah Perseteruan Ruhut- Gayus sudah berakhir?



walaupun Ruhut Sitompul dan Gayus Lumbun sudah berjabat tangan sebelum memulai Rapat Pansus tetapi masalah Adu mulut antara politisi Demokrat Ruhut Sitompul dan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Gayus Lumbuun berbuntut panjang. Fraksi PDIP melayangkan surat protes kepada pimpinan Fraksi Demokrat yang membawahi Ruhut.

Terlepas dari langkah Fraksi PDIP tersebut, siang ini Ruhut meminta agar perseteruannya selama dua hari berturut-turut dengan Gayus, tidak diungkit-ungkit lagi. "Sudahlah, jangan dipanas-panasi lagi," ujar Ruhut, Kamis 7 Januari 2010. "Aku sudah tidak apa-apa sama Gayus. Saya dan Gayus sahabat lama kok," kata Ruhut.

Ruhut mengatakan, dirinya sudah lama mengenal Gayus, berhubung mereka berdua mempunyai latar belakang profesi yang sama sebagai advokat. Menurut Ruhut, ia dan Gayus sudah terbiasa berselisih paham, namun selalu berakhir damai.

"Kami sudah damai. Tadi kan sudah salaman dan cium pipi," ujar Ruhut. Ruhut dan Gayus memang sempat bersalaman sebelum memulai rapat pemeriksaan pansus, karena arahan para fotografer media. Namun Ruhut dan Gayus tidak saling berucap apapun saat bersalaman.

Sementara itu, rekan sefraksi Gayus, Ganjar Pranowo, tetap menilai tindakan Ruhut itu keterlaluan dan melewati batas. "Kalau sudah pakai kata 'bangsat,' itu bukan adu argumentasi lagi, tapi kelewatan," kata Ganjar. Karenanya, lanjut Ganjar, DPP PDIP tetap akan membahas insiden Ruhut secara khusus.[vivanews/seputarindonesia]

Foto Ayu Oktasari Sebagian Besar Rekayasa

Beredarnya foto bugil Ayu Oktasari, pemenang program acara reality show Take Me Out Indonesia di dunia maya rupanya ikut mengundang rasa penasaran pakar telematika Roy Suryo. Menurut Roy, berdasarkan pengamatan sekilasnya, sebagian besar foto bugil tersebut adalah rekayasa.

"Itu ada 16-17 foto, tapi saya belum memeriksa seluruh meta data dari foto-foto tersebut," ucap Roy saat dihubungi melalui telepon genggamnya di Jakarta, Kamis (7/1/2010).

Dari pengamatan sementaranya itu, Roy menyimpulkan bahwa rekayasa foto tampak dari ketidak-proporsionalan foto tersebut. "Hampir sebagian besar tampak jelas kena rekayasa, seperti skin tone terkena rekayasa," ungkap Roy. "Seperti yang duduk menyamping itu tidak proporsional, antara bahu, leher, dan kepala. Dan itu juga bukan badannya Ayu," tekannya.

Lanjut Roy, foto yang diduga sengaja dibuat di dalam studio itu dapat dengan mudah diteliti. "Buat yang sudah bisa mengolah foto, coba silakan cek dari sisi-sisi yang lain. Artinya diklarifikasi itu fotonya, saya sih belum 100 persen semuanya ngecek," ujarnya.

Namun, satu hal yang menjadi fokus Roy di antara sekian banyak foto syur Ayu adalah, foto nude Ayu dengan kemeja putih kemungkinan asli. "Kecuali yang baju kemeja putih dan bikini itu. Dilihat detail, tidak mungkin direkayasa," imbuhnya.

Meski demikian, Roy hingga saat ini tak mau ikut campur lebih jauh. Pasalnya, Roy menilai masalah foto syur tersebut merupakan hal yang personal. "Tapi ini sudah terlanjur tersebar, dan ini kan persoalan pribadi. Saya menghormati personal, menurut saya sudah jangan diperpanjang," pungkas Roy[kompas.com]

Puluhan Sapi dan Kambing Mati diserang Nyamuk kepala putih

Puluhan hewan ternak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, mati akibat diserang puluhan ribu nyamuk berkepala putih.

Kepala Dinas Perternakan (Kadisnak) Riau, Patrianov, mengatakan pada umumnya hewan yang diserang nyamuk adalah ternak kambing dan sapi.

"Jumlah nyamuk kepala putih sangat banyak, tapi kita belum tahu apa jenis nyamuk tersebut, karena masih teliti di laboratorium,” kata Patrianov, Kamis (7/1/2010) di Pekanbaru.
Dia menjelaskan, nyamuk tersebut memiliki ukuran yang sama seperti nyamuk biasa dan menyerang saat menjalang malam. Hewan-hewan yang baru saja di kembalakan langsung diserang.
Nyamuk tersebut banyak menyerang di kandang ternak warga. Walaupun kandang sudah diberi kelambu, namun nyamuk tersebut masih bisa menyerang dan menyebabkan kematian,” paparnya.
Dia menjelaskan nyamuk kepala putih merupakan nyamuk musiman yang datang pada saat musim banjir. ” Saat ini kan air naik, mungkin saat banjir surut nyamuk tersebut akan hilang dengan sendirinnya. Karena walaupun kita foging sekarang, nyamuk tersebut tidak mempan," tutur Patrianov.
Sementara itu menurut warga Inhu, Yudi Saputra menjelaskan bahwa nyamuk kepala putih ternyata tidak hanya menyerang hewan ternak, tetapi juga menyerang penduduk, walau sejauh ini belum menyebabkan korban jiwa.
"Bila nyamuk itu hinggap ditubuh dan menggingit dia akan lengket, nyamuk tidak mau di diusir. Gigitannya juga sakit dan menimbulkan gatal,” katanya.
(ton/okezone.com)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERITA -BERITA PILIHAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger